Blogtour dan Giveaway Alang karya Desi Puspitasari

IMG_9269

Judul                            : Alang

Penulis                          : Desi Puspitasari

Penerbit                       : Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit)

Tahun Terbit                : I, Juni 2016

Jumlah Halaman          : 235 halaman

ISBN                           :  978-602-947-4091

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

“Kamu bisa jadi orang, kalau keputusan yang kamu buat itu bulat,” ujar Rendy Saputra suatu ketika. Rendy adalah CEO brand busana Muslim ternama, meski dia hanyalah lulusan SMA saja. Dia memiliki keputusan yang bulat keluar dari ITB, ditambah aksi yang kuat dan tujuan yang jelas, akhirnya mampu melalui aral melintang hingga kini menjadi CEO.

Agak mirip dengan kisah fiksi karya terbaru Desi Puspitasari yang berjudul, Alang. Novel ini berkisah tentang tokoh utama yang bernama Alang. Bersahabat dengan Arif, April dan Mia. Alang adalah anak seorang tukang becak, meski begitu dia bukanlah orang yang malas. Dia tetap semangat belajar dan mau bekerja sampingan untuk membantu orangtuanya dan untuk membeli apa yang dia inginkan.

Arif anaknya pemalas, karena dia merasa hidupnya akan begini-begini saja. Arif adalah cucu seorang yang dianggap pemberontak PKI melalui kesenian. Sehingga, hidupnya sedikit terkutuk karena anggapan yang tidak benar kepada kakeknya tersebut dan tidak mau ada usaha lebih untuk memperbaikinya.

April adalah anak orang kaya, dia suka menulis puisi ketimbang belajar. Cita-citanya pengin menjadi sastrawan, namun orangtuanya tidak membolehkan, karena hal tersebut tidak akan membuat orang kaya. Sedangkan Mia adalah ketua kelas yang baru dekat dengan Alang ketika akan ada pertunjukan seni.

Berkat gurunya keseniannya, Alang menjadi menyukai musik. Awalnya menyukai recorder, kemudian menyukai musik. Ternyata, Alang sangat menyukai bermain gitar. Dia sering latihan bersama gurunya tersebut. Mengetahui Alang dekat dengan guru kesenian dan menyukai musik, bapaknya mulai tidak suka. Semacam ada rasa cemburu, bukan hanya karena merasa Alang lebih dekat dengan guru keseniannya ketimbang kepada bapaknya, tapi juga ada alasan lain.

Alang dan April merasakan ada yang lain antara hubungan pertemanan mereka, lebih spesial. Terlebih ketika mereka sering berlatih bersama untuk pertunjukan seni drama. April menjadi aktor dan Alang menjadi pemain latar musiknya. Mia yang menyukai Alang, cemburu dan akhirnya memaksa ikut dalam latihan. Sejak itu mereka semua semakin dekat.

Hingga menjelang akhir SMA Alang mencoba peruntungan beasiswa kuliah musik. Berkat ketekunannya belajar bersama guru keseniannya, akhirnya Alang lulus dan mendapatkan beasiswa kuliah di sekolah musik di Jakarta. Meski orangtuanya, tidak membolehkan Alang tetap berangkat.

Demi cita-citanya dia terus berusaha sekuat tenaga agar bisa terus melanjutkan hidup di Jakarta, untuk kehidupan sehari-hari dia harus bekerja berbagai macam sampingan, seperti menjadi sales. April yang terpaksa sekolah kedokteran, akhirnya memutuskan untuk berhenti. Dia memilih hidup menjadi penyair bersama teman-temannya yang biasa disebut sastrawan. Alang yang juga merasa bahwa dia banyak ketinggalan oleh teman-teman lainnya yang sudah banyak belajar tentang musik menjadi minder, belum lagi dia masih harus kerja. Dia akhirnya sering tidak kuliah, dan waktunya banyak habis untuk kerja dan menemani April.

Ketika April diketahui oleh orangtuanya kalau sudah tidak kuliah, akhirnya semua barang mewah dan uang saku distop oleh orangtuanya. Awalnya dia bertekad bisa meyakinkan apa yang dia pilih akan mendapatkan kekaguman dari orangtuanya. Namun, ternyata dia tidak kuat untuk hidup apa adanya, karena dia telah terbiasa hidup mewah. Akhirnya, dia harus pulang ke Madiun dan kuliah lagi di jurusan Ekonomi. Sedangkan, ditinggal April tentu saja akhirnya Alang menjadi galau, merasa kalau dia selama ini sia-sia menunggu dan menemani April selama kesusahan tidak punya uang.

