Tips N Tricks Haji dan Umrah karya Thabib Al-Asyhar

Panduan Asyik Haji dan Umrah

Judul                            : Tips N Tricks Haji dan Umrah cover Tips N Trick Haji dan Umrah

Penulis                          : Thabib Al-Asyhar

Penerbit                       : Mumtaz Publishing

Tahun Terbit                : Cetakan I, Mei 2015

Jumlah Halaman          : 182 halaman

ISBN                           :  978-979-1921-213

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Lulusan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso

Melaksanakan haji adalah dambaan semua muslim yang taat, dengannya ia akan sempurna melaksanakan lima rukun Islam. Meski berat, jauh dan mahal, tetapi hal itu bukanlah penghalang. Panggilan Allah menuju rumah-Nya, ingin segera disambut. Seperti ibadah lainnya, tentu sebelum melakukan haji perlu tahu ilmu bagaimana berhaji. Karena, begitu pentingnya ilmu sebelum amal, maka terbitnya buku Tips N Tricks Haji dan Umrah karya Thobib Al-Asyhar layak disambut.

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang panduan haji dan umrah. Bagi sebagian orang, belajar ilmu haji itu sulit. Karena, dalam pelatihan manasik ada beragam macam haji dari berbagai sumber, sehingga seringkali membuat calon jamaah haji kebingungan. Karenanya, Thobib dalam buku ini menyarankan untuk fokus mempelajari ibadah haji yang dimulai dengan umrah (wajib) terlebih dahulu dan mengakhirkan hajinya, yang biasa disebut haji tamattu’. Thobib juga menulis bahwa haji tamattu’ adalah hajinya orang-orang santai, sehingga pelaksanaannya dikenakan dam (bayar denda) beberapa ekor kambing (halaman 8).

Sistematika buku ini dibagi menjadi tujuh bagian atau bab. Mulai bab pertama hingga ketujuh saling berurutan dan mendukung sesuai tema buku panduan ini. Bab pertama membahas tentang persiapan berangkat ke tanah suci. Penulis menguraikan bahwa sebelum berangkat haji diperlukan persiapan, baik fisik, bekal, dokumen penting, dan manajemen isi tas dan koper. Selain itu, Thobib juga menyinggung bahwa shalat adalah kewajiban, karenanya dalam perjalanan ke Saudi Arabia, calon jamaah haji tetap wajib shalat di dalam pesawat (halaman 20).

Bagian kedua buku ini membahas tentang urutan haji, dimulai pembahasan tentang umrah terlebih dahulu, mulai dari start umrah, ihram umrah, thawaf, sai hingga tahallul. Kemudian membahas tentang haji, mulai dari start haji, ihram haji, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, kemudian muqim di Mina, lontar jamarat dan tahallul, tawaf ifadlah, sai hingga tahallul tsani (halaman 50).

Bab ketiga membahas cara agar ibadah menjadi lebih nyaman dan khusuk. Bahasan dalam bab ini diantaranya tentang mencari baju ihram yang nyaman dipakai seperti lembut, tebal dan tidak mudah rontok (halaman 53). Selain itu ada tips dari penulis agar shalat di Hijir Ismail dengan nyaman, agar bisa mencium hajar aswad, berdoa di depan Multazam dan Raudah, hingga persoalan apabila datang haid saat haji ataupun umrah.

Dalam bab keempat buku ini, penulis membahas cara agar hidup nyaman di tanah suci. Hidup nyaman di tanah suci ini bermaksud agar bisa khusuk dalam beribadah. Hal yang menyamankan misalnya terhindar dari kriminalitas yang bisa terjadi di sekitar masjidil haram, juga tentang menjaga selera makan saat di Tanah Suci termasuk juga agar tetap sehat selama beribah di Tanah Suci (halaman 86). Dalam bab ini, Thobib memaparkan cara-caranya.

Agar tidak jenuh selama di tanah suci, bisa juga melakukan wisata namun yang berenergi spiritual. Misalnya ziarah ke masjid dan gua bersejarah, seperti Jabal  Nur dan Gua Hira. Selain itu bisa juga berbelanja di Jeddah dengan memperhatikan jangan sampai berlebih-lebihan atau mubadzir dan juga bisa mengintip hukuman pancung yang ada di Tanah Suci (halaman 109).

Bab keenam buku ini membahas tentang alasan dan hikmah dari tiap-tiap ibadah haji, misal mengapa baju ihrah tidak dijahit, dalam bab ini dibahas tuntas. Sedangkan dalam bab ketujuh, penulis menceritakan pengalamannya saat melaksanakan haji, dari pengalaman senang, sedih, sampai lucu nan menggelikan, seperti kisah penulis yang ditaksir oleh pria yang berasal dari Benggali atau Bangladesh (halaman 172).

Buku ini ditulis dengan bahasa yang mengalir cenderung gaul, sehingga mudah dimengerti dan tidak membingungkan. Selain itu, buku ini juga terpercaya karena ditulis oleh orang yang bekerja di kementrian agama yang ilmunya tidak dapat disangsikan lagi. Inilah yang menjadi alasan saya, memberi judul resensi ini dengan panduan asyik haji dan umrah. Karena, buku yang isinya cenderung Berat  ini, bisa menjadi mengasyikkan. Hanya saja, saran saya jika buku ini diterbitkan ulang, lebih bagus lagi kalau foto-foto di dalam buku ini berwarna agar lebih menarik seperti buku bertema sama yang lebih dulu terbit yang berjudul Menjadi Muthawif Anda di Tanah Suci.

Meski ada kekurangan, buku  182 halaman ini layak Anda baca. Utamanya bagi Anda yang  sedang mengantri menuju Tanah Suci. Dengan harapan buku ini menambah bekal ilmu Anda untuk berangkat memenuhi panggilan Allah. Semoga!

Resensi Tips & Trick Haji dan Umrah di Kabar Madura 14 Januari 2016
dokumentasi pribadi

*resensi ini dimuat di Kabar Madura 14 Januari 2016

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s