Blogtour dan Giveaway 10 Kunci Rezeki Ala Sahabat Rasulullah

Judul                            : 10 Kunci Rezeki Ala Sahabat Rasulullah

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Penulis                          : Fauziah Rachmawati

Editor                           : Sri Noor Verawaty

Penerbit                       : Qibla, Imprint BIP

Tahun Terbit                : Cetakan I, 2015

Jumlah Halaman          : 240 halaman

ISBN                           :  978-602-0885-43-8

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Forum Lingkar Pena Bondowoso

Rasulullah ShallaAllahu ‘alaih wa Sallam adalah suri teladan utama setiap Muslim. Sebagai insan utama, semua yang beliau lakukakan seharusnya diikuti oleh ummatnya. Termasuk pula mencintai, siapa saja yang beliau cintai yakni para sahabat generasi awal Islam. Karena mereka sebaik-baik generasi Muslim, maka mereka pun layak untuk diikuti oleh Muslim akhir zaman seperti kita saat ini.

Dalam setiap kehidupan para sahabat generasi awal Islam banyak kehidupan yang bermakna dan menginspirasi, karena kehidupan mereka bersinggungan langsung dengan Rasulullah ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam. Setiap perilaku mereka langsung dikoreksi Rasulullah, jika menurut Rasulullah baik akan terus mereka lakukan. Bila sebaliknya, Rasulullah melarang mereka melakukan sesuatu, maka hal tersebut akan langsung mereka tinggalkan karena begitu besarnya sikap taat mereka pada Rasulullah.

Salah satu yang bisa kita teladani dari para sahabat generasi awal Islam adalah sikap dan cara mereka dalam berbisnis. Dalam buku 10 Kunci Rezeki Ala Sahabat Rasulullah karya Fauziah Rachmawati disebutkan 10 sahabat Rasulullah yang bisa kita teladani dalam hal berbisnis. Mereka tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga di akhirat.

Di antara mereka ada Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Amr bin al-Ash, Khadijah binti Khuwailid, Muawiyah bi abu Sufyan dan lain-lain. Dalam buku ini disebutkan tips, trik, manajemen bisnis ala mereka. Salah satu dan paling utama untuk kita ketahui lebih awal adalah niat mereka, niat mereka dalam berbisnis yaitu untuk mendapatkan Ridha Allah.

Selain itu, mereka adalah orang-orang yang jujur dan ikhlas, menaruh akhirat di hati dan menaruh dunia dan segala kekayaan mereka di genggaman mereka, mudah memberi dan bersedekah juga menjauhi riba. Jika disimpulan, beberapa hal inilah karakteristik bisnis mereka yang mengantarkan mereka sukses di dunia juga di akhirat.

Berikut saya cantumkan, percakapan inspiratif dari beberapa sahabat:

  1. Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali diceritakan suatu ketika Abdurrahman bin Auf RadhiyaAllahu ‘anhu ditanya, “Apa penyebab kemudahanmu dalam berdagang?”

Abdurrahman menjawab, “Ada tiga hal saja. Pertama, aku tidak pernah menolak tawaran untung meskipun sedikit. Kedua, aku tidak pernah menunda-nunda pesanan satu hewan pun dan ketiga, aku tidak menjual dengan cara riba.” (halaman 83)

2. Ketika Abu Bakar ash-Shiddiq RadhiyaAllahu ‘anhu dibaiat menjadi Khalifah, ada seorang wanita yang mengatakan, “Sekarang Abu Bakar tidak akan lagi memerah susu kambing kami.”

Abu Bakar mendengar perkataan wanita tersebut dan beliau pun berkata, “Tidak,           bahkan aku akan tetap menerima jasa memerah jasa susu kalian. Sesungguhnya, aku berharap dengan jabatan yang telah aku sandang sekarang ini sama sekali tidak mengubah kebiasaanku di masa silam.” (halaman 92).

3. Menjelang wafat Zubair bin Awwam RadhiyaAllahu ‘anhu mewasiatkan sesuatu kepada anaknya, Abdullah bin Zubair RadhiyaAllahu ‘anhu, “Jika engkau tidak sanggup membayar utangku, maka mintalah tolong kepada Tuanku.”

Abdullah pun bertanya, “Siapakah yang engkau maksud dengan Tuan?”

Zubair menjawab, “Allah, Dialah sebaik-baik pemimpin dan penolong.”