Ini novel kedua karya Mbak Desi yang saya baca. Saya mengambil kesimpulan, karya Mbak Desi sederhana saja, dari yang dekat sekitar pembaca, bahasanya luwes banget, namun benar-benar ngena, jleb gitu deh. Karena memang nggak hanya menghibur, novel ini memberi pemahaman-pemahaman tentang pilihan hidup, tentang tanggung jawab, tentang pentingnya literasi, tentang bakat, tentang kerja keras, tentang sekolah juga tentang cinta.

Ada beberapa quote atau kalimat yang saya kira perlu saya bagi kepada Sahabat Buku:
1. Hidup ini keras dan kejam. Kau mengira hanya dengan banyak membaca, menulis, dan mendengarkan cerita maka semua permasalahan hidupmu mudah teratasi? (halaman 25)

  1. Kau tahu kenapa anak kita diberi nama Alang? Supaya tangguh, tegar dan kuat. Liar yang berarti tak mudah kalah oleh keadaan (halaman 28).
  2. April percaya bakat itu ada. Tapi, tidak semua keberhasilan terwujud karena bakat. April lebih percaya kalau pandai dan sukses itu diraih karena tekun dan kerja keras, ketimbang melulu menggantungkan diri pada bakat (halaman 40).
  3. Belajar itu sulit, Pak, tapi saya tidak mau menyerah (halaman 57).
  4. Semakin dini persiapan, akan semakin baik hasil akhir yang diberikan (halaman 73).
  5. Pekerjaan yang tidak memiliki masa depan hanyalah yang tidak diusahakan dengan sungguh-sungguh (halaman 77).
  6. Betapa orangtua gemar sekali membanding-bandingkan juga menuntut anak supaya berprestasi (halaman 109).
  7. Memiliki anak yang sukses adalah salah satu cita-cita orangtua (halaman 114).
  8. Makanya, sebaik-baik anak memang disekolahkan yang benar supaya cepat cari duit (halaman 115).
  9. Bapak merasa permintaannya tak pernah dituruti, namun setiap anak pasti memiliki keinginan sendiri yang tak selalu sesuai dengan harapan orangtua (halaman 138).
  10. Menjadi dewasa memang perihal berani mengambil keputusan dengan segala risikonya (halaman 153).
  11. Kau sendiri yang mengambil keputusan, maka yang menjalani dan bertanggung jawab atas hidup yang kau pilih adalah dirimu sendiri (halaman 154).
  12. Jatuh cinta barangkali memang membuat orang-orangnya menjadi bodoh (halaman182).
  13. Mimpi itu hanya untuk seorang pemenang, bukan pecundang (halaman 195).
  14. Barangkali, itu pulalah mengapa istri disebut sisihan, yang menyanding atau yang mendampingi. Kehadirannya da untuk mendampingi (halama 200).
  15. Orang-orang gagal adalah mereka yang bersemangat hanya pada awalnya saja. Keinginan kuat itu, akan menurun seiring berjalannya waktu-mereka sadari atau tidak (halaman 205).
  16. Omongan seringkali tidak dapat dipegang, tindakan adalah solusi pembuktiannya (halaman 212).
  17. Di atas langit akan selalu ada langit. Lalu apa manfaatnya kami sombong dan tinggi hati? (halaman 213).
  18. Kesuksesan itu bukan jalan yang singkat. Kecuali kamu adalah anak seorang yang sangat kaya, selebihnya kamu harus jatuh bangun berdarah-darah menempuh jalan seni yang terjal .
  19. Barangkali benar, jatuh cinta bisa membuat orang tidak bisa mengendalikan diri (halaman 221).

Nah, penasaran dengan lanjutannya? Alangkah baiknya langsung baca novelnya, biar lebih seru! Hehe…. Atas kerjasama dengan penulis Mbak Desi Puspitasari dan Penerbit Mahaka Publishing, ada dua buku Alang yang akan dibagi dalam giveaway kali ini. Simak persyaratannya baik-baik ya!

