Tujuh Mualaf Yang Mengharumkan Islam

Kisah Komandan Pasukan Penakluk Konstantinopel

Judul                            : Tujuh Mualaf Yang Mengharumkan Islam

cover tujuh mualaf yang mengharumkan islam
cover tujuh mualaf yang mengharumkan islam

Penulis                          : Tofik Pram

Penerbit                       : Noura Books

Editor                          : Kahfi Dirga Cahya

Tahun Terbit                : Cetakan I, Mei 2015

Jumlah Halaman          : 182 halaman

ISBN                           :  978-602-0989-38-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Jika membaca sejarah Islam awal hingga saat ini, jika disebut Konstantinopel pasti pikiran akan tertuju pada Sultan Mehmed II atau yang biasa disebut sebagai Al-Fatih. Dia adalah sultan dari Dinasti Ottoman yang mewujudkan nubuwwah Nabi Muhammad Saw bahwa Konstantinopel akan menjadi negeri Islam.

Dalam penaklukan Konstantinopel tentu saja Sultan Al-Fatih juga dibantu oleh orang-orang terdekatnya. Selain ulama seperti Syaikh Ahmad Al-Kurani salah satu ulama besar di zamannya dan ulama bidang fiqih, tarikh/ sejarah, astronomi, dan pengobatan Aaq Syamsudin (halaman 58). Ada pula dari anak yang terlahir Kristen, yang nantinya menjadi pejuang agama Allah.

Zaganos Pasha namanya, dalam penaklukkan Konstantinopel namanya jarang dikenal. Ahli sejarah berbeda pendapat tentang di mana dia dilahirkan, sebagian menyebutkan di Albania, Serbia atau bahkan Yunani. Pada zaman Sultan Bayezid (1389-1402) ada kebijakan wajib militer, mereka yang direkrut adalah anak-anak Kristen yang menjadi korban perang. Salah satu dari mereka adalah Zaganos.

Perekrutan wajib militer memasukkan mereka ke dalam pasukan yang bernama Yeniseri. Yeniseri dilatih menjadi tentara-tentara Muslim yang hanya takut kepada Allah. Menjadi singa Muslim di medan pertempuran. Mereka berperang karena Allah, bukan karena duniawi. Agama adalah inti moral dan pemantik semangat Yeniseri, dan divisi ini dibentuk dengan tujuan menyebarluaskan Islam. Karenanya, mereka sangat populer, bahkan dikenal orang miskin karena mereka memiliki kepedulian yang sangat besar.

Tentara adalah perisai bagi rakyatnya, dan pedang terhunus hanya bagi musuh Allah. Doktrin inilah yang menjadikan Zaganos menjadi seorang mujahid, juru taktik yang mumpuni dan seorang Muslim yang taat. Zaganos juga menjadi penasehat, mentor, guru, anggota dewan sekaligus pelindung Sultan (halaman 65).

sumber: colleen-kawaii.com
sumber: colleen-kawaii.com

Perannya dalam proses menjatuhkan Konstantinopel, sangatlah penting. Zaganos adalah pelindung Sultan dan penjebol tembok terkuat yang selama delapan abad tidak dapat ditembus. “Tidaklah kita datang ke tempat ini (Konstantinopel) untuk kembali, melainkan untuk mati syahid!” Ucap Zaganos Pasha ketika telah pecah perang, tetapi ada salah satu panglima yang berkhianat.

Sejak 6 April 1453 M mereka mendatangi Konstantinopel dan 29 Mei 1453 mereka menguasai ibukota Byzantium Timur tersebut (halaman 75). Kemenangan yang gemilang karena pemimpin yang terbaik Al-Fatih, Komandan terbaik Zaganos Pasha, dan pasukan terbaik Yeniseri. Dengan demikian, buku 182 halaman ini layak dibaca banyak orang, sehingga terinspirasi untuk menjadi Muslim yang lebih baik lagi. Selamat membaca!

dok. pribadi
dok. pribadi

*dimuat di Radar Sampit Jawa Pos Grup 2 Agustus 2015

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s