Meraih Derajat Ahli Ibadah

Rahasia Jalan Menuju Surga

Judul                            : Meraih Derajat Ahli Ibadah

sumber: www.nourabooks.co.id
sumber: http://www.nourabooks.co.id

Penulis                          : Al-Ghazali

Penerjemah                   : K.H. R. Abdullah bin Nuh

Editor                          : Lina Sellin

Penerbit                       : Penerbit Noura Books

Tahun Terbit                : Cetakan I, November 2014

Jumlah Halaman          : 106 halaman

ISBN                           :  978-602-1306-94-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Semua orang pasti mendambakan masuk surga. Tetapi, surga tidaklah murah dan mudah. Surga harus ditempuh dengan perjalanan yang berat penuh ujian dan halangan, serta jauh nan berbahaya. Tidak sedikit yang tidak mampu menempuh jalan menuju surga, masih diawal sudah menyerah. Apa sesungguhnya jalan menuju surga? Jalan menuju adalah ibadah kepada Allah.

Ibadah kepada Allah memang tidak mudah, perlu konsistensi diri dan kiat-kiat agar mampu mendaki tanjakan ahli ibadah. Dalam buku yang berjudul Meraih Derajat Ahli Ibadah, Imam Al-Ghazali menerangkan setidaknya ada tujuh macam tanjakan yang musti didaki oleh orang-orang yang menginginkan masuk surga.

Memulai bahasan tanjakan pertama, Al-Ghazali mengutip ayat 56 dari surat Al-Dzariyat, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Al-Ghazali menerangkan bahwa beribadah adalah amalan yang mulia di sisi Allah. Namun,  kemudian Al-Ghazali mengatakan bahwa ilmu lebih mulia daripada ibadah. Karena ibadah adalah buah dari ilmu. Dengan demikian, berilmu tanpa beribadah pun akan menjadi sia-sia, karena bagaikan pohon yang tak berbuah (halaman 16). Maka, tanjakan pertama bagi perindu surga adalah menuntut ilmu.  Karena dengan ilmu, maka akan mengetahui bagaimana tata cara beribadah.

Tanjakan kedua adalah bertobat. Tobat adalah perbuatan hati untuk membersihkan hati dari dosa dengan niat tidak akan mengulangi kembali karena mengagungkan Allah dan dimurkai oleh-Nya. Alasan mengapa harus bertobat adalah karena tentu saja manusia memiliki khilaf dan salah baik kecil maupun besar. Sebab, jika banyak dosa dapat menyebabkan kehilangan gairah beribadah. Maka, dengan bertobat, maka Allah akan memberikan taufiq, sehingga akan memudahkan dalam urusan ibadah. Al-Ghazali menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang mendorong untuk bertobat. Pertama, ingat kepada kejahatan dan buruknya dosa. Kedua, ingat akan hebatnya siksa Allah dan pedihnya dimurkai oleh Allah Swt dan keempat, ingat kelemahan diri dan kedurhakaannya kepada Allah (halaman 22).

Setelah bertobat kepada Allah Swt. tidak serta merta seseorang akan mudah dalam menjankan ibadah, karena masih ada rintangan agar dia tidak menjadi ahli ibadah. Al-Ghazali menyebutkan ada empat hal yang mesti dilakukan oleh perindu surga, yaitu menghindari dunia, menjauhi makhluk, memerangi setan dan menekan hawa nafsu. Al-Ghazali menjelaskan bahwa hawa nafsu memang sangat sulit dilawan. Berbeda dengan setan, nafsu bagi manusia adalah kendaraan dan alat. Namun, ibadah selamanya tidak pernah setuju dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah, sehingga cara menekan nafsu menurut Al-Ghazali adalah dikekang dengan kendali takwa kepada Allah Swt. Insya Allah, dengan begitu maka nafsu akan mudah diatur (halaman 42).

Selain penghalang, dalam beribadah juga ada gangguan yang musti dilawan oleh para perindu surga. Sebagaimana disebutkan oleh Al-Ghazali dalam buku ini ada empat perkara yang mengganggu ibadah, diantaranya khawatir tidak mendapatkan rezeki dan ujian penderitaan takdir dari Allah Swt. Untuk mengatasi gangguan dalam ibadah, maka Al-Ghazali menyarankan untuk melakukan empat hal, diantaranya tawakkal kepada Allah dan rela menerima takdir dari Allah Swt (halaman 57).

Meski berbeda jumlah halaman dengan buku Al-Ghazali yang berjudul Menyingkap Hakikat Perkawinan, buku ini lebih tipis namun tidak mengurangi manfaat yang Al-Ghazali tebar dalam buku yang padat nan berisi ini. Dalam buku ini, Al-Ghazali tidak saja membahas persoalan ibadah saja, tetapi juga macam-macam dosa, cara agar bisa menjadi muslim yang memiliki rasa khauf dan raja’ dan sebagainya.

Intinya, apa yang ditulis oleh Al-Ghazali dalam buku 106 halaman ini sangat bermanfaat bagi pembaca, tidak hanya di dunia, insya Allah juga di akhirat. Akhirnya, buku ini direkomendasikan bagi Anda para perindu surga, dengan harapan semoga bisa menjadi ahli ibadah yang masuk surga. Semoga!

dok. pribadi
dok. pribadi

*dimuat di Jateng Pos 13 September 2015.
*diikutkan Islamic Reading Challenge 2015  http://yukmembacabukuislami.blogspot.co.id/2014/12/islamic-reading-challenge-isrc-2015.html

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s