  1. Memiliki alamat (rumah) di Indonesia. Nah, WNI yang domisili lagi di luar negeri boleh ikut kok, asal ada alamat di Indonesia.
  2.  Follow twitter @muhrasyidridho, @Puspitadesi @bukurepublika
  3. Follow blog ini, bisa via email, wordpress atau bloglovin.
  4. Sebarkan link Giveaway ini di semua media sosialmu. Khusus di twitter, mention @muhrasyidridho hashtag #Alang
  5. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan nama, twitter dan kota tinggal, cukup sekali saja. Pertanyaannya adalaah: Berikan alasan yang menarik kenapa kamu pengin membaca buku ini?
  6. Setelah selesai menjawab, segera tweet, “Saya sudah ikutan GA #Alang yang lain ikutan yuk!” dengan mention @muhrasyidridho & @Puspitadesi

Pemenang ada kewajiban mereview novel #Alang di media sosial, bisa catatan fesbuk, namun diutamakan di blog yaa.
Giveaway ini diadakan mulai tanggal 15 Agustus-21 Agustus jam 12 malam.  Cukup lama kan? pemenang akan dipilih dari jawabannya ya, jadi jawablah sesuai prosedur, sebaik mungkin (unik, lain daripada yang lain),akan ada 2 pemenang yang akan mendapat buku keren ini. Jangan lupa berdoa ya!  13886255_10209981244188054_584386197980351640_n

*

Saya ucapkan terima kasih yang banyak kepada para Sahabat Pecinta Buku yang sudah ikutan GA Alang ini. Jawabannya asyik-asyik dan semua saya suka, bikin saya bingung siapa yang jadi pemenang 😀

Terima kasih sekali lagi yang banyak ya bagi semua peserta GA, maaf saya harus memilih salah tiga dari kalian menjadi pemenang.

Dengan berbagai pertimbangan, saya memilih yang menurut saya paling  dan inilah satu peserta GA Alang yang beruntung :

andthewinneris

Pida Alandrian, @PidaAlandrian92, Aceh

Hendi Setiyanto, @hendisetiyanto, Banjarnegara

Selamat bagi pemenang silakan kirim email ke penulispembelajar@gmail.com dengan subjek Pemenang GA Alang. Di tubuh email tulis nama lengkap, alamat lengkap dan no hape ya. Semoga buku segera sampai dengan selamat dan kamu nggak bosan untuk membaca dan mampir ke blog ini:)

Bagi yang belum menang, jangan bersedih hati,  semoga beruntung di giveaway berikutnya ya🙂

22 thoughts on “Blogtour dan Giveaway Alang karya Desi Puspitasari

  1. ali shodiqin 15 Agustus 2016 / 02:36

    kereen nih reviewnya,… pengen baca bukunya jadinya…

    Suka

  2. adindilla 15 Agustus 2016 / 10:17

    Saya tertarik membaca buku ini karena 2 hal:
    1. Saya suka membaca dan sedang belajar memperbaiki meresensi novel dengan sudut pandang yang menarik .
    2. Saya ingin mengenal penulis bernama Desi Puspitasari melalui karyanya.

    Nama: Hapudin
    Twitter: @adindilla
    Kota: Cirebon

    Suka

  3. Hendi Setiyanto 15 Agustus 2016 / 10:55

    Hendi Setiyanto/@hendisetiyanto/Banjarnegara

    kenapa pengin membaca buku ini?

    Karena sepertinya kisah Alang dan April ini sangat umum sekali alias familiar sering terjadi pada kehidupan sehari-hari anak muda, termasuk saya sendiri.

    Sehabis lulus sekolah, saya pun pernah mencicipi kehidupan kota Jakarta. Padahal saat itu orang tua sebenarnya agak kurang setuju untuk pergi merantau ke Jakarta. Mereka berdua ingin agar anaknya usaha saja di rumah karena kebetulan di depan rumah ada sebuah ruko. Namun jiwa muda saya saat itu malah memberontak. Saya nekat pergi ke Jakarta selama kurang lebih 4 bulan.

