30 Paspor Di Kelas Profesor (Buku 1) Karya J.S. Khairen

cover-30-paspor-di-kelas-profesor-1

Menjadi Driver Dengan Terbang Ke Luar Negeri

Judul                             : 30 Paspor Di Kelas Profesor (Buku 1)

Penulis               : J.S. Khairen

Editor                            : HP Melati, Hermawan Aksan

Penerbit                        : Noura Books

Tahun Terbit                 : November 2014

Jumlah Halaman            : 324 halaman

ISBN                           :  978-602-1306-73-4

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SMPN 2 Tamanan

Adalah Farah Aulia Putri, terbang ke Jerman karena harus menyelesaikan tugas kuliah dari dosennya. Setelah tiba di Jerman dia senang sekali bertemu dengan orang Indonesia, mereka sempat mengobrol dan akhirnya foto bersama sebelum berpisah. Setelah, sampai di pintu keluar Hauptbahnof atau stasiun Frankfurt dia pun bertemu dengan orang Nepal.

Dia meminta tolong kepada orang tersebut untuk mengambilkan foto. Kemudian, datang lelaki Jerman yang tanpa basa-basi meminta uang 2 euro. Tanpa berpikir, Farah pun memberi orang tak dia kenal itu sebesar uang yang diminta. Setelah orang tersebut itu pergi, baru dia tersadar bahwa dia seperti dihipnotis oleh lelaki Jerman yang mungkin penipu atau pengemis namun pakaiannya bagus. Meski begitu, dia bersyukur masih beruntung ditipu hanya 2 euro (halaman 66).

Kisah lain yang dimiliki oleh Syarif Awad Umar. Dia memilih untuk berkunjung ke negeri tirai bambu, Cina. Dia juga memilih untuk membuat paspor dengan cara online. Dengan santainya dia mengulur waktu pembuatan. Namun, ternyata ketika dia membuat paspor, ada kesalahan atau error terjadi.

Dia harus datang lagi pada tanggal 10, sedangkan tanggal 14nya dia sudah harus berangkat ke Cinta. Ditambah lagi dia belum membuat visa, lengkap sudah kemalangan yang dia alami. Dia terus berusaha agar urusan paspor terselesaikan, dan akhirnya urusan paspor selesai. Akhirnya dia terbang ke Cina.

Ini pertama kali bagi dia ke luar negeri, Syarif deg-degan. Ada banyak pertanyaan di benaknya, dia akan ke mana nanti? Bagaimana jika nanti dia kesasar? Kepada siapa nanti dia meminta tolong? Namun, dia memberanikan dan meyakinkan diri semua akan baik-baik saja nantinya.

Dia sampai di Dorset Hotel, namun ada hal yang membuat dia bingung. Tidak ada nama dia di booking list hotel. Untuk urusan hotel, bapak Syarif yang dibantu temannya sudah memesan hotel untuk Syarif. Setelah menelpon dan konfirmasi, akhirnya datanglah teman bapak Syarif. Ternyata dia bukan memesan di hotel ini, tetapi di Holiday Inn Hotel. Ternyata dia salah hotel, dan legalah apa yang dia khawatirkan