#SaveKPK #SavePolri Save Indonesia!

Mari Selamatkan Indonesia!

Judul                            : #SaveKPK #SavePolri Save Indonesia!

dok. pribadi
dok. pribadi

Penulis                          : Reno Muhammad

Penerbit                       : Noura Books

Editor                          : Novikasari

Tahun Terbit                : Cetakan I, Februari 2015

Jumlah Halaman          : 138 halaman

ISBN                           :  978-602-0989-44-0

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SD Muhammadiyah Bondowoso.

Sejak pra-pemilu 2014 kemarin, masyarakat terkotak-kotakkan menjadi dua bagian, pendukung Prabowo dan pendukung Jokowi. Bahkan, sampai sekarang pengkotakkan tersebut masih ada,  sehingga membuat persatuan masyarakat hampir memudar. Hanya masalah itu-itu saja yang dipikirkan, padahal masih banyak masalah lain yang lebih penting untuk dipikirkan dan diperlukan kerjasama antar masyarakat.

Masih teringat dalam ingatan awal 2015 lalu, tepatnya 16 Januari 2015 menjadi titik awal peristiwa silang sengkarut negeri ini berikutnya. Presiden Jokowi menerbitkan dua keputusan terkait pemberhentian Jenderal (Pol.) Sutarman sebagai Kapolri dan menunjuk wakil kepala Polri Komjen (Pol.) Badrodin Haiti untuk melaksanakan tugas, wewenang, dan fungsi kepala Polri (halaman xvii). Setelah pemberhentian Jenderal Sutarman, Jokowi mencalonkan Budi Gunawan  sebagai Kapolri berikutnya.

Setelah pencalonan, ternyata Komisi Pemberantas Korupsi menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka dengan dugaan terlibat transaksi mencurigakan atau tidak wajar. Budi Gunawan dijerat pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ada kabar, Budi Gunawan telah dicurigai KPK sejak Juli 2014, saat Bibit Samad Rianto masih menjabat sebagai ketua KPK (halaman 5).

Tak lama setelah penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka, polisi menangkap salah satu pimpinan KPK, tepatnya wakil ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto. Dalam perjalan pulang setelah mengantarkan anaknya sekolah, mobil Bambang diberhetikan Kapolsek Sukmajaya yang datang dengan 30 personel yang menumpang enam mobil dan sepeda motor Brimob menyergab Bambang (halaman 27).

Bambang ditangkap karena ada laporan dari salah satu kader PDI-P Sugianto Sabran. Sugianto mengatakan bahwa Bambang memberikan keterangan palsu dalam siding sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada tahun 2010 di Mahkamah Konstitusi (halaman 29). Setelah ditelusuri, motif Sugianto adalah balas dendam, karena keterangan Bambang waktu itu membuat dia gagal menjadi Bupati Kotawaringin Barat. Akhirnya, dia melakukan tuduhan pada Bambang, bahwa Bambang telah memberikan keterangan palsu (halaman 39).

Setelah dua kejadian tersebut jagad Indonesia kembali riuh dengan berbagai macam respon. Baik di dunia nyata ataupun dunia maya, dari politisi, artis dan masyarakat biasa memberi komentar atas kejadian tersebut. Masyarakat banyak yang menyebut bahwa ini usaha berkali-kali untuk menghancurkan KPK. Seperti dua perselisihan sebelumnya, Polri Vs KPK. Buaya Vs Cicak sudah dua kali terjadi, maka saat ini adalah jilid ketiga.

Sikap Jokowi yang cenderung slow respon  dan mencalonkan tersangka Korupsi menjadi Kapori, membuat kecewa banyak orang. Banyak pendukung Jokowi yang meminta agar Jokowi tegas dalam penegakan Korupsi, bahkan ada pendukung yang menarik dukungan kepada Jokowi.

Buku #SaveKPK #SavePolri Save Indonesia karya Reno Muhammad hadir bukan untuk memperkeruh keadaan. Tetapi untuk meluruskan, atau mengajak masyarakat untuk bersama menyelamatkan Indonesia. Penulis menyatakan bahwa dua institusi bernama Polri dan KPK sama-sama dibutuhkan oleh Negara. Maka sangat tidak bijak jika hanya salah satunya yang diperjuangkan atau diselamatkan.

Polri telah lama menjadi institusi yang menjaga keamanan dan ketertiban di Negara ini, begitu juga KPK meskipun masih baru ketimbang Polri telah menyelamatkan uang Negara setara dengan ongkos pembangunan dua juta rumah sederhana pada tahun 2004-2011. Tepatnya Rp, 153,3 Triliun. Jumlah yang sangat cukup untuk membangun 1,2 juta ruang kelas sekolah dasar, atau membuat 700 kilometer jalan (halaman 103).

Budi Gunawan selaku oknum dalam kepolisian bisa saja salah, karena telah melakukan korupsi atau mungkin kecurangan lain. Begitu juga Abraham Samad sebagai ketua KPK dan pimpinan KPK lainnya bisa saja melakukan kesalahan, Samad terbukti melanggar kode etik KPK karena menghadiri acara Mata Najwa Metro TV bersama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Jokowi yang sarat politis. Mereka berdua memang bukan malaikat, tidak hanya melakukan kebaikan. Karena mereka memiliki nafsu dan bisa saja berambisi untuk naik ke pangkat yang lebih tinggi (halaman 120). Meski begitu, masih ada orang baik dalam institusi tersebut, banyak malah.

Kesimpulannya, buku ini mengajak kita untuk menyelamatkan Indonesia. Dengan cara terus mengawal Jokowi dalam memimpin negeri ini dengan baik dan bijak. Meminta Jokowi menyelesaikan masalah ini, tidak hanya berpihak pada salah satu. Tetapi berpihak pada keduanya, agar sama-sama terselamatkan. Sehingga dapat membantu Jokowi melakukan janjinya untuk memberantas korupsi di negeri ini. Mari selamatkan Indonesia!

dok. pribadi
dok. pribadi

*dimuat di Kabar Madura 16 September 2015

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s