    Bekerja pada sebuah perusahaan yang membuat voucher isi ulang pulsa berupa kartu yang digosok. Bekerja dari jam 8 pagi hingga 8 malam. Belum lagi saat kebagian shift malam yang hanya punya jatah tidur 1 jam. Saat itu hidup rasanya tak seindah saat masih jaman sekolah. Kangen keluarga, kangen kenyamanan saat di rumah, hidup yang teratur dan terjamin.

    Saat itu saya menyewa sebuah kontrakan sederhana yang diisi 5 orang (teman) dan tidur berbantal tas dan beralas tikar. Ternyata bayangan Jakarta tak seindah yang dibicarakan orang-orang maupun seindah saat menonton di televisi. Apalagi saat sakit dan jauh dari rumah, rasanya itu sangat menderita saat itu. Hingga saya pun hanya betah 4 bulan tinggal di Jakarta dan memutuskan pulang kampung dan menuruti keinginan orang tua untuk membuka usaha di kampung.

    Kini setelah beberapa tahun berlalu, mimpi saya pun berubah. Sudah hampir 2 tahunan ini saya punya hobi baru yaitu menjadi seorang travel blogger (amatiran) dan lagi-lagi orang tua pun kurang setuju dengan hobi baru saya ini. Pernah suatu waktu saya berbohong saat hendak mendaki gunung sindoro di Temanggung. Saat itu saya pamit untuk berkemah di sekitar kebun teh namun nyatanya saya malah sampai puncak gunung sindoro dan pulang badan rasanya remuk. Namun kebohongan itu membuat saya lebih bisa menaklukan ketakutan2 yang selama ini masih membelenggu (sisi positifnya).

    Mungkin karena masih berjiwa muda sehingga terkadang keinginan kita bertentangan dengan kehendak orang tua. Sama seperti kisah Alang dan April yang juga masih berdarah muda dan juga punya banyak cita-cita yang terkadang terbentur dengan kehendak orang tua mereka masing-masing.

    Sepertinya buku ini sangat menarik dibaca untuk kami-kami ini yang masih bergelora dan berjiwa muda dan terkadang kenyataan dan angan2 memang tak seindah yang dibayangkan. Kita harus terpaksa menerima kenyataan jika hidup tak seindah saat masih jaman sekolah. Justru hidup dimulai setelah kita lulus sekolah dan bersinggungan langsung dengan dunia kerja yang terkadang tak seindah yang dibayangkan.

    Cerita seperti ini akan selalu relevan dibaca sampai kapan pun selama jiwa muda dalam mencari jati diri itu masih ada.

    Suka

  4. Ratnani Latifah 16 Agustus 2016 / 08:30

    Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Domisili : Jepara

    Alasan kenapa ingin membaca buku ini

    Pertama karena saya dasarnya suka membaca sehingga selalu tertarik jika melihat buku baru, salah satunya buku ini.

    Kedua karena tertarik dengan tema yang diangkat. Di mana penulis menyajikan tentang pilihan hidup antara harus mengikuti keinginan orangtua atau meraih harapan yang disuka–khususnya tentang literasi. Jadi mengingat diri sendiri ketika di awal menulis pernah ditentang dan saya tetap memaksa.

    Ketiga saya ingin mengenal penulis lewat karyanya. Bagaimana dia mengeksekusi ide sederhana ini menjadi cerita yang berbeda. Bagaimana menciptakan tokoh yang hidup juga tentang penjabarana settingnya.

    Keempat Ingin tahu pesan apa yang disampaikan penulis melalui kisah ini.

    Kelima Karena memang belum pernah membaca buku karya Desi Puspitasari jadi sangat penasaran ingin membacanya.

    Keenam, judul dan covernya manis menjadi tambahan poin sendiri ketika melihat buku untuk ditimbang antara membacanya atau tidak.

    Suka

  5. Deria Anggraini 17 Agustus 2016 / 03:59

    Nama : Deria Anggraini
    Twitter : @derxreads
    Domisili : Jakarta Pusat

    Jawaban :
    Pertama kali tertarik sama buku ini karena covernya, nggak terlalu simple dan nggak terlalu berlebihan, pas aja. Terus sama judulnya yg satu kata, jujur aku nggak tau awalnya kalau Alang ternyata nama tokoh utama dalam novel ini.
    Terus setelah baca review yg diberikan, kisah Alang ini mirip dgn kisahku. Alang yg ingin mengejar cita2nya namun org tuanya tidak menyetujuinya.

