Tewasnya Gagak Hitam Karya Sidik Nugroho

cover-tewasnya-gagak-hitam

Selingkuh Membawa Celaka

Judul                            : Tewasnya Gagak Hitam

Penulis                          : Sidik Nugroho

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : 2016

Jumlah Halaman          : 248 halaman

ISBN                           :  978-602-03-2429-6

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SD Muhammadiyah Bondowoso

Semua manusia hidup di dunia, selalu menginginkan hidup yang enak, indah, nyaman, dan aman. Bahkan lebih dari itu, terkadang sampai berlebihan tamak dan selalu kekurangan dan mencari kenyamanan lain meski melalui dan didapati dengan cara yang tidak benar. Karenanya, tidak sedikit manusia yang tidak memiliki rasa syukur, milik orang lain pun  dianggap lebih bagus, dan ingin dimiliki.

Seperti kisah misteri karya Sidik Nugroho yang berjudul Tewasnya Gagak Hitam. Novel ini berkisah tentang seorang pelukis bernama Elang Bayu Angkasa yang tertarik mengungkapkan kematian misterius dengan gantung diri seorang penulis yang bernama pena, Gagak Hitam. Informasi tersebut Elang dapati ketika membaca salah satu koran harian ketika nongkrong di sebuah warung kopi.

Elang lalu menghubungi seorang polisi Singkawang yang dia kenal di facebook, untuk mengungkap kematian Gagak Hitam, yaitu Inspektur Agung Prasetyo. Inspektur Agung pun bersedia ditemani oleh Elang, dalam menyelediki kematian misterius yang menjadi perbincangan di Singkawang tersebut.

Mereka berdua mendapatkan petunjuk awal berupa TTS (teka-teki silang) milik Gagak Hitam, dan bukti lain yang menunjukkan sang korban ada kaitan dengan dokter di Jakarta yang bernama Nina Sekarwati. Namun, ketika diselediki dokter Nina juga ditemukan tewas dalam keadaan hamil.

Keinginan membantu polisi untuk mengungkap kematin Gagak dan kemungkinan ada hubungannya dengan kematian dokter Nina tidak tanggung-tanggung. Dia pun terbang ke Jakarta, untuk penyelidikan lebih lanjut. Dia pun mendapatkan petunjuk bahwa dr. Nina berteman baik dengan dokter anak bernama Bunga.

Gagak pun menyamar menjadi seorang ayah yang anaknya sedang sakit, jadi memerlukan konsultasi dengan dokter Bunga. Tidak hanya itu, ternyata Elang mampu menggaet hati Bunga, dan mereka berdua menjadwalkan waktu untuk kencan. Namun ternyata strategi Elang tercium dengan mudah, pada saat kencan Bunga telah menyiapkan pistol untuk menembak Elang. Untung saja, tidak sampai terjadi, dan dokter Nina ditangkap oleh polisi.

Setelah ditelusuri, meski dokter Bunga adalah teman baik dokter Nina, tetapi ternyata dokter Bunga menjadi selingkuhan suami dokter Nina yang bernama Yogi. Dokter Nina juga mengaku bahwa dia membunuh dokter Nina dengan racun sianida atas suruhan kekasihnya sekaligus suami dokter Nina, Yogi.

Dokter Nina dibunuh bukan hanya sekadar keinginan Yogi untuk hidup bersama dokter Bunga, tetapi karena dokter Bunga pun selingkuh dengan Gagak Hitam yang sedang menuliskan biografi dokter Nina. Bahkan perselingkuhan mereka, sampai menumbuhkan benih di perut dokter Nina. Karena hal itulah Gagak Hitam pun dibunuh oleh Yogi.

Novel ini mirip dengan drama nyata yaitu misteri matinya Mirna Salihin yang diduga diracun dengan racun sianida, yang ditayangkan hampir semua media di Indonesia dijadikan headline padahal tidak memiliki kaitan apapun dengan kehidupan masyarakat secara umum. Beberapa motif pembunuhan yang masih kemungkinan adalah soal perselingkuhan dan kecemburuan.

Nah, begitulah hidup bila tidak disyukuri dan melihat rumput tetangga lebih hijau dan ingin dimiliki pula, maka bukan pertambahan kenikmatan yang didapati, tetapi bisa penyesalan. Pun perselingkuhan bukanlah sesuatu yang baik, karena hanya memberikan kecelakaan bagi pelakunya cepat ataupun lambat nantinya. Kiranya, itu menjadi pesan dalam novel ini. Sebuah novel yang tidak hanya seru nan menghibur, tetapi memberikan nilai yang patut direnungkan. Selamat membaca!

resensi-tewasnya-gagak-hitam-di-harian-singgalang-23-oktober-2016

*dimuat di Harian Singgalang

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s