Segarkan Hidupmu karya Syaikh Muhammad al-Ghazali

                                               Mengejar Akhirat Dunia Didapat

Judul                            : Segarkan Hidupmu

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Penulis                          : Syekh Muhammad al-Ghazali

Penerjemah                   : Taufi Damas & M. Zaenal Arifin

Editor                           : Dedi Slamet Riyadi & Qomaruddin SF

Penerbit                       : Zaman

Tahun Terbit                : Cetakan I, 2015

Jumlah Halaman          : 144 halaman

ISBN                           :  978-602-1687-46-8

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua Forum Lingkar Pena Bondowoso & Pegiat di Bondowoso Writing Community

            Dalam bukunya Dale Carnegie pernah menceritakan tentang Dr. Harold Habein (salah satu dokter ternama dari Mayo Clinic) menyampaikan hasil risetnya terhadap 176 eksekutif muda Amerika yang berusia di kisaran 44 tahun. Hasilnya sepertiga dari mereka menderita salah satu dari tiga penyakit yang diakibatkan oleh jaringan saraf yang terlalu tegang. Ketiganya adalah penyakit jantung, magh kronis, dan tekanan darah tinggi. Selain itu dalam riset lain bahwa satu dari sepuluh orang Amerika berpotensi mengalami kelumpuhan, karena rasa cemas yang selalu menyelimuti hidupnya (halaman 59).

            Sudah menjadi fitrah manusia, mendambakan sukses di dunia, kaya raya, titel dan pangkat yang berjubel, makan dengan makanan yang lezat saja dan sebagainya. Kesenangan dunia dicari di mana-mana, dikejar dengan cara apa saja, bahkan meski harus stres dan galau pun, kesenangan duniawi tetap diburu.

            Dalam Islam hal ini sejatinya tidak dibenarkan. Islam sebagai agama yang super lengkap mengatur kehidupan manusia, tidak menginginkan manusia hanya memikirkan kehidupan dunianya saja. Tetapi, juga memikirkan bagaimana nantinya kehidupan akhirat, akan menyenangkan dan sukseskah, atau malah menyedihkan dan gagal.

Tidak dibenarkan seorang Muslim yang sangat terobesi kepada dunia, harta dan kesuksesan material saja. Rasulullah mencela orang yang tamak dan rakus terhadap dunia  sesuai sabdanya, “Barang siapa menjadikan semua keinginanya hanya satu (akhirat), maka Allah akan mencukupi keinginannnya. Barang siapa keinginannya tercerai berai maka Allah takkan peduli di lembah mana ia akan binasa.”

Ada pula hadis Rasulullah yang semakna, “Barang siapa yang niatnya adalah akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan memberinya dunia meski hatinya tidak menginginkan. Ia akan selalu merasa kaya pada pagi dan sore hari. Tapi, barang siapa yang niatnya adalah dunia, Allah akan menjadikan kefakiran di pelupuk matanya, mencerai-beraikan urusannya, dan tidak memberinya dunia kecuali yang telah ditentukan untuknya.”

Menurut Syekh Muhammad al-Ghazali dalam bukunya Segarkan Hidupmu!, hadis di atas bermakna anjuran untuk menumbuhkan kedamaian batin dan mencabut akar-akar ketamakan manusia atas dunia dan penyesalan mendalam mereka ketika kehilangan dunia (halaman 60). Namun, sikap tidak berusaha untuk mencukupi kehidupan juga bukan sikap yang dibenarkan dalam Islam. Islam membolehkan manusia mencari dunia, karena di sana juga ada hak-hak hidupnya. Tetapi, harus diniati dengan benar dan tidak mencederai diri dan orang lain. Dengan kata lain Islam, sangat menginginkan kemaslahatan bersama.

            Syekh Muhammad al-Ghazali juga menyatakan bahwa Islam juga membolehkan pemeluknya untuk mencintai diri sendiri, karena tidak dapat disangsikan bahwa kehidupan dan peradaban manusia merujuk pada rasa cinta pada diri sendiri (halaman 230). Asalkan watak mencintai diri sendiri tidak  mencederai hak-hak orang lain sehingga tidak merugikan orang lain dan bahkan merusak alam juga lingkungan.

            Jika sikap keakuan telah mencapai taraf ekstrim, maka yang terjadi adalah kerusakan dunia. Saling menzalimi dengan mengambil hak-hak orang lain, saling membuka aib dan sebagainya. Karenanya, kehidupan Islami sangat mengatur bagaimana kehidupan bermasyarakat sesama Muslim, atau biasa disebut ukhuwah islamiyah.

Di dalamnya ada membantu orang lain dan pemberian zakat dan sedekah kepada yang berhak. Dengan melakukan kebaikan dan saling berbagi dengan orang lain, maka sikap egoisme yang memuncak insya Allah akan terkikis. Karena akan timbul kesadaran bahwa dunia adalah milik Allah, dan menyadari bahwa kehidupan di dalamnya tidak hanya persoalan pribadi namun juga ada hak-hak orang lain yang harus dipenuhi.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa Islam menginginkan pemeluknya untuk seimbang dalam menjalani hidup, tidak hanya berusaha mendapatkan kesuksesan dunia, dengan tidak melupakan mengejar kesuksesan akhirat. Karena, telah disebutkan bahwa mengejar akhirat akan memberikan kedamaian dan bahkan tercukupinya kebutuhan hidup. Sebuah buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh semua Muslim, agar mampu memaknai kehidupan dunia dengan jernih. Selamat membaca!

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Resensi ini dimuat di harian singgalang 10 Januari 2016.

Resensi ini diikutkan Islamic Translated Book Reading Challenge 2106

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s