Kreativitas Tanpa Batas

Kisah Inspiratif Anak Bangsa Kreatif

Judul                            : Kreativitas Tanpa Batas

sumber: bentangpustaka.com
sumber: bentangpustaka.com

Penulis                          : Tim Kick Andy

Editor                          : Ikhdah Henny & Ayu Windiyaningrum

Penerbit                       : Penerbit Bentang

Tahun Terbit                : Cetakan I, November 2014

Jumlah Halaman          : 234 halaman

ISBN                           :  978-602-291-066-5

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kreatif berarti memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan. Di zaman modern ini, soal daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan pasti semua mata dunia akan tertuju pada negara-negara Eropa, Amerika dan Asia Timur, seperti Inggris, Amerika Serikat, Cina, Jepang dan Korea Selatan. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah tidak ada orang-orang kreatif di negeri tercinta?

Dalam buku yang berjudul Kreativitas Tanpa Batas yang ditulis oleh Tim Kick Andy mengungkap ternyata banyak orang-orang Indonesia yang kreatif. Buku ini mengisahkan 46 orang-orang Indonesia yang kreatif. Tidak hanya itu, kreativitas mereka juga berguna bagi banyak orang.

Seperti kisah inspiratif dari Calvin Kizana. Dia seorang pengusaha yang memiliki perusahaan pembuatan situs web, game, dan berbagai aplikasi. Perusahaannya itu sudah berusia 12 tahun, dan telah memiliki banyak klien dari dalam dan luar negeri. Perusahaannya pernah memenangi lomba se-Asia Pasific dengan menciptkan aplikasi pencari makanan.

Aplikasi ini sangat canggih, saking canggihnya aplikasi ini sampai gagal total ketika diluncurkan di Indonesia. Meski gagal, Calvin bangkit dan setiap sabtu-minggu bersama beberapa temannya membuat PicMix. Awalnya pembuatan PicMix hanya iseng. Setelah tiga bulan, akhirnya jadilah PicMix. Pic itu picture, Mix itu mixing. Keunggulan utamanya adalah menggabungkan beberapa foto di dalam sebuah frame atau foto collage. Meskipun begitu, aplikasi ini juga memberi kemudahan pada penggunanya untuk mengedit foto, memberi filter, menambahkan gambar atau stiker dan berbagi ke media sosial seperti Twitter dan Facebook.

PicMix mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Melihat PicMix mendapat banyak respon positif, akhirnya Calvin membuat keputusan gila yaitu meninggalkan perusahaan lamanya dan membangun start-up (halaman 6). Sejak diluncurkan pada Maret 2012, aplikasi ini langsung digunakan oleh satu juta pengguna hanya dalam waktu dua bulan.

PicMix mengalahkan Intagram yang membutuhkan waktu tiga bulan, Foursquare membutuhkan waktu satu tahun, dan Twitter membutuhkan waktu dua tahun untuk memperoleh satu juta user. Hingga tahun 2014 pengguna aktif PicMix sampai delapan belas juta orang. Penggunanya tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga Afrika selatan, Venezuela, Nigeria dan Amerika Serikat.

Kisah lainnya tentang Hamzah Izzulhaq. Enterpreuner muda berusia 20 tahun yang masih bertampang sekolahan tetapi telah menjadi pemilik bimbingan belajar atau bimbel Bintang Solusi Mandiri. Tidak hanya itu, Hamzah juga memilii bisnis kerajinan sofa bed di Tangerang yang bernama Picanto SofaBed (halaman 87).

Sukses yang diraihnya sudah dia persiapkan sejak dini. Sejak kelas 4 SD, dia sudah bekerja untuk menambah uang jajan. Mulai dari mengamen, ojek payung, sampai menjual koran dan petasan. Sebenarnya Hamzah adalah berasal dari keluarga yang ekonominya cukup. Ayahnya seorang dosen dan ibunya adalah guru SMP. Namun, sejak kecil ada keingina dari dirinya untuk hidup mandiri.

Pada tahun 2010 saat duduk di kelas 2 SMA, Hamzah mengikuti  seminar bisnis. Ternyata yang mengadakan seminar tersebut adalah owner bimbel Bintang Solusi Mandiri. Owner bimbel tersebut menawarkan kepada Hamzah untuk membeli bimbel tersebut seharga 175 juta. Setelah melihat prospek bimbel Bintang Solusi Mandiri yang sudah menghasilkan keuntungan, banyak dikenal orang, dan sudah ada pasarnya akhirnya Hamzah berniat untuk membeli bimbel tersebut.

Uang simpanan Hamzah hanya 5 juta, sedangkan uang orangtuanya menjual tanah satu-satunya untuk membeli mobil sebanyak 70 juta, dia pinjam untuk menambah kekurangannya. Karena tidak ada tambahan lagi, Hamzah nekad untuk menawarkan kepada owner bimbel tersebut untuk membayar 75 juta dulu, dan sisanya akan diangsur dari hasil keuntungan bimbel. Ternyata, ekspektasinya benar keuntungan bimbel per semester mencapau 50 juta, hingga pada akhirnya cicilan franchise sejak 2010 berhasil dia lunasi pada tahun 2012. Kini Hamzah memiliki lima cabang bimbel Bintang Solusi Mandiri yang tersebar di Jakarta dan Bekasi dengan jumlah murid masing-masing tempat mulai 150-300 anak. Sejak 2011 bisnisnya pun telah berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Hamasa berasal dari bahasa Arab yang berarti semangat.

Dengan demikian, buku 234 halaman  ini sangat sarat dengan harapan dan motivasi yang akan disalurkan kepada pembaca. Sebuah buku rekomendasi yang sangat inspiratif. Selamat membaca!

dok. pribadi
dok. pribadi

*dimuat di Jateng Pos 2 Agustus 2015

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s