    Aku SMK kelas 12, ngambil jurusan pariwisata. Setelah lulus orang tuaku ingin aku mengambil kuliah dgn jurusan pariwisata, karena sesuai dengan jurusan yg kuambil pas SMK, tapi aku sadar passionku bukan disana, aku pengen kuliah jurusan sastra. Tapi org tuaku terus2an bujuk aku biar ngikutin kemauan mereka, karena katanya masa depanku akan lebih terjamin kalau ngambil jurusan pariwisata. Jadi aku skrg bingung kedepannya hrs gimana.

    Aku tertarik sama buku ini karena kisahku dengan Alang hampir sama. Aku ingin tau bagaimana Alang menghadapi orang tuanya yg tdk setuju dgn cita2 Alang (yg mungkin bisa aku contoh), trs aku ingin tau gimana Alang bisa bertahan hidup di kota Jakarta yg keras ini. Aku suka kisah yg mengajarkan tentang hidup kayak gini. Aku tertarik ingin baca buku ini, karena aku ingin bisa menjadi Alang, aku ingin belajar sprti Alang yg berani meraih cita2nya dgn ketekunannya dan kerja kerasnya. meski dilarang orang tuanya.

    Suka

  6. elyhumairoh 17 Agustus 2016 / 19:03

    Nama : Syarlaili Humairoh
    Twitter : @elyhumairoh
    Kota Tinggal : Mataram, NTB

    alasan saya tertarik karena penasaran karena telah membaca reviewnya jadi ingin membaca semuanya, rasa penasaran yang membuat saya ingin membaca buku tesebut kemudian ingin mengambil pelajaran mengenain pemahaman-pemahaman tentang pilihan hidup, tentang tanggung jawab, tentang pentingnya literasi, tentang bakat, tentang kerja keras, tentang sekolah juga tentang cinta seperti yang dikatakan bapak Muhammad Rasyid Ridho.
    Dari buku kita dapat belajar dan memahami apapun yang terkandung dalam buku tersebut sehingga dapat menjadikan kita pribadi yang baik atau mengintropeksi diri. buku tidak hanya menjadi jendela dunia, tetapi buku juga dapat menjadi sahabat, kawan dikala kita memilih sendiri tidak di dalam keramain, hanya berdua bersama buku karena itu buku adalah sahabat terbaik.

    Suka

  7. Alyani Shabrina 17 Agustus 2016 / 22:19

    Nama: Alyani Shabrina Heriestyawati
    Twitter: @alyanishab
    Domisili: Badung, Bali

    Jawaban:
    Alasan pertama kenapa ak pengen banget baca bukunya karena ak penasaran dengan kelanjutan kisah alang yang di review di blog ini #nahlo kak tanggung jawab *pilih aku jd pemenangnya ya kakk* wkwk
    Terus penasaran juga bagaimana gaya sang penulis bercerita karena buku ini bukanlah buku perdana yang dia terbitkan sehingga pasti sudah memiliki gaya penulisan tersendiri.
    Yang ketiga karena kalau aku jadi pemenangnya aku punya kewajiban mereview buku ini. Asikkkk kebetulan hobi aku menulis dan ak paling senang mereview buku seseorang. Jadi ak nggak akan keberatan sama sekali melakukan itu. Yang keempat, wkwk aku pengen nambah koleksi buku di lemari aku, kan lumayan kalau bisa menang give away ini, uang saku nya bisa disimpen buat keperluan kuliah, maklun baru jadi mahasiswa hihihi *loh kok curcol*
    Yang kelima, aku berharap bisa membaca sampai slesai kisah alang bersama teman-temannya dan memiliki buku ini, semoga bisa jadi salah satu yang terpilih sebagai pemenangnya. Sukses terus buat kak penulis dan kakak pemilik blog ini 💙

