Korean Cool Karya Euny Hong

cover-korean-cool

Inovasi Korea Menjadi Penguasa Dunia

Judul                            : Korean Cool

Penulis                          : Euny Hong

Penerjemah                   : Yenni Saputri

Editor                           : Starin Sani & Baiq Nadia Yunarthi

Penerbit                       : Bentang Pustaka

Tahun Terbit                : Pertama, Januari 2016

Jumlah Halaman          : 284 halaman

ISBN                           :  978-602-291-105-0

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SD Muhammadiyah Bondowoso

Bila dulu Nokia mengatakan bahwa Android seperti semut merah yang mudah diinjak dan mati, namun ternyata fakta berkata lain. Justru saat ini android lebih berjaya sedangkan Nokia turun drastis penjualannya. Ya, android yang dipakai oleh Samsung akhirnya mengalahkan dominasi Nokia di dunia elektronik-telekomunikasi ponsel pintar, bahkan kemudian perusahaan China pun mengekor Samsung menggunakan android.

Bila menilik sejarah, Samsung tidak seterkenal sekarang. Dulu, nama Samsung pun sering diplesetkan menjadi samsuck. Namun, perubahan drastis terjadi pada Samsung, perusahaan ini menjadi besar dan diperhitungkan di pentas dunia. Hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada upaya kolektif antar bangsa Korea. Begitulah, yang diharapkan oleh Presiden Kim Dae-jung pada tahun 1998.

Begitupun dengan Korea, jika ditilik masa lalu, era 1980-an Korea tidak seterkenal saat ini. Banyak orang yang tidak tahu Korea itu di mana, bahkan orang luar Korea misal Eropa dan Amerika tidak bisa membedakan antara Korea dan China atau Jepang. Jadi, kalau tidak dikatakan orang China, ya dipanggil orang Jepang. Begitulah yang dirasakan oleh penulis buku Korean Cool, Euny Hong ketika sempat tinggal di Amerika (halaman XII).

Namun saat ini siapa yang tidak tahu Korea (Selatan), hal ini berkat invasi budaya pop ke seluruh dunia yang dimulai sejak Presiden Kim Dae-jung. Sejak tahun 1980-an Korea berusaha sekuat tenaga untuk mengentaskan kemiskinan, dan tahun 1997 ada penghalang besar yaitu krisis keuangan yang melanda Asia yang dimulai dari Thailand dan Korea tidak terkecuali (halaman 93). Sehingga, Korea pada masa Presiden Kim Young-sam itu, harus berhutang pada IMF $57 miliar (sekitar 750 triliun). Namun, Korea sungguh mengagumkan, karena mampu melunasi hutang tersebut pada tahun 2001 atau 3 tahun lebih awal sebelum jatuh tempo.

Bagi orang Korea, hari permohonan hutang dinyatakan sebagai hari memalukan nasional. Saking malunya, dan ditambah energi Han (marah yang menjadi nilai positif yang dimiliki orang Korea). Akhirnya, Presiden baru Kim Dae-jung menginstruksikan bahwa kebangkitan Korea tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, kebangkitan bisa terjadi jika dilakukan ikhtiar secara nasional. Maka, sejak saat itu lahirlah pengusaha muda yang berani membuka usaha, perusahaan seperti Samsung dan LG bangkit, dan industri kreatif-hiburan seperti K-Drama dan K-Pop dibuat lebih serius agar diterima masyarakat dunia.

Maka dengan memakai jasa humas swasta di Korea, dimulailah perubahan citra Korea, dari bukan siapa-siapa di dunia, menjadi yang luar biasa dan bergabung dengan warga negara dunia dengan maksud memasarkan produk yang mendunia. Citra yang mulai dibangun adalah citra bahwa bangsa Korea adalah bangsa yang kuat dan bangsa yang mampu mengatasi segala masalah dan krisis. Karena Korea menjadi salah satu dari dua negara yakni Skotlandia, yang mampu bertahan setelah ratusan kali serangan dari banyak negara, seperti Inggris, Rusia, Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat (halaman 95).

Kolaborasi pun dilakukan oleh Samsung dan pekerja kreatif K-Drama. Seperti yang dilakukan dalam drama bertema agen/mata-mata, thriller dan aksi, Iris. Dalam drama ini seluruh barang elektronik telekomunikasi memakai Samsung. Begitu juga untuk alat transportasi juga memakai asli Korea, Hyundai. Dari segi cerita, setting beberapa negara, serial ini menghabiskan biaya yang sangat besar. Namun, semua itu tidak sia-sia. Iris laris dan dibuat sekuelnya, juga produk seperti Samsung dan Hyundai pun ikut naik citranya (halaman 185).

Selain itu industri musik K-Pop menjadi fenomenal karena Psy dengan lagu Gangnam Style. Ternyata tanpa wajah ganteng dan tubuh atletis, berkat kekonyolannya Psy justru mampu menyihir dunia. Melihat Hallyu sukses besar, maka tidak salah jika dikatakan bahwa industri K-Pop tidak main-main dan memerlukan kerja keras. Untuk menjadi artis pendatang baru, harus melalui pelatihan bertahun-tahun. Jika dirasa telah siap, baru manajemen akan memunculkan trainee tersebut ke permukaan.

Ada banyak pelajaran penting dari buku setebal 284 halaman ini. Di antaranya adalah karakter orang Korea, kegigihan, keteguhan, keyakinan akan harapan dan terus melakukan gerakan dan inovasi agar bangsa dan negeri mereka maju tidak hanya skala kecil namun bahkan targetnya mendunia. Maka, tak mengherankan jika saat ini hampir semua mata di dunia memandang Korea. Indonesia kapan? Bacalah buku ini, semoga setelah itu mendapatkan inspirasi untuk memajukan tanah air. Selamat membaca!

13700141_10206698326281767_5392994303636864767_n

*dimuat Harian Singgalang 17Juli 2016

<span data-iblogmarket-verification=”BmVEnVlOBopI” style=”display: none;”></span>

6 thoughts on “Korean Cool Karya Euny Hong

  1. winnymarlina 9 September 2016 / 03:07

    orang korea itu yah bisa mendunia saking pantang semangatnya

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s