Nikaphobia

Mengatasi Ketakutan Untuk Menikah

Judul                            : Nikaphobia

dokumen pribadi
dokumen pribadi

Penulis                          : Yosi Al Muzanni

Penerbit                       : Javakarsa Media

Editor                          : Bayu Dwi Septiawan

Tahun Terbit                : Cetakan I, 2015

Jumlah Halaman          : 135 halaman

ISBN                           :  978-602-1690-06-2

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Menikah adalah hal yang dirindukan sekaligus ditakuti. Apa pasal? Belum mapan, biaya menikah mahal, setelah menikah takut tidak bebas lagi, menghambat karir dan sebagainya (halaman 18). Lantaran hal-hal yang ditakuti ini, menikah yang dirindukan pun akan diundur-undur waktunya.

Selain itu dalam buku karya Yosi Al Muzanni yang berjudul NikaPhobia, yang membuat ada hal lain yang membuat pernikahan menjadi menakutkan. Seperti, orang yang menikah memiliki tingkat kepuasan seks yang rendah dibanding orang lajang, menikah membuat wanita berisiko mengalami kekerasan fisik, dan lain-lain (halaman 42).

sumber: @vedhadwiz
sumber: @vedhadwiz

Menurut Yosi dalam buku ini, sebenarnya masalah ini memiliki solusi, yakni mengetahui dan memahami bagaimana agungnya syariat pernikahan. Yosi menyebutkan anjuran untuk menunaikan sebuah pernikahan di antaranya, melengkapi agama, menjaga kehormatan diri, bersetubuh dengan istri termasuk sedekah dan lain-lain (halaman 51).

Sebagai pelaku nikah muda, buku ini ditulisnya dari pengalamannya tersebut. Termasuk ditulisnya pula bagaimana cara agar orangtua merestui anak untuk menikah. Sebab, restu dan ridho orangtua itu sangatlah penting, karena menikah itu tidak hanya menyatukan dua manusia, tetapi juga menyatukan dua keluarga (halaman 73).

Dalam buku ini juga disebutkan berbagai alasan mengapa pro atau kontra dengan pernikahan dini. Selain itu, Yosi juga menjelaskan salah satu hal yang terkadang menjadi penghalang dua insan untuk menikah, yaitu perbedaan harakah Islam atau organsasi Islam. Sebenarnya hal ini dibolehkan dan bukan penghalang pernikahan, karena semua umat Islam itu bersaudara. Namun, yang perlu dipersiapkan jika menikah berbeda harakah adalah harus saling memahami dan lebih mementingkan Islam ketimbang persoalan harakah (halaman 105).

sumber: @vedhadwiz
sumber: @vedhadwiz

Buku ini layaknya buku tentang pernikahan lainnya, perbedaannya adalah buku ini banyak berdasarkan pengalaman penulis, utamanya sebagai pelaku nikah muda. Selain itu buku ini juga penuh dengan ilustrasi yang menarik, ini menjadi kelebihan buku ini. Buku yang direkomendasikan bagi Anda yang sudah saatnya menikah, namun masih ragu-ragu, silakan baca buku keren ini!🙂

6 thoughts on “Nikaphobia

  1. arip 11 Agustus 2015 / 03:02

    Obrolan yg sering saya geluti akhir-akhir ini, soal nikah.

    Suka

  2. ennylaw 11 Agustus 2015 / 23:45

    lucu ya ilustrasinya.
    jaman sekarang mw nikah emang rada susah. Klo orang tua jaman dulu mennyegerakan anaknya bwt nikah, orang tua jaman sekarang malah sukanya menghambat anakny nikah, hahha.

    Suka

  3. John 16 Agustus 2015 / 02:57

    artikel menarik , Afra

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s