Bila Doa Tak Terjawab karya K.H. Zainuddin M.Z.

cover-bila-doa-tak-terjawab

Membangun Surga Dalam Rumah Tangga

Judul                            : Ngaji Bareng K.H. Zainuddin M.Z. : Bila Doa Tak Terjawab

Penulis                          : K.H. Zainuddin M.Z.

Editor                           : Cecep Romli

Penerbit                       : Noura Books

Tahun Terbit                : Pertama, Desember 2015

Jumlah Halaman          : 292 halaman

ISBN                           :  978-602-385-083-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SMPN 2 Tamanan Bondowoso

Menikah adalah fitrah manusia, sewajarnya semua orang menginginkan dan mendambakannya. Pernikahan bagi seorang Muslim, bukan hanya sekadar sebagai jalur halal kebutuhan biologis, namun juga berarti peribadahan kepada Allah untuk meraih ridho-Nya. Dalam pernikahan pula, ada contoh nyata yang layak ditiru oleh setiap Muslim, yaitu rumah tangga Nabi Muhammad Saw.

Cerminan rumah Rasulullah ada dalam sabda beliau, “Baiti jannati,” yang berarti rumahku adalah surgaku. Seperti yang pernah dikatakan oleh Anas bin Malik, bahwasanya selama bertahun-tahun dia membantu rumah tangga Nabi namun tidak pernah mendengar kata-kata kasar, keras, dan membentak-bentak.

Mawaddah berarti rasa cinta, termasuk karena fisik yang memesona. Hal ini tidak diingkari oleh Islam, dibolehkan dengan proporsi yang tidak berlebihan. Sedangkan, rahmah berarti kasih sayang yang menembus ruang dan waktu. Maka, meskipun fisik sudah tidak lagi memesona, tubuh tua renta, namun masih bisa menjaga kasih sayang yang lahir karena berharap ridho Allah Swt. Begitulah pernikahan, tidak ada harapan di dalamnya selain ridho Allah Swt.

Nah, K.H. Zainuddin MZ menuturkan dalam buku Ngaji Bareng K.H. Zainuddin M.Z.; Bila Doa Tak Dijawab, bahwasanya ada ciri-ciri rumah tangga yang berharap mardhatillah. Pertama, bersyukur apabila mendapat nikmat. Bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada sesama. Karena, tidak bisa disebut bersyukur kepada Allah, jika tidak berterima kasih kepada manusia, seperti kata Nabi. Berterima kasih di sini juga kepada pasangan, karena telah menemani tidak hanya saat berbunga bahagia tetapi juga dikala susah menyapa. Istri telah mencuci pakaian, memasakkan makan setiap hari. Begitu juga suami, setiap hari peras keringat, banting tulang mencari nafkah, juga menjadi palang dada, terdepan ketika ada masalah-masalah besar (halaman 193). Inilah yang wajib disyukuri dan berterima kasih kepada pasangan.

Kedua, sabar ketika mendapat cobaan. K.H. Zainuddin menganalogikan rumah tangga bagaikan sebuah kapal yang berlayar di lautan, dan suami istri yang mengendalikan kemudi. Ada saatnya ombak tenang, angin bertiup sepoi-sepoi, malam bulan bersinar dan gemerlapan gemintang, sungguh nikmat. Tapi, ada saatnya pula angin puting beliung, gelombang menggunung, halilintar menyambar, dan petir berkilat yang mengganggu pelayaran. Di sinilah perlu adanya kekompakan dan konsistensi pada visi misi pernikahan. Selain itu juga harus mengetahui kunci sabar, yaitu meyakini bahwa segala sesuatu itu dari Allah dan akan kembali kepada Allah Swt. Karenanya, rumah tangga bisa tenang, tidak panik, dan insya Allah akan mendapatkan jalan keluar (halaman 201).

Ketiga, suami sebagai pemimpin dan istri sebagai pembina, yang selalu musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Menghadapi kesulitan ekonomi, musyawarah. Menghadapi kesulitan anak, muswayarah. Mau membeli ini itu sebaiknya musyawarh juga. Dengan musyawarah insya Allah segala sesuatu konskuensinya akan dijalani bersama dan tidak saling tuding kesalahan. Sehingga tidak terjadi penyesalan di kemudian hari (halaman 211).

Kunci keempat adalah apabila memiliki rencana, tawakal atau berserah diri kepada Allah. Tawakal bukan berarti hanya menyerahkan kepada Allah saja, tetapi harus diawali dengan usaha. Suami usaha, istri usaha, setelahnya baru tawakal kepada Allah Swt. K.H. Zainuddin menjelaskan pentingnya tawakal, pertama apabila berhasil tidak lupa diri, apabila gagal tidak putus asa. Maka, dari tawakal inilah lahir fondasi yang kokoh dalam membina rumah tangga yang bahagia (halaman 212).

Kelima, suami istri selalu mempererat silaturrahim. Orangtua dan mertua, hanya beda istilah saja, namun keduanya sama-sama berarti orangtua bagi kedua pasangan, tidak ada beda. Jangan membedakan keduanya, agar tidak melahirkan sikap tidak simpatik. Kepada keduanya juga harus dijaga hubungannya, silaturrahim dengan mengunjungi, menanyakan kabar via ponsel. K.H. Zainuddin juga mengingatkan agar tidak bercerita kepada orangtua atau mertua itu tentang kesedihan rumah tangga, tetapi kebahagiaan saja yang diceritakan kepada mereka. Karena, sangat tidak elok dulunya mereka susah payah merawat dan mendidik, ketika telah menikah dilimpahi cerita susah payah dan menyedihkan. Maka, dengan bercerita kebahagiaan saja, berharap mampu memberi keduanya bahagia pula (halaman 217).

Kunci keenam dan ketujuh adalah saling tolong menolong dalam kebajikan dan sama-sama mau berbaik sangka. Maka, selayaknya buku ini direkomendasikan untuk dibaca oleh setiap Muslim dan Muslimah, utamanya yang telah menikah dan yang akan segera menikah. Semoga mampu membina dan membina surga dalam tangga. Selamat membaca!

resensi-doa-tak-dikabulkan-kh-zainudin-di-harian-singgalang-18-september-2016

*dimuat di harian singgalang 18 September 2016

4 thoughts on “Bila Doa Tak Terjawab karya K.H. Zainuddin M.Z.

  1. adindilla 18 September 2016 / 05:16

    Wah, buku ini mengupas mengenai membangun keluarga ya. Perlu direkomendasikan ke banyak orang. Sebab setiap orang diberi kesempatan menikah..

    Suka

  2. Gusti 23 September 2016 / 01:52

    Ternyata soal rumah tangga😄 Kirain umum huahuahuahauh

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s