Bullying, Siapa Takut? Karya Fitria Chakrawati

Cara Mengatasi Bullying

Judul                            : Bullying Siapa Takut? cover bullying siapa takut

Penulis                          : Fitria Chakrawati

Penerbit                       : Tiga Ananda-Tiga Serangkai

Editor                          : D. Kurniawan S.Si

Tahun Terbit                : Cetakan I, Februari 2015

Jumlah Halaman          : 96 halaman

ISBN                           :  978-602-7690-96-7

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Ketua FLP Bondowoso

Sudah jamak ditemukan baik di televisi, media cetak ataupun media sosial, berita tentang menurunnya moral generasi bangsa, salah satunya suka membully temannya. Baik berita tulisan, foto dan video. Bahkan bullying ini dilakukan oleh anak-anak dan baik anak laki-laki juga perempuan yang membully laki-laki ataupun perempuan. Sungguh sangat menyedihkan.

Dirujuk dari asal katanya bully, Bullying adalah perploncoan, penindasan, pengucilan, pemalakan, dan sebagainya. Bully adalah pelakunya, berarti penggertak atau pengganggu orang lain yang lemah (halaman 11). Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak, Bullying adalah kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri. Bullying dilakukan ketika ada hasrat dan kesempatan untuk melukai, menakuti, atau membuat orang lain merasa tertekan, trauma, depresi dan tidak berdaya.

Penulis beberapa buku anak Fitria Chakrawati, memperhatikan masalah bullying secara serius. Bullying memiliki dampak yang sangat berbahaya, seperti depresi, minder, malu dan suka menyendiri, luka fisik, merasa terisolasi dari pergaulan, prestasi akademik merosot dan lain-lain (halaman 15). Karenanya, dia pun membuat buku yang berjudul Bullying Siapa Takut?

Dalam bukunya ini disebutkan tanda-tanda bullying, yaitu terdapat ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan target. Biasanya pelaku melakukannya bersama gengnya, sedangkan target hanya sendirian. Selain itu terdapat keinginan untuk melukai, baik fisik maupun psikis. Membully juga cenderung berulang karena ini mirip candu, semakin tersiksa target semakin bahagia pelaku. Bullying juga biasanya berhubungan dangan ancaman dengan teror, agar target takut akhirnya tidak melaporkan ke orangtua atau guru.

Fitria juga menjelaskan bahwa ada tiga bentuk bullying. Pertama, fisik. Bullying ini bertujan untuk menyakiti tubuh target, misalnya menampar dan mengeroyok. Kedua, verbal. Bullying ini menyakiti dengan ucapan, seperti mengejek, membentak dan lainnya. Kedua bentuk bullying ini dilakukan secara langsung. Terakhir, psikis, yaitu menyakiti korban secara psikis seperti mengucilkan, mendiskriminasi dan lainnya. Bullying ini dilakukan secara tidak langsung (halaman 14).

Bullying bisa terjadi di mana-mana, sekolah, angkot bahkan di sosial media. Dengan itu Fitria memberi tips bagaimana mengatasi bullying yang bisa terjadi di mana saja. Pertama menghindari orang yang akan membully. Misal dengan mencari jalan alternatif yang tidak ada bully. Selain itu jika bullying terjadi di sekolah atau tempat di mana target mudah ditemukan, maka target harus keep calm atau santai. Dengan cara ini target terlihat tidak takut, sehingga kemungkinan bully akan tidak jadi melakukan rencananya. Selain itu, cobalan berlatih bela diri. Dengan bela diri maka target bisa lebih percaya diri lagi karena memiliki ilmu untuk membela diri (halaman 33).

Jika bullying terjadi di sosial media, misal ada foto memalukan target yang diposting di sosial media oleh bully. Berikut tips dari Fitria, pertama, berhenti menyalahkan diri sendiri. Karena ketimbang waktu hanya habis untuk menyesal karena teledor, lebih baik mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi. Kedua, buang rasa malu dengan melakukan kegiatan positif. Ketiga, berhati-hati ketika memakai sosial media, seperti selalu log out ketika membuka sosial media di warnet atau komputer yang dipakai oleh orang banyak (halaman 22).

Satu hal yang seringkali Fitria sebut dalam buku ini adalah mencari tahu dan memahami apa yang menjadi penyebab kita dibully. Dengan mengetahui penyebabnya, maka akan mudah mencari solusi untuk menghentikan bullying (halaman 86). Selain itu buku ini juga membahas berbagai macam bahasan bullying lainnya. Buku 96 halaman  ini ditulis dengan bahasa yang renyah dan mengajak pembaca berbicara. Selain itu buku ini dipenuhi dengan ilustrasi menarik sesuai tulisan dalam buku, hal itu karena memang buku ini ditujukan untuk anak-anak. Namun, buku ini juga direkomendasikan dibaca oleh para orangtua khususnya, agar bisa mencari solusi jika anaknya menjadi korban bullying. Selamat membaca!🙂

Resensi Bullying Siapa Takut Di Koran Pantura 2 Maret 2016

 

*dimuat di koran pantura 2 Maret 2016

4 thoughts on “Bullying, Siapa Takut? Karya Fitria Chakrawati

  1. resis supiyani 1 April 2016 / 14:32

    mau pesen buku ini gmn caranya?
    salnya di toko buku di kota saya tidak ada buku ini.
    saya sangat buth buku ini, untuk bahan penelitian

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s