10 Akhlak Nabi Muhammad Nabi Muhammad Saw Yang Mengagumkan Karya Lisdy Rahayu

cover-10-akhlak-nabi-muhammad-yang-mengagumkan

Teladan Dari Manusia Terbaik Sepanjang Masa

Judul                             : 10 Akhlak Nabi Muhammad Nabi Muhammad Saw Yang Mengagumkan

Penulis               : Lisdy Rahayu

Editor                            : Nurhadiansyah

Ilustrator                        : Pawon Art

Penerbit                        : Noura Books

Tahun Terbit                 : Pertama, April 2016

Jumlah Halaman            : 124 halaman

ISBN                           :  978-602-385-095-2

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SMPN 2 Tamanan

Perjalanan dakwah Nabi dan Rasul tidak ada yang mudah, selalu melalui jalan terjal penuh ujian dan rintangan. Begitu pula yang dialami oleh Nabi sekaligus Rasulullah akhir zaman, Muhammad Saw. Setiap Rasulullah akan ke Masjid selalu melalui jalan dan lorong-lorong di kota. Tidak jarang dalam perjalanan beliau ada cacian, cemoohan, bahkan meludahi dan melempar beliau dengan kotoran dan batu. Ada seorang kafir yang selalu melempari beliau dengan batu, namun beliau selalu sabar dan terus jalan menuju masjid.

Fatimah selalu membersihkan dan mengobati luka beliau, namun Rasulullah tetap melewati jalan tersebut. Suatu ketika, si pelempar tidak ada, bukannya bersyukur namun Rasulullah mencari orang tersebut. Kabar yang sampai kepada Nabi, orang yang biasa menyakiti beliau sakit. Tak dinyana, ternyata Rasulullah malah mendatangi lelaki tersebut untuk menjenguknya. Spontan, lelaki tersebut kaget. Orang yang biasa dia sakiti malah menjenguknya. Lelaki pelempar batu tersebut pun meminta maaf kepada Rasulullah. Dia sangat mengagumi akhlak Rasulullah yang mulia, karenanya pula dia pun bersyahadat mengakui Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Rasul Allah (halaman 11).

Suatu ketika datang seorang pengemis meminta-minta kepada Nabi. Rasulullah pun langsung memberi uang yang dimiliki. Keesokan harinya, pengemis itu datang lagi meminta kepada Rasulullah. Rasulullah masuk ke rumahnya, dan memberikan roti gandum kepada pengemis itu. Esok harinya lagi, pengemis itu kembali datang ke rumah Rasulullah. Lalu Rasulullah masuk ke rumah, dan hanya ada beberapa butir kurma yang tersedia di rumahnya. Maka, beberapa butir kurma itulah yang beliau berikan kepada pengemis tersebut.

Pengemis itu datang lagi, namun Rasulullah sudah tidak punya uang, roti gandum ataupun kurma di rumahnya. Akhirnya Rasulullah pun memberikan kendi yang dia punya kepada pengemis tua tersebut, seraya bersabda, “Wahai Pak Tua, aku tidak memiliki uang atau makanan lagi. Bawalah kendi ini dan jual ke pasar, uangnya bisa kamu belikan kebutuhanmu. (halaman 79)”

Esok hari pengemis tua datang meminta-minta lagi kepada Rasulullah. Rasulullah yang sudah tidak punya apa-apa lagi bersabda, “Pak Tua, maaf, aku tidak punya apa-apa lagi. Pergilah kamu ke pasar, dan ambillah barang keperluanmu, lalu katakan kepada penjualnya itu menjadi utangku. Aku yang akan membayarnya nanti,” kata Nabi Muhammad.

Umar yang kala itu bersama Nabi menanggapi apa yang Nabi lakukan, “Wahai Rasulullah, janganlah memaksakan diri untuk memberi jika memang sedang tidak ada.” Kebetulan ada sahabat lain yang sedang berjalan dan mendengar perkataan Umar, sahabat itu pun berkata, “Tidak, wahai Rasulullah, teruslah berinfaq, jangan takut miskin.”

Mendengar perkataan sahabat yang lewat itu, Rasulullah Muhammad pun tersenyum dan beliau pun bersabda, “demikianlah yang Allah perintahkan kepadaku.” Dalam kesempatan yang lain Rasulullah mengajarkan bagaimana menjadi suami yang baik. Ketika baru datang dari mengurusi urusan umat, Rasulullah menanyakan apakah ada makanan kepada Aisyah. Makanan waktu itu masih Aisyah masak. Mengetahui hal tersebut Rasulullah pun mendatangi Aisyah membantunya menggiling gandum dan mengolah roti, bahkan Rasulullah pun biasa memerah susu kambing sendiri.

Suatu ketika baju yang dipakai Nabi yang memang telah usang ada yang robek. Tanpa menunggu istrinya untuk menjahit, Rasulullah menjahit sendiri robekan bajunya. Setelah itu, Aisyah datang dari pasar membawa barang belanjaan. Rasulullah pun bangkit dan membantu Aisyah membawa barang-barang yang dibelinya ke dapur (halaman 105). Rasulullah adalah suami terbaik di dunia, karena senang membantu pekerjaan istrinya dan mengerjakan keperluannya yang bisa dilakukan sendiri.

Masya Allah, begitu tinggi dan mulianya Nabi Muhammad. Begitulah suri teladan sepanjang masa mengajarkan. Umatnya mungkin tidak bisa mengikuti semua kemuliaan akhlaknya, tetapi harus tetap berupaya sekuat mungkin untuk meneladaninya. Selain tiga kisah mengagumkan di atas, ada beberapa kisah lain yang sangat inspiratif tentang kemuliaan akhlak Nabi Muhammad. Sebuah buku rekomendasi yang tidak hanya cocok bagi anak-anak, tetapi semua muslim, tua dan muda. Agar meneladani Nabi Muhammad dan menjadi manusia terbaik nan bermanfaat. Semoga!

*dimuat di Harian Singgalang 27 November 2016

 

 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s