Bulan Terbelah Di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra

cover bulan terbelah di langit eropaMenyebar Keindahan Islam Melalui Novel

 Judul                            : Bulan Terbelang Di Langit Amerika

Penulis                          : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : Mei 2016

Jumlah Halaman          : 344 halaman

ISBN                           :  978-602-03-0545-5

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SD Muhammadiyah Bondowoso

Dunia terguncang dengan kejadian tak terlupakan pada selasa, 11 September 2001. Kejadian ini disebut Black Tuesday atau hari Selasa yang kelam, karena ketika itu dua pesawat dibajak oleh dua orang yang disebut beragama Islam untuk menghancurkan gedung WTC (World Trade Centre) di New York, Amerika Serikat.

Sejak kejadian tersebut banyak orang mengutuk Islam, dan memberikan stempel teroris kepada Muslim. Pembaca novel 99 Cahaya di Langit Eropa tentu tahu, ada seorang tokoh yang bernama Fatma Pasha keturunan Turki yang sulit mencari pekerjaan di Wina hanya karena di seorang Muslimah dan menjalankan kewajibannya menutup aurat (berhijab).

Hal ini disebut sebagai islamophobia yang sampai saat semakin menjadi-jadi, salah satunya karena kejadian 11 September. Untuk mengcounter kebencian tak berdasar tersebut, Hanum menerbitkan karya terbaru yang berjudul, Bulan Terbelah di Langit Amerika. Novel ini masih mengisahkan kehidupan Hanum dan Rangga di Perantauan.

Kali ini terfokus dengan kehidupan Hanum sebagai wartawan koran di Wina yang bernama Heute ist Wunderber dan Rangga sibuk dengan melanjutkan S3 dan kegiatan risetnya. Hanum mendapatkan tugas dari bosnya-Gertrude Robinsun, untuk meliput peringatan Black Tuesday di Amerika dengan tema Would world be better without Islam?

Awalnya, Hanum menolak tugas ini. Karena, tentu saja sebagai Muslimah dia tidak ingin melakukan sesuatu yang malah memojokkan dan menjelekkan agamanya. Namun, Gesturd memaksanya bahwa dengan dia melakukan liputan ini, maka dia juga bisa berupaya bahwa ternyata dengan Islam dunia akan menjadi lebih baik. Hanum mencoba merenungkan, dia berpikir, bahwa ini bisa menjadi agendanya sebagai agen muslim yang baik, hingga akhirnya dia setuju dengan rencana penugasannya. Ternyata, Rangga juga mendapatkan tugas dari Reinhard untuk ke Washington DC, untuk presentasi hasil risetnya tentang sedekah dan tugas utamanya untuk bertemu dengan Philipus Brown.

Maka terbanglah mereka ke Amerika Serikat dengan tugasnya masing-masing, juga keinginan ada waktu untuk senang-senang berdua. Hanum meliput demonstrasi pembangunan Masjid di Ground Zero. Dia berhasil bertemu dengan Jonas, pemimpin demonstrasi. Namun, demonstran tidak bisa diatur, sehingga terjadi bentrokan dengan polisi. Hanum berada di tengah-tengah kerusuhan, hpnya hancur, dan dia pun terluka. Sedangkan, Rangga masih menunggu dan tidak bisa menghubungi Hanum.

Hanum kemudian bertemu dengan malaikatnya, Julia Collins kurator museum 11 September.  Dia memberi Hanum tumpangan rumah untuk menginap. Tidak hanya itu, ini menjadi awal keajaiban bagi Hanum. Ternyata Julia Collins adalah seorang Muslimah keturunan Melungeon. Bahkan yang mengejutkan Hanum, Julia adalah salah satu korban kejadian Black Tuesday.

Julia memiliki nama Islam, yaitu Azima Hussein. Namun, nama itu tidak disukai oleh ibunya. Ibunya marah karena Julia masuk Islam ketika menikah dengan Ibrahim Hussein (Abe). Apalagi sejak ayahnya yang pendeta meninggal, ibunya semakin marah pada Julia. Sejak kematian Abe, ibu Julia ingin Julia kembali memeluk Kristen dan menanggalkan hijabnya.

Namun, kenyataannya Julia mengaku Kristen di depan ibunya yang terkena Alzheimer, dan tetap Muslimah di hatinya. Begitu pula soal hijab, Julia memakai wig dan menaruh untuk menutupi kepalanya sebagai ikhtiar masih menutup aurat di kepala. Dia juga selalu memakai pakaian yang tertutup.

Awalnya, Julia tidak mau menjadi narasumber bagi Hanum. Namun, setelah memikirkan ulang, akhirnya Julia mengiyakan. Bahkan, dengan menjadi narasumber inilah akhirnya apa yang dia cari selama ini hingga menjadi kurator di museum 11 September, dia temukan. Abe menjadi pahlawan bagi orang terkenal nan kaya raya di Amerika.

Adalah Philipus Brown, bos dari Joanna istri Jones. Joanna merekomendasikan Abe sebagai pegawai baru di perusahaan Brown. Nah, disinilah kisah bertaut. Pada saat 11 September 2001, Brown, Joanna dan Abe. Bertiga berusaha turun dan keluar dari perusahaan. Orang rebutun keluar, Abe mengusulkan alternatif memakai lift, namun akhirnya yang bisa selamat hanya Brown.

Di titik ini Brown menemukan jalan dan pandangan baru. Kekayaan yang dia cari selama ini, tak ada habisnya jika menuruti nafsu. Akhirnya, dia menjadi filantropis bagi masyarakat kekurangan khususnya di Timur Tengah. Meski Brown tidak memeluk Islam, namun Abe mampu mengubah cara pandang Brown terhadap Islam juga kehidupan yang dia jalani. Buku yang sangat direkomendasikan dan selamat membaca!

Resensi Bulan Terbelah di Langit Amerika di Jateng Pos 7 Agustus 2016

*dimuat di Jateng pos 7 Agustus 2016

2 thoughts on “Bulan Terbelah Di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra

  1. Hanum Rais 8 Agustus 2016 / 10:18

    Terimakasih Mas Ridho atas review Bulan Terbelah di Langit Amerika. Tunggu film bagian kedua di Bulan Desember 2016 ini. Jika diperkenankan mohon alamatnya dikirim ke redaksi hanumrais@gmail.com untk kami kirim beberapa cinderamata sbg apresiasi kami.
    Hanum Rais

    Suka

    • Muhammad Rasyid Ridho 8 Agustus 2016 / 11:45

      Sama-sama Mbak Hanum, semoga berkenan🙂

      Saya sudah mengirim surel ke alamat redaksi Mbak Hanum, terima kasih, sukses selalu dan semoga makin produktif ditunggu buku-buku selanjutnya.

      Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s