    Suka

  8. shespicaforest 18 Agustus 2016 / 06:57

    Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Domisili: Bekasi

    Kenapa tertarik mmbaca buku ini?
    Karena apapun cerita yg berhubungn dgn dunia kuliah selalu menarik minat saya. Bisa dibilang saya sama Alang 11-12. Saya anak yatim dari kecil sekali dan bercita2 ingin kuliah demi berusaha dan berkeyakinan bisa mrubh nasib saya.
    Saya yg hanya dibesarkan oleh orang tua single parent, yg bhkan untk makanpun pas2an, sulit sekali meraih keinginan saya untuk kuliah. Segala macam cercaan dari keluarga besar, apalgi masyarakt sekitar sering saya dengar. Bikin saya nangis tiap malam. Namun krena saya optimis dan brkat dkungan guru2 saya di SMA, saya pun bisa kuliah di negeri dgn biaya yg super murah.
    Ada bnyak sekali masalh2 pelik yg dihadapi sbgai seorang mahasiswa, apalgi jika mnyangkut masalah keuangan. Saya tentu sangat memahami perasaan Alang dan tentunya juga saya yakin hasil yg akan didapatkan diakhir akn sebanding dgn usaha tangis berdarah2 kita.
    Ingin mengenang kembali saat2 sulitnya kuliah dgn mncari uang jajan melalui beasiswa disna-sini. Ingin memvisualisasikn kmbali hidupku yg warna-warni di dunia perkampusan dalam sosok Alang. Tentunya dgn bumbu2 cinta yg selalu ad dalam setiap kjadian.
    Terima kasih

    Suka

  9. boemisayekti 18 Agustus 2016 / 12:38

    Nama : Sayekti Ardiyani
    alamat : Magelang
    twitter : @sayektiardiyani

    pengen baca buku ini karena belum pernah baca bukunya mbak Desi. Selama ini diam-diam baca cerpen2nya di blognya. asyik. bahasanya mengalir, dan deskripsinya menghayutkan….. semoga dapat buku ini, amin.😀

    Suka

  10. nunaalia 20 Agustus 2016 / 06:20

    nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Berikan alasan yang menarik kenapa kamu pengin membaca buku ini?

    Membaca review Bang Ridho, menurutku buku ini penuh pembelajaran tentang perjuangan untuk mewujudkan cita-cita, keinginan juga passion. Hal yg layak untuk disimak dan diambil ilmu dan hikmahnya buat para orang muda yg masih mencari jati diri, untuk bisa belajar banyak dari buku ini. Karena itu penasaran pengin tahu seluruh kisahnya, biar nggak hanya tahu setengah-setengah.

    Semoga berjodoh dengan buku ini.

    Suka

  11. Yohana Siallagan (@MrsSiallagan) 20 Agustus 2016 / 09:35

    Yohana/@MrsSiallagan/Siantar

    Kenapa saya ingin membaca ini? Saya sangat penasaran dengan kisah Alang sang tokoh utama bersama April, bagaimana mereka menghadapi orangtua yang tidak menyukai jurusan yang kita suka. Bagaimana cara Alang mengakhirinya? Apakah dia akan menyerah dengan keadaan atau tidak? Melalui buku ini semoga saya terinspirasi dengan sosok Alang karna saya juga sangat menyukai kesenian yang sayang ditentang oleh orangtua saya.

    Suka

  12. AgustinWahyuni 20 Agustus 2016 / 09:58

    Nama : Agustin Wahyuni
    Twitter. : @agustinwahyuni7
    Kota tinggal : Jombang

    Jawaban :
    Karena saya suka karya-karya tulis mbak Desi, tapi setiap beliau menerbitkan buku baru, saya selalu dalam keadaan bokek. Saya suka karya tulis mbak Desi karena genre tulisannya selalu ringan dan klasik. Mbak, mohon dibaca dan dipertimbangkan untuk saya jadi pemenang giveaway ini. Tanggal 24 Agustus saya ulang tahun, lho. Hehe, ini akan menjadi kado terindah di ulangtahun saya 😳

    Suka

  13. Wiwid Nurwidayati 20 Agustus 2016 / 14:41

    Nama : Wiwid Nurwidayati
    Twitter: @WiwidNurwidaya1
    Kota tinggal : Batam

    Alasan ingin memiliki buku INI adalah

    Jika saya yang terpilih menjadi pemenang maka buku ini adalah buku pertama saya karya mbak Desi Puspita. Hobi saya juga me review buku buku bagus Di blog saya.