Lalu setelah itu Abdullah berkata, “Demi Allah, aku tidak pernah mengalami kesusahan dalam membayar utang, kecuali kau berkata, “Wahai penolong Zubair lunasilah utang Zubair,’ maka utang tersebut lunas berkah pertolongan Allah.” (HR. Bukhari) (halaman 115)

Buku ini saya kira anti mainstream, beda dari yang lain. Sepanjang pengamatan saya, buku-buku bisnis keislaman yang banyak terbit sebelumnya adalah tips dan trik bisnis dari Rasulullah ShallaAllahu ‘alaih wa Sallam. Nah, penulis buku ini, Mba Zie mencari hal lain yang belum ditulis oleh orang lain, yaitu karakteristik, tips dan trik bisnis para sahabat Nabi generasi Islam. Briliant!

Selain itu kelebihan buku ini juga diawali dengan tips dan trik memulai sebuah bisnis secara umum. Seperti menetapkan produk yang akan dijual, harganya berapa, dijual di tempat strategis dan lainnya. Jadi, buku ini menurut saya sudah lengkap dan bagus banget, saya tidak mendapati cela kecuali beberapa kesalahan ketik di dalamnya.

Satu hal lagi, jika saya boleh menyarankan dalam judul alangkah lebih baiknya setelah Nama Rasulullah ditambah shalawat ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam, memakai bahasa Arab lebih praktis. Hal ini, agar pembaca pun turut bershalawat ketika menyebut nama Rasulullah, karena ini sunnah. Ada sebuah penerbit yang secara sengaja tidak mencantumkan shalawat ketika ada penyebutan nama Rasulullah dan juga tidak mencantumkan RadhiyaAllahu ‘anhu ketika ada penyebutan nama sahabat. Namun, mereka sedari awal di halaman pertama telah menuliskan dan memberi saran kepada pembaca, agar bershalawat ketika nama Rasulullah disebut dalam buku yang dibaca. Semoga saran saya ini menyempurnakan kebaikan buku ini.

Gimana, penasaran dengan isi buku ini? Mau dapetin secara gratis? Ditambah dengan tiket gratis nonton Ketika Mas Gagah Pergi The Movie? Mau, mau, mau? Ikut giveawaynya ya! 🙂

ok

Yang ingin memiliki kesempatan untuk dapatkan buku keren ini secara gratis, simak-simak persyaratannya baik-baik ya!

  1. Memiliki alamat (rumah) di Indonesia. Nah, WNI yang domisili lagi di luar negeri boleh ikut kok, asal ada alamat di Indonesia.
  2.  Follow twitter @muhrasyidridho, @duniazie dan @Penerbit_BIP
  3. Follow blog ini, bisa via email, wordpress atau bloglovin.
  4. Sebarkan link Giveaway ini di semua media sosialmu. Khusus di twitter, mention @muhrasyidridho, @duniazie dan @Penerbit_BIP hashtag #10KunciRezekiAlaSahabatRasulullah
  5. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan nama, twitter dan kota tinggal, cukup sekali saja. Pertanyaannya adalaah: Kalau mendengar kata bisnis, apa yang terlintas di pikiranmu?
  6. Setelah selesai menjawab, segera tweet, “Saya sudah ikutan giveaway #10KunciRezekiAlaSahabatRasulullah Ayo yang lain ikutan! @muhrasyidridho, @duniazie dan @Penerbit_BIP

Giveaway ini diadakan mulai tanggal 14 Januari–20 Januari 2016 jam 12 malam  (cukup lama kan?) Nanti pemenang akan dipilih dari jawabannya ya, jadi jawablah sesuai prosedur, sebaik mungkin (unik, lain daripada yang lain), jangan asal dan jangan lupa berdoa 🙂

15 thoughts on “Blogtour dan Giveaway 10 Kunci Rezeki Ala Sahabat Rasulullah

  1. Lita Lestianti 14 Januari 2016 / 05:22

    Ingin kaya maka berbisnislah (berdaganglah).

