Menanti Lelaki Dari Surga

Harta, Tahta dan Surga di Mata Lelaki

Judul                            : Menanti Lelaki Dari Surga

sumber: unsapress.com
sumber: unsapress.com

Penulis                          : Eko Hartono

Proofreader                 : Dang Aji

Penerbit                       : Penerbit Unsa Press

Tahun Terbit                : Cetakan I, Februari 2015

Jumlah Halaman          : 108 halaman

ISBN                           :  978-602-71176-4-8

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Sebagai penulis yang sudah dua puluh tahun malang melintang di dunia kepenulisan, Eko Hartono kembali dengan karya terbarunya yang berjudul Menanti Lelaki Dari Surga. Penulis satu ini sepertinya tidak ingin tua tanpa eksistensi di dunia literasi. Sebagai penulis produktif dan penuh prestasi, kali ini dia membukukan beberapa cerpennya menjadi satu buku yang diterbitkan penerbit Unsa Press.

Dua belas cerpen yang terkumpul dalam buku terbarunya ini sebagian besar telah dimuat di media cetak nasional dan lokal, seperti di Harian Seputar Indonesia, Harian Republika, Harian Suara Karya, Harian Solo Pos, dan Harian Minggu Pagi. Beberapa cerpen dalam buku ini ditulis dengan tema yang tidak muluk-muluk nan sederhana, sebagian sesuai realita yang ada. Sehingga mudah merasuk dalam pikiran pembaca dan pembaca pun seakan melihat langsung adegan-adegan yang ada dalam setiap cerpen Eko.

Seperti cerpen pertama dalam buku ini yang berjudul Permen dan Lukisan, berkisah tentang Parno yang biasa mewadahi air mata orang. Air mata orang-orang ini dijadikan permen oleh Parno. Selain itu Parno juga mengumpulkan serpihan hati orang yang sedang bersedih, yang kemudian serpihan hati yang dia dijadikan lukisan. Tentu saja, Parno dianggap aneh oleh banyak orang. Tetapi ternyata permen dan lukisan Parno laris manis karena memiliki pengaruh yang berbeda kepada siapa saja yang menghisap permen dan memandang lukisan Parno.

Permen dan lukisan Parno dijadikan alat oleh para kandidat kepala daerah untuk mengelabui para pemilih agar mereka tetap senang dan bahagia meski mereka dibohongi oleh kandidat kepala daerah yang terpilih (halaman 5). Cerpen ini sesuai dengan realita keadaan di Indonesia, yang meski pemimpinnya sering berbohong tetapi rakyatnya masih merasa suka cita. Cerpen ini sungguh kritik sosial yang halus namun kena.

Cerpen kritik sosial lainnya berjudul Bayi Dalam Masjid, yang berkisah tentang seorang perempuan muda bernama Nur yang dihamili oleh enam lelaki yang terkenal baik bahkan dianggap alim di desanya. Nur hamil dan ibunya ingin Nur menggugurkan anaknya. Nur tidak mau, dia sangat sayang kepada darah daging yang di kandungnya meski sebenarnya tidak dia harapkan. Ada keinginan untuk mengungkap kebenaran, namun dia takut tidak dipercaya karena pemerkosanya adalah lelaki yang terkenal baik. Bisa jadi dia yang akan dihina dan diusir dari desanya.

Akhirnya dia memutuskan untuk merawat kandungannya, hingga bayi itu lahir dan dia memutuskan menaruh anak itu di masjid. Sejak saat itu anak menjadi perbincangan banyak orang, karena lucu, manis dan cantik dan dicintai banyak orang (halaman 17). Cerpen ini pun dekat dengan realita yang ada, bahwasanya kadang orang bertopeng dengan kebaikannya agar bisa melakukan kesalahan demi kesalahan.

Beberapa cerpen dalam buku ini juga bertema religi atau islami. Seperti cerpen yang judulnya menjadi judul kumpulan cerpen ini, Menanti Lelaki Dari Surga. Cerpen ini tentang Raisya yang setia menunggu lelaki yang turun dari surga. Sebenarnya bukan turun dari surga, hanya saja lelaki yang ditunggu Raisya adalah lelaki yang baik dan sesuai dengan apa yang dia lihat di mimpinya. Beberapa lelaki datang, dan tidak seperti yang dia harapkan. Hingga dia hampir putus asa. Namun, dia tetap sabar dan menanti dengan terus taat kepada Allah. Hingga Allah pun mempertemukan dia dengan lelaki yang baik (halaman 66).

Menariknya lagi selain tentang kritik sosial, dan religi, jika ditarik semua cerpen dalam kumcer ini maka bisa disimpulkan bahwa temanya adalah lelaki dan persepsi mereka tentang harta, tahta dan surga yang diinginkannya. Tentang harta dan tahta bisa dibaca di antaranya dalam cerpen Bisikan, Perempuan Penunggu Suami dan Permen dan Lukisan. Sedangkan tentang surga atau wanita di antaranya ada dalam cerpen Bayi Dalam Masjid dan Menanti Lelaki Dari Surga. Dengan demikian, komplit sudah kumcer ini dan direkomendasikan untuk Anda baca, tidak hanya sekedar menghibur tetapi juga penuh makna. Selamat membaca!

dok. pribadi
dok. pribadi

*dimuat di harian singgalang 23 Agustus 2015

 

2 thoughts on “Menanti Lelaki Dari Surga

  1. John 27 Agustus 2015 / 21:39

    Info sangat menarik, sukses ya mas.. , Adrianne

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s