Ayah Edy Punya Cerita

Membangun Indonesia Dimulai Dari Keluarga

Judul                             : Ayah Edy Punya Cerita cover ayah edy punya cerita

Penulis                          : Ayah Edy

Editor                            : Laura Ariestitanty

Penerbit                        : Noura Books

Tahun Terbit                 : Cetakan terbaru, Maret 2015

Jumlah Halaman            : 304 halaman

ISBN                           :  978-602-7816-85-5

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Forum Lingkar Pena

Generasi muda adalah calon pemimpin bangsa. Mereka adalah yang nantinya bertanggung jawab atas berjaya atau bahkan hancurnya negara tempat mereka dilahirkan. Bila menyaksikan sejarah masa lampau, Inggris dan Spanyol adalah dua negara yang bersaing dalam berbagai bidang. Namun, kelak di masa depan-saat ini, Inggrislah yang paling merajai, sedangkan Spanyol tersungkur ke bawah. Apa sebab?

Salah satu sebabnya adalah budaya yang berkembang pada masyarakatnya jauh berbeda. Di Spanyol, budaya yang berkembang adalah budaya melankolis, telenovela yang sehari-hari mencecoki anak-anak dan generasi mudanya dengan kisah-kisah percintaan, perselingkuhan, saling menjatuhkan, pertengkaran, tipu muslihat, dan sebagainya. Sementara di Inggris adalah sebaliknya, kisah-kisah yang dibangun adalah budaya kepahlawanan dan petualangan sehingga jiwa generasi mudanya menjadi jauh lebih sehat dan selalu menyukai tantangan hidup (halaman VI).

Seorang pengamat pendidikan dari Amerika, Thomas Lickona menyebutkan ada sepuluh tanda-tanda kehancuran suatu bangsa. Jika diperhatikan dari sepuluh tanda-tanda itu, sudah terjadi di Indonesia saat ini. Seperti, meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan remaja dan masyarakat, pengaruh teman dan lingkungan melebihi pengaruh keluarga dan meningkatnya tayangan-tayangan di media massa yang merusak mental anak.

Dari tiga tanda ini mudah sekali kita temukan contohnya di negeri kita saat ini. Ada banyak video kekerasan remaja kepada teman-temannya sendiri yang tersebar di internet, bisa kita perhatikan bahwa keluarga saat ini sudah kehilangan pengaruh terhadap anak, dan sudah banyak yang merasa resah terhadap tayangan-tayangan di televisi yang merosak moral dan mental generasi muda.

Miris bukan? Tetapi, apa cukup dengan hanya merasa miris? Tidak cukup, karenanya selain itu maka harus dilakukan sesuatu. Solusi yang ditawarkan Ayah Edy salah satu pakar parenting di Indonesia adalah dengan slogannya yang terkenal, Indonesian Strong From Home, yang berarti menguatkan Indonesia dari rumah. Rumah ini maksudnya dari keluarga.

Mengapa harus dari rumah? Karena itulah yang terdekat dari kita. Perubahan dari rumah pun bukan langsung mengubah penghuni rumah. Namun harus terlebih dahulu mengubah kebiasaan buruk diri sendiri menjadi kebiasaan baik. Dengan begitu, insya Allah maka penghuni rumah yang lain pun turut akan berubah. Hal ini utamanya oleh orangtua. Karenanya, maka dibutuhkan pembelajaran tentang parenting sebagaimana dikatakan oleh Ayah Edy dalam bukunya, Ayah Edy Punya Cerita.

Dalam buku ini diceritakan ada peserta pelatihan parenting Ayah Edy yang mengatakan bahwa belajar parenting tidak penting, karena dulu orangtuanya tidak mengikuti pelatihan parenting tetapi bisa menjadikan anaknya jadi orang seperti dia. Bahkan, menurut peserta tersebut, Ayah Edy bisa menjadi praktisi parenting seperti sekarang padahal dulu orangtua Ayah Edy bisa jadi tidak belajar ilmu parenting.

Nah, karena pernyataan tersebut, Ayah Edy kemudian menyebutkan mengapa para orangtua harus mempelajari ilmu parenting. Setidaknya ada dua alasan orangtua harus belajar ilmu parenting. Pertama, karena naluri mendidik anak setiap orangtua berbeda. Naluri mendidik orangtua sebagian besar diwarisi turun-temurun dari orangtuanya.

Jika yang diwarisi adalah cara mendidik yang baik, ditambah dengan pola kepribadian yang seimbang, serta lingkungan yang baik pula, maka akan melahirkan pola mendidik yang baik bagi anaknya. Namun, hal ini tentu saja tidak didapatkan dari setiap orangtua. Ada orangtua yang diwarisi dengan pola mendidik yang tidak baik, maka pun akan mendidik anaknya dengan tidak baik.Dalam sebuah penelitian, beberapa pemimpin otoriter dan tiran seperti Hitler perilakunya adalah turun-temurun dari pola didik orangtuanya.

Alasan kedua, adalah karena kondisi lingkungan saat ini sangat jauh berbeda dengan zaman dahulu. Jika zaman dahulu, narkoba hanya bisa masuk ke kalangan elit, artis dan mahasiswa saja, namun saat ini pemakai narkoba di Indonesia sudah dimulai anak kecil. Nah ini berarti harus ada perubahan pola mendidik anak zaman sekarang. Hal ini sesuai dengan perkataan yang terkenal menantu Nabi Ali bin Abi Thalib r.a, “Didiklah anakmu sesuai zamannya.”

Dengan demikian, buku 304 halaman  ini sangat direkomendasikan untuk dibaca khususnya oleh para orangtua dan guru. Buku yang tidak hanyak berisi, namun juga menginspirasi. Semoga kehidupan bangsa ini semakin maju, dengan melalukan perubahan di dalam keluarga terlebih dahulu.

dokumen pribadi
dokumen pribadi

*dimuat di Harian Singgalang 15 November 2015

One thought on “Ayah Edy Punya Cerita

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s