    Saya sangat menyukai buku yang diangkat dari kisah kisah sederhana yang bertebaran disekitar kita, karena saya seolah ikut merasakan Dan seolah menjadi bagian Dari mereka. Empati saya semakin terasah dengan hikmah yang ingin disampaikan oleh novel atau buku tersebut.

    Membaca sekilas review yang telah ditulis diatas saya menebakjika kisah diatas tentang jiwa- jiwa muda yang sedang mecari jati diri. Mereka sedang Di ambang gejolak semangat yang membara untuk mencapai cita Dan cinta sesuai dengan yang dirasakannya.

    Mbak Desi yang bukan penulis pemula, says yakin sudah mempunyai karakter sendiri dalam meramu tulisan agar menarik.

    Saya ingin mengetahui bagaimana Mb Desi mengemas konflik Dan menyelesaikan konflik itu dengan manis Dan adil.

    Suka

  14. Noer Anggadila 20 Agustus 2016 / 14:59

    nama: Noer Anggadila
    twitter: @noeranggadila
    kota tinggal: Probolinggo

    Pertanyaannya adalaah: Berikan alasan yang menarik kenapa kamu pengin membaca buku ini?

    jawanban: 1. karena saya lagi suka dengan novel berlatarkan sekolah terutama masa SMA, karena pada masa itu banyak sekali hal-hal baru yang akan terjadi pada hidup kita, mulai dari pencarian jati diri, kisah cinta, dan masa-masa dimana para anak kelas 12 kebingungan untuk meneruskan sekolah atau bekerja, kalau bekerja mau bekerja apa dan kalau sekolah mau lanjut sekolah dimana, udah mulai pusing untuk mengatur masa depan. Cerita para remaja yang akan saya rasakan juga tentang kebingungan mencari bakat dan minat, apa yang seharusnya saya tekuni dan saya tinggalkan. Dan juga antara menuruti pilihan orang tua atau diri sendiri, yang masing-masing memiliki konsekuensinya, Mungkin novel ini bisa membantu saya mencari inspirasi untuk kedepannya.

    Suka

  15. Pida Alandrian 21 Agustus 2016 / 04:36

    Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Kota Tinggal : Aceh

    Pertama kali melihat judulnya langsung penasaran, ada di balik sebuah tulisan ALANG. kenapa penulisnya lebih memilih judul Alang, dari pada kalimat atau pilihan kata yang lain. (dr sini membuat saya benar2 penasaran)
    Judul yang unik, bahkan saya tidak pernah terpikirkan kata ini sebelumnya. kalau saya yg menulis kata ini mungkin akan terasa aneh bagi saya, tapi sewaktu saya melihat judul dibuku ini, membuat saya bertanya2. Siapakah Alang? apakah sosok orangkah? atau nama sebuah daerah kah? Ataukah nama budaya daerah2 yang belum terekspos.

    Namun, saat saya membaca reviewnya diblog ini, membuat saya tahu akan jawaban dr pertanyaan saya. bahwa Alang adalah sosok orang yang merupakan tokoh utama yang ada dibuku ini, benar2 unik sekali untuk pemilihan namanya.

    Kehidupan seperti yang di alami Alang, April, bahkan Mia yang ternyata menyukai Alang, tidak jauh berbeda dengan yg ada di kehidupan kita sehari-hari.

    Saya ingin sekali (kalau mendapat kesempatan) membaca buku ini. saya ingin mengetahui bagaimana kelanjutan kisah perjuangan hidup Alang setelah ditinggal oleh April. Perjuangan hidup seorang Alang yang jarang masuk kuliah krn lebih memilih menemani April, tp April malah meninggalkannya plg kampung.
    Istilahnya seperti, ada maunya saja berteman dengan kita, tapi ketika hidup sama-sama susah malah pergi, bukannya malah saling satu sama lain untuk sama2 berjuang.

    Saya penasaran cara penulis menuangkan ide2 kreatifnya untuk cerita si Alang ini. bagaimana perjuangan hidupnya? bagaimana dgn kedua orang tuanya? Bagaimana dgn kuliahnya? dan bagaimana dgn kehidupan2 lainnya Alang yang pasti akan dikupas habis dan diceritakan sampai tuntas di buku ALANG ini.

    Sekian. Alasan saya ingin membaca novel ini.
    Semoga kisah Alang dapat menginspirasi kita semua yang dapat berkesempatan membaca buku ini.

