Askperest; Hamba Cinta karya Adem Ozbay

Renungan Menjadi Muslim Sejati

Judul                            : Askperest; Hamba Cinta cover askperest

Penulis                          : Adem Ozbay

Penerjemah                   : Sumarsih C. Purbarani

Editor                           : Reza S. Nugraha

Penerbit                       : Zahira

Tahun Terbit                : Pertama, Juli 2015

Jumlah Halaman          : 254 halaman (Hard Cover)

ISBN                           :  978-602-3720-27-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SD Muhammadiyah Bondowoso

Menjadi muslim sejati, tidak semudah diucapkan. Ada proses yang dilalui dan ada ujian yang menghampiri. Seorang Muslim Turki berjalan menyusuri bumi Allah, mencari kesejatian hidup. Dia pernah sampai di gurun Afrika, hingga suatu ketika sampai di Amerika dan bertemu seseorang di sana.

Seseorang ini adalah orang yang banyak mengajarkan manusia Amerika tentang hakikat Allah. Dia mengajar tidak pilah-pilih, semua dia ajaa untuk mengenal Allah. Dari gelandangan, Negro yang terbuang,  hingga pecandu narkoba dan alkohol. Setelah tahu dia bertemu Muslim Turki, dia mengatakan bahwa Turki adalah negeri yang indah. Muslim Turki meski tidak banyak yang memakai atribut Islam, namun wajah-wajah mereka bercahaya.

Muslim Turki ini kemudian bercerita mengapa dia berkelana hingga Amerika. Lalu Muslim Amerika mengatakan, “Jika engkau ingin sampai pada Allah, hanya satu petunjuk yang harus kau miliki yaitu Allah itu sendiri. Hanya ada satu pintu yang harus kau ketuk, yaitu pintu Allah. Lalu, ada sebuah garis jelas yang menghubungkan manusia dengan Allah secara langsung. Itulah hati. Tujuh hari, dua puluh empat jam, setiap saat Dia ada di seberang garis itu. Gunakan hatimu, maka kau akan mencapainya. Kapan saja.” (halaman ix)

Akhirnya, Muslim Turki ini tersadar, bahwa mencari kesejatian hidup, mencari Allah tidak perlu jauh-jauh. Karena Allah dekat dengannya, dekat dengan seluruh hamba-Nya, mencari Allah dengan membuka hati. Dia merenungkan hal tersebut. Muslim Turki ini bernama Adem Ozbay, yang kemudian dia menulis buku hasil renungannya tersebut, dengan judul, Askperest; Hamba Cinta.

Buku renungan Adem ini sangat khas Turki yang bercorak sufi. Buku yang Adem tulis ini terdiri dari empat bagian, bagian pertama tentang perjalanan hamba cinta, bagian kedua tentang pemikiran hamba cinta, ketiga tentang penghayatan hamba cinta terhadap ayat-ayat kalamullah, dan keempat tentang kata-kata inspiratif hamba cinta.

Renungan Adem jika disimpulkan maka akan ada beberapa hal. Pertama, meyakini Allah adalah pemilik segala yang ada di semesta dunia. Dunia yang begitu luasnya ini seharusnya menjadi renungan bagi manusia akan kekuasan Allah sebagai Pencipta. Keindahan dunia, tubuh manusia yang sempurna, bahkan sebiji atom yang tidak kelihatan adalah kuasa-Nya. Dengan mengenali dan meyakini Allah maka segala gundah, resah dan galau akan hilang (halaman halaman 69). Dengan meyakini Allah ini, maka manusia juga tidak akan putus asa, karena ada yang Maha Besar yang menciptakan dan penuh kasih sayang serta maha pengampun (halaman 19).

Kedua setelah yakin bahwa Allah adalah penguasa. Maka sebagai manusia kita seharusnya selalu bersyukur atas banyak nikmat Allah. Allah memberi tubuh yang sempurna, salah duanya manusia memiliki hati dan akal. Karenanya, keduanya itu harus digunakan dengan baik-baik. Jangan sampai disia-siakan. Jangan sampai, otak kita menjadi murah karena tidak ada isinya. Syukurilah otak dengan membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan berpikir atas segala karunia dan kekusaan Allah (halaman 97).

Ketiga, menjadi muslim sejati dengan menjadi insan terbaik. Menjadi insan terbaik itu memiliki akhlak, etika, moral yang baik. Mencintai sesama manusia, dan juga meyakini bahwa setiap muslim adalah bersaudara (halaman 91). Persaudaraan muslim itu bagaikan bangunan, jika roboh maka harus saling bahu membahu untuk membangun kembali. Jika salah satu muslim, sakit maka harus dijenguk dan didoakan. Muslim yang baik juga tidak akan barbar dan melakukan kekerasan, karena Islam adalah agama damai sebagaimana artinya kedamaian.

Muslim yang baik adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk bersabar dan memaafkan kesalahan orang lain. Karena dua hal tersebut sangat dicintai Allah. Allah, maha pengampun dan pemaaf. Allah lebih suka memberi pengampunan ketimbang memberi hukuman kepada manusia asal manusia mau bertaubat (halaman halaman 77).

Terhadap harta kekayaan muslim sejati tidak akan menyia-nyiakannya dengan melakukan foya-foya yang berujung sifat boros yang tidak disukai Allah. Muslim yang baik akan membelanjakan hartanya di jalan Allah. Muslim yang baik akan memberikan sebagian harta yang dicintainya kepada anak yatim. Mereka meneladani Rasulullah yang mencintai anak yatim, dan menginginkan cinta Allah yang diberikan kepada pecinta anak yatim (halaman 85).

Dengan demikian, buku  setebal 254 halaman ini sangat berisi, penuh makna yang dalam.  Buku rekomendasi yang pantas untuk direnungkan oleh setiap Muslim, agar lebih memahami kesejatian hidup dan hidup menjadi muslim yang sejati. Semoga dan selamat membaca!
resensi buku Askperest di Malang Post 7 Mei 2016

*Dimuat di Malang Post 8 Mei 2016

3 thoughts on “Askperest; Hamba Cinta karya Adem Ozbay

  1. Bang Ical 11 Juni 2016 / 14:25

    Booklicious masuk seleksi tahap 1 GRCC, alhamdulillah Mas🙂

    Suka

      • Bang Ical 11 Juni 2016 / 14:33

        Salam Literasi!🙂🙂

        Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s