Ketika Dhira Jatuh Cinta karya Nadhira Arini

Cara Ampuh Menghapus Galau

Judul                            : Ketika Dhira Jatuh Cinta              cover ketika dhira jatuh cinta

Penulis                          : Nadhira Arini

Editor                           : Yadi Saeful Hidayat, Dewi Ariyanti

Penerbit                       : Mizania

Tahun Terbit                : Cetakan I, Ferbruari 2015

Jumlah Halaman          : 316 halaman

ISBN                           :  978-602-1337-41-7

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pegiat di Bondowoso Writing Community

Melancong atau biasa disebut traveling, saat ini menjadi kegemaran banyak orang. Selain sebagai sarana merenungkan kekuasaan Allah, manfaat lain dari melancong adalah mampu menghilangkan galau sehingga membuat pelancong menjadi lebih fresh. Seperti kisah perjalanan Nadhira Arini keliling Eropa, yang dibuat menjadi buku yang berjudul Ketika Dhira Jatuh Cinta.

Dhira, begitu sapaan akrabnya merantau ke sebuah negeri di Eropa, Jerman untuk menuntu Ilmu. Suatu ketika dia merasa jatuh cinta kepada seseorang yang juga berada di Jerman. Dia merasa bahwa orang tersebut bakal menjadi suaminya, bahkan Dhira sempat menjadi secret adrimer hingga dia pun tersadar bahwa semua itu salah. Akhirnya, Dhira memutuskan untuk menyerahkan soal jodohnya kepada Allah, dan dia berusaha mengobati perasaan galaunya itu dengan melancong ke beberapa negara Eropa.

Bersama Rara (temannya), Dhira melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa seperti Belanda, Belgia, Swiss, Luksemburg, Spanyol dan lain-lain. Dari perjalanan ini Dhira mendapat suka cita dan juga sekaligus kesedihan atau bahkan ketakutan. Selain itu dia juga banyak menemukan hikmah bak keping-keping yang berserakan di atas jalan yang dia lewati.

Suatu ketika Rara menemukan pasangan lelaki bule dan wanita berkebangsaan Cina yang rasanya kurang cocok. Pasalnya, tampang lelaki bule itu ganteng dan tinggi. Sedangkan, wanita Cina pasangan lelaki bule malah sebaliknya, tidak pernah senyum, gaya make-upnya juga kayak nenek sihir, tidak merespon pembicaraan lelaki bule, intinya sangat menyebalkan. Tetapi lelaki bule terlihat sangat mencintai wanita Cina tersebut. Hikmah yang Dhira ambil adalah, pasangan seperti bisa saja tidak akan berumur lama. Karena tidak adanya saling pengertian, selain itu juga mengingatkan Dhira agar tidak suka membuat orang sebal atau agar Dhira tidak suka marah-marah. Karena, ternyata marah-marah itu tidak enak dipandang, Dhira pun membayangkan betapa tidak enaknya dia dipandang ketika dia lagi marah-marah (halaman 107).

Selain itu Dhira juga mendapatkan banyak contoh keluarga yang baik, seperti dia bertemu dengan seorang bapak, yang mengajak dua anaknya masih kecil (kira-kira usia 3 dan 6 tahun)  untuk melakukan traveling tanpa istri. Bapak itu terlihat sangat menyayangi dua anaknya, bapak menceritakan cerita kepada anaknya yang paling kecil dan anak yang lebih besar mewarnai buku-buku bergambar. Bapak itu sangat lucu dan ekspresif bercerita, sehingga dua anaknya tersebut pun tertawa. Dhira pun berharap dijodohkan dengan lelaki yang memiliki sifat dan karakter seperti bapak yang dia lihat di stasiun Oldenburg Hauptbahnhof, Jerman (halaman 74).

kleine scheidegg2
salah dua foto yang ada di buku, yang bersumber dari blog Dhira  www.nadhiraarini.com foto ini tampak keindahannya karena berwarna🙂

Di lain tempat Dhira menemukan hikmah yang berserakan, bertemu pasangan kakek-nenek yang romantis, sekaligus ramah dan suka mengobrol walaupun dengan orang asing dan berjilbab seperti Dhira dan Rara. Pasangan kakek-nenek asal Amerika itu merayakan hari ulang tahun pernikahannya dengan keliling Eropa dengan memakai kapal pesiar. Sangat romantis, dan ini yang didamkan oleh Dhira. Dalam perjalanan yang sama, Dhira juga bertemu dengan tour guide asal Thailand yang memasang muka sinis kepadanya. Entah kenapa, sebaliknya Dhira tidak membalas tatapan sinis si tour guide tetapi dia malah melakukan hal yang lebih ramah dan bersahabat. Akhirnya, pria asal Thailand tersebut pun bersikap ramah pada Dhira. Usaha Dhira berhasil (halaman 192).

Hikmah lain yang Dhira dapatkan di jalanan adalah tentang dia yang selalu diganggu lelaki daerah yang dia kunjungi. Hampir setiap daerah yang dia kunjungi, mesti ada lelaki yang berniat jahil padanya. Dia akhirnya tersadar bahwa benar kalau bepergian harus dengan mahram atau suami, itu agar bisa menjaga dia. Dia pun berdoa agar segera dipertemukan dengan pangerannya (halaman 282).

Tentu saja, selain hikmah yang berserakan di jalanan, Dhira juga mendapati daerah yang sangat indah dan unik, seperti pegunungan Alpen, pintu-pintu unik dan masjid legendaris di Cordoba. Meski ditulis dengan ala ngeblog bin curhat, pembaca akan menemukan banyak hal yang menghibur juga berhikmah dalam buku  316 halaman ini. Hanya saja, kekurangannya adalah foto yang tidak berwarna. Namun, kekurangan tersebut tidak mengurangi nilai-nilai positif dalam buku ini. Cocok dibaca bagi Anda yang galau, resah, gelisah dan sebagainya. Selamat membaca!

Resensi Ketika Dhira Jatuh Cinta di Koran Pantura 2 februari 2016

*pernah dimuat di Koran Pantura 2 Februari 2016

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s