Scary Tales: Home Sweet Horror

Menyingkap Misteri Rumah Tua

Judul                            : Scary Tales: Home Sweet Horror

cover scary tales home sweet horror
cover scary tales home sweet horror

Penulis                          : James Preller

Penerbit                       : Noura Books

Penerjemah                   : Hedwigis Chrisma Hapsari

Editor                          : Aan Wulandari Usman

Tahun Terbit                : Pertama, Januari 2015

Jumlah Halaman          : 116 halaman

ISBN                           :  978-602-0989-12-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious.

Liam Finn bersama keluarganya pindah rumah. Setelah kematian ibunya, ayahnya memilik pekerjaan lain, dan memilih pindah rumah yang berada di atas bukit. Liam, ayahnya Mr. Finn, kakak perempuannya Kelly dan anjingnya Doolin pindah ke sebuah rumah yang kotor, karena sudah sekitar dua tahun tidak dipakai. Mr. Finn memilih rumah itu karena murah dan tinggal diperbaiki dan ditambah beberapa properti (halaman 10).

Tetapi sejak kedatangan mereka di rumah itu, Liam sudah mendengar dan melihat keanehan rumah tersebut. Liam merasa rumah ini selain tidak terawat juga terasa angker. Sejak hari pertama Liam mendengar bunyi-bunyian, erangan papan-papan lantai kayu, desain radiator dan desakan angin yang memukul daun jendela.

Suatu ketika dia melihat sebuah cermin di kamar mandi. Cerminnya berkabut. Kemudian tiba-tiba menjadi bersih dan bening. Kemudian ada sebuah kata tertulis di cermin. Tulisan itu terbalik, dan membentuk kata milikku. Dia takut dan pergi. Ketika bertemu dengan ayahnya yang selesai memotong rumput di halaman, dia ingin menceritakan pengalaman horornya, tetapi tidak jadi dan dia menyimpan ketakutannya sendiri (halaman 18).

Sebenarnya yang Liam rasakan bukan hanya takut, tetapu juga rasa penasaran. Dia bersama Doolin (anjingnya) menyelidiki rumah yang dia tempati. Dia ke ruang bawah tanah. Dia menuruni tangga, dan ada semacam panggilan agar Liam terus ke ruang bawah tanah. Kemudian dia melihat ada sosok yang melayang, tanpa suara, berwarna hitam bergerak ke arahnya yang membuatnya kaget. Akhirnya, dia berlari ke tangga, dan membanting pintu (halaman 29).

Penasaran Liam semakin menjadi dan Kelly pun begitu dengan temannya, Mitali Dristi. Mereka melakukan permainan Bloody Mary. Akibatnya, mereka memanggil Bloody Mary yang telah lama mati dan keluar dari cermin. Mengambil cincin mendiang ibu Liam, yang dijadikan kalung oleh Kelly.

Sejak saat itu mereka menceritakan hal itu kepada Mr. Finn. Mereka pun memutuskan untuk pindah rumah. Pelajaran dari novel ini adalah anak-anak tidak boleh sembarangan bermain apalagi yang bersifat ritual setan. Selain itu anak-anak harus diajarkan nilai-nilai tauhid sejak dini, agar tidak takut kepada setan yang juga sesama makhluk Tuhan. Buku yang menarik, selamat membaca!

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s