    Salam Pida Alandrian

    Suka

  16. Dito Anurogo 21 Agustus 2016 / 13:20

    Nama: Dito Anurogo
    Twitter: @drDito
    Kota tinggal: Semarang

    Saya ingin membaca buku “Alang” karena:
    1. ingin mengetahui filosofi kehidupan ditinjau dari perspektif yang bernuansa.

    2. Dari resensi singkat yang telah saya baca, tampaknya ada pelbagai faktor X yang membuat jalan kehidupan ini penuh tragedi dan problematika. Nah, saya ingin lebih memahami faktor X itu dengan mendapatkan dan membaca buku ini.

    3. Ingin meresensi “Alang”, agar hikmah yang terkandung di dalam buku ini dapat mencerahkan masyarakat, terutama netizen.

    4. Ingin bertemu dengan penulisnya, mengetahui rahasia suksesnya, mewawancarainya, lalu menuliskan kisah inspiratifnya di blog saya.

    5. Saya seorang dokter umum, penikmat sastra, dan menyukai puisi. Jadi tampaknya buku ini “chemistry”nya nyambung banget dengan diriku. Terasa langsung “klik”, dan agak gimana gitu.

    Suka

  17. Heru W 21 Agustus 2016 / 13:43

    Nama : Heru Widayanto

    Twitter : @heru_dlover

    Kota tinggal : Sidoarjo

    Alasan saya ingin membaca buku ini :

    Tertarik dengan keberanian penulis menampilkan tokoh Arif yang berlatar belakang keturunan warga yang dicap terlibat ormas PKI (mungkin Lembaga Kesenian Rakyat).

    Selepas tragedi politik dan ideologi yang membawa korban ratusan ribu anak bangsa, para praktisi seni dipaksa membuktikan diri bersih dari partai pemberontak yang gagal melakukan kudeta itu.

    Tak jarang para seniman yang hingga hari tuanya tidak bisa membuktikannya, dan akhirnya bernasib seperti para eks tapol.

    Tidak banyak pula penulis yang berani mengangkat ide dari peristiwa paling kelam dalam perjalanan sejarah bangsa kita.

    Salam bahagia,
    (Heru)

    Suka

  18. Asep Nanang (@asepnanang59) 21 Agustus 2016 / 14:19

    Nama : Asep Nanang
    Twitter : @asepnanang59
    Domisili : Jambi

    Alasan kenapa ingin membaca buku ini.
    Saya suka membaca dan meskipun hidup tak pernah memberi bahu untuk bersandar. Saya yakin Mbak Desi memberikan karya yang bagus untuk dibaca…
    Saya juga sedang belajar membuat review buku loh,

    Suka

  19. rinspiration95 21 Agustus 2016 / 16:13

    Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali

    Membaca review ini, jadi kembali inget ke masa-masa SMA yang penuh dengan pengalaman yang menarik. Baik, buruk, tapi tentu saja sangat dirindukan. Kisah cinta lebih tepatnya friendone dan jatuh bangun meraih mimpi membuat kisah ini makin ‘dekat’. Aku suka baca cerita-cerita menginspirasi seperti ini. Quote-quotenya juga nacep banget! Sebelumnya aku belum pernah baca tulisan kak Desi, semoga bisa dipertemukan lewat buku ini

    Suka

  20. Ana Bahtera (@anabahtera) 21 Agustus 2016 / 16:21

    Nama : Ana Bahtera
    Twitter: @anabahtera
    Domisili: Aceh

    Jawaban:
    1. Karena aku juga punya persahabatan seperti kisah Alang. Sama-sama ingin mengapai cinta dan terlibat cinta diantara sesama.
    2. Karena ingin mengetahui seperti yang dsampaikan riviernya tentang pemahaman-pemahaman akan pilihan hidup, tentang tanggung jawab, tentang pentingnya literasi, tentang bakat, tentang kerja keras, tentang sekolah juga tentang cinta.

    Suka

  21. Pida Alandrian 5 Oktober 2016 / 08:18

    Hai kak..
    Aku mau nanyak nih.. Untuk GA Alang ini aku belum terima buku Alang-nya sampai sekarang😦
    kira2 knpa ya kak??

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s