    Bisnis yang barokah dg mengikuti jejak Rasulullah dan sahabat2 beliau dalam berdagang

    Lita
    @ly_lestem
    Malang

    Suka

  2. Mildaini 14 Januari 2016 / 05:25

    wah, belum pernah ikutan kuis cem ini, masih gaptek, hihihi

    Suka

  3. Mia Siti Aminah 14 Januari 2016 / 11:10

    baca buku ini inshaa Allah rezeki berkah, bisnis lancar..tips triknya beraura surga😀

    Suka

      • Nata Carol 20 Januari 2016 / 11:27

        Mbak numpang ya disini, aku ga bisa post komen hiks

        nama: Nata Carol
        twitter: Natacarol13
        domisili: Jakarta

        Kalau mendengar kata bisnis, yang terlintas di pikiranku adalah upaya meningkatkan finansial, seperti memulai usaha sendiri.

        Suka

  4. Gusti 15 Januari 2016 / 08:43

    Nama: Gusti A.P.

    Twitter: @onionkiddo https://twitter.com/onionkiddo (Harlem Ai Mizuki)

    Kota: Malang

    Jawaban: Mendengar kata bisnis, yang teringat adalah “Ladang amal”.

    Karena untuk beribadah dan beramal kita butuh duit. Sholat butuh duit buat beli dan jaga baju serta perlengkapannya bersih, puasa butuh duit biar bisa beli sahur dan berbuka (plus beli weker atau hape biar ada alarm biar bisa bangun hihihi), zakat dan haji apalagi, jelas. Bahkan agar syahadat ini tetap bergema di hati, kita harus menjauhkan diri dari kefakiran yang rawan menyebabkan kekufuran.

    Juga agar bisa menolong sesama saudara umat muslim yang butuh bantuan, kita butuh duit. Dan duit didapat dari: bisnis.

    Btw: saya bisnis bandeng, ngejualin produksi Bandeng Presto Tulang Lunak Bu Agus. Yang bikin ortu saya sendiri. Ohohohoho [iklan tak terselubung] xD

    Suka

  5. Naqiyyah Syam 15 Januari 2016 / 16:31

    Nama : Naqiyyah Syam
    Twitter : @Naqiyyah_Syam
    Kota : Padang

    Kata Bisnis? Menigingatkanku tentang jual-beli. Namun sistem jual-beli ini ada yang mengikuti syar’i ada yang batil. Tapi, aku memilih untuk berbisnis yang syar’i. Dimulai dari akad jual-belinya tidak berbohong dan sesuai kesepakatan. Jika, barangnya tidak layak, bisa jadi harga diturunkan.

    Aku pernah bisnis dan mengalami jatuh bangun. Kami sempat terlilit hutang yang cukup besar. Beruntung kami meminjam pada bank syariah, jadi hutang itu tidak sampai “mencekik” leher kami. Ini pelajaran berharga saat kami terjun ke bisnis ikan betutu di tahun 2006. Semoga kelak jika membaca buku ini makin “lihai” dalam cara berbisnis ala Rasulullah Saw, amin.

    Suka

  6. deeaavrilanza 15 Januari 2016 / 18:32

    Nama : Claudia
    Twitter : @deeaavrilanza
    Kota : Surabaya
    Jawaban :
    Yg terlintas di benak saya jika mendengar kata bisnis adalah provit atau biasa di sebut dengan laba/ keuntungan dmn org berbisnis kan pasti ingin memiliki laba yg besar, bukan begitu mas ridho?. Akan tetapi, cara untuk memperoleh provit tsb harus dgn cara yg tepat dan jgn terburu – buru kl org jawa bilang sih pelan – pelan asal kelakon ( perlahan – lahan asalkan bisa berjalan). Jika bisnis berjalan dgn baik, maka provit yg diperoleh juga selaras dgn pendapatan dr bisnis itu sendiri.
    Intinya jika ingin mendapatkan provit yg besar, maka berbisnis sesuai syar’i

    Suka

  7. Agus Setiawan 16 Januari 2016 / 03:07

    Nama Lengkap : Agus Setiawan
    Twitter : @ajhusstya
    Kota : Malang

    Berbicara tentang bisnis maka berbicara pula tentang jihad fisabilillah. Mengapa berbisnis juga dapat dikaitkan dengan jihad?

    Karena pada zaman para sahabat Nabi Muhammad SAW menyontohkan kita bahwa sejatinya daya dan upaya dalam bekerja semua kembalinya juga kepada Allah SWT. Ketika Nabi Muhammad SAW hendak berperang maka para sahabat akan membantu memberikan sebagian rezekinya dengan tidak tanggung – tanggung. Mereka meyakini bahwa hidup hanya sementara dan berderma di jalan Allah (jihad fisabilillah) lewat hasil atau laba bisnis akan terus tumbuh.

    Inilah dasar bahwa berbicara bisnis maka berbicara pula akan jihad pada agama. Bagaimana nilai – nilai empati sosial itu ditumbuhkan. Dengan menjadi muslim yang sukses secara finansial maka bisa menjadi salah satu indikator kejayaan umat Islam akan kembali dapat kita direngkuh.

    Berbisnis secara sukses menumbuhkan kebangkitan umat Islam. Lewat kesuksesan berbisnis, maka amal ma’ruf nahi munkar dapat ditegakkan secara kuat. Semoga kita senantiasa diberikan kelancaran dan kemudahan dalam meniti usaha dan bisnis demi jihad fisabilillah. Aamiin Ya Rabb

    ….
    Terima kasih Mas Ridho. 😊

    Suka

  8. Iyas 18 Januari 2016 / 03:29

    Kalau dengar kata bisnis, yang terlintas dalam benak itu tuh “wah… 9 dari 10 pintu rezeki”
    Guruku pernah bilang kalau berbisnis/berdagang itu merupakan 9 dari 10 pintu rezeki, Rasulullah SAW dan para sahabatnya sendiri yang mencontohkan secara langsung.

    Maka tak sedikitpun aku berkecil hati sedari SD (sejak masih malu-malu) sudah mulai berjualan macam-macam seperti permen cokelat, roti, gorengan, hingga pulsa. Bisnis pulsa yang masih jalan hingga saat ini, orang tuaku juga berdagang.

    Tak salahkan kalau mendengar kata bisnis maka yg terlintas itu “wah.. itu adalah 9 dari 10 pintu rezeki” dan “bisnis mengubah nasib dan kehidupan kita”? karena itulah yang kurasakan, itulah kenyataan. pelajaran berharga dari Rasulullah dan sahabatnya🙂

    thanks ya Mas Ridho🙂

    Suka

    • Iyas 18 Januari 2016 / 03:30

      Nama : Dias Shinta Devi
      Twitter : @DiasShinta
      Domisili : Bogor

      Suka

  9. nunaalia 18 Januari 2016 / 07:17

    nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Kalau mendengar kata bisnis, apa yang terlintas di pikiranmu?

    Bisnis itu usaha. Usaha kita untuk membuka pintu rezeki yang sudah ditentukan oleh Allah.

    Suka

  10. n0v4ip 20 Januari 2016 / 05:58

    Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Domisili : Medan
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/689686309950980097

    Kalau mendengar kata bisnis, yang terlintas dipikiran saya adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih yang topiknya biasanya seputar penanaman modal, pengembangan saham atau apapun yang bisa menguntungkan dan menghasilkan uang…😀

    Terima kasih ^^

    Suka

  11. Manshuri Yusuf 20 Januari 2016 / 12:51

    Nama : Manshur
    Twitter : @manshuri_yusuf
    Kota tinggal : Banjarmasin

    “Kalau mendengar kata bisnis, apa yang terlintas di pikiranmu?”

    Bisnis itu…
    Kegiatan yang identik dengan perniagaan atau jual beli. Banyak memang persepsi tentang bisnis, ada yang menganggapnya sebagai sarana mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, ada juga yang menganggapnya sarana untuk menjalankan roda kehidupan, dan juga ada yang menganggapnya sebagai sarana agar dapur tetap mengepul.

    Bisnis itu…
    Kalau bagi seorang muslim, bisnis itu selain sebagai pembuka pintu rezeki juga sebagai ladang ibadah, dan tidak sedikit yang menggunakan prinsip bahwa bisnis adalah bukan hanya tentang untung rugi, tetapi juga tentang surga dan neraka. Bahkan usaha mendapatkan pahala seperti berjuang di jalan Allah atau berjihad juga seringkali disebut dengan istilah berbisnis dengan Allah SWT, yang tentunya bisnis yang paling menguntungkan🙂.

    Suka

  12. Leny 20 Januari 2016 / 14:59

    yang terlintas dipikiranku saat mendengar kata bisnis yaitu, bisnis adalah berdagang yang seperti dilakukan Rasulullah saw untuk mendapat penghasilan yang bisa digunakan untuk memenuhi kehidupan kita sehari-hari dan sebagainya.
    Nama: Leny
    Twitter: @Lenny66677291
    kota: kalimantan selatan

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s