Time After Time

Apa Yang Akan Kau Lakukan, Jika Kembali Ke Masa Lalu?

Judul                            : Time After Time

cover Time After Time
cover Time After Time

Penulis                          : Aditia Yudis

Penerbit                       : Gagas Media

Editor                          : Nico Rosady & Jia Effendie

Tahun Terbit                : Cetakan I, 2015

Jumlah Halaman          : 280 halaman

ISBN                           :  978-979-780-789-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Waktu bisa saja mengelabuhimu. Mengambil yang kau inginkan. Menjauhkan yang kau impikan. Memberi yang pernah kau harapkan. Mendatangkan seseorang yang nyaris tak kau duga. (blurb)

Banyak orang yang memiliki kisah indah bersama orangtuanya. Tetapi, tidak sedikit pula manusia yang ditakdirkan tidak memiliki kenangan satupun dengan orangtuanya. Entah dengan ibunya, atau bapaknya, bahkan dengan keduanya.

Lasja Kirana adalah salah satu dari seorang yang tidak memiliki kenangan apapun dengan ibunya. Dia dibesarkan oleh ayahnya seorang. Dia tidak tahu bagaimana ibunya, wajahnya, fotonya saja tidak pernah ayah beritahu kepadanya. Ibunya adalah misteri.

Ketika ayah Lasja meninggal. Dia ingin mengungkap misteri ibunya. Dia ingin tahu, bagaimana ibunya, kehidupan ketika hidup berdua dengan ayah sebelum dia lahir. Mengapa ibunya meninggal?

Time After Time adalah salah satu novel timetravel series. Karena ini adalah novel perjalanan waktu, saya menyebutnya novel fantasi. Saya tertarik dengan novel seri perjalanan waktu, dan setelah membaca novel ini saya cukup puas.

kompas-188859

Cerita yang unik menjadi daya tarik novel keenam Aditia yang diterbitkan oleh Gagas Media ini. Perjalanan waktu dalam novel ini dengan media kompas. Soal pemilihan media kompas, Aditia pernah mengatakannya dalam note di facebook Gagas Media, “Sebenarnya pilih kompas karena waktu itu nggak sengaja sedang browsing dan melihat kompas antik yang unik, plus aku terinspirasi dari kompasnya Kapten Jack Sparrow di Pirates of Carribean.”

Selain unik, novel ini menyentuh perasaan pembaca dengan adegan-adegan salah paham antara ayah, ibu dan anak. Suatu hal yang kerap terjadi dalam sebuah keluarga. Namun, tentu saja bisa teratasi, asal mau musyawarah dengan kepala dingin. Mengobrol dari hati ke hati.

Novel ini juga menambah referensi pembaca tentang film-film timetraveler. Dalam novel ini pun dimunculkan tokoh lelaki yang suka membaca buku. Padahal kenyataannya jarang sekali laki-laki yang suka membaca. Mungkin ini harapan penulis, agar banyak lelaki yang kemudian menyukai membaca. Ya, dalam novel ini lelaki yang suka baca itu, diceritakan asyik kalau diajak ngobrol, dan banyak perempuan yang menyukai dia.

Ada beberapa quotes dalam novel ini salah satunya, “Hari yang buruk akan berlalu. Masa lalu punya tempat tersendiri, di belakang.” Yang memberi pengertian bahwa masa lalu, ada dibelakang. Tidak dilupakan, tetapi dijadikan pelajaran.

Ohya, setting novel ini adalah Surabaya tahun 80an. Cukup detail Aditia mendeskripsikannya. Saya bisa membayangkan, seperti melihat foto-foto Surabaya jadul yang pernah saya lihat di sosial media. Ada satu hal yang kurang dalam novel ini. Bagi saya, pertengahan buku, akhir novel ini sudah bisa ditebak. Tokoh-tokoh yang tidak jelas identitasnya, bisa tertebak. Namun, meski begitu kerja keras penulis, termasuk dalam mencari referensi harus dihargai dan diapresiasi. Karena itulah buku ini dengan kekurangannya (versi saya-dan itu hanya sedikit), tetap direkomendasikan untuk dibaca. Selamat membaca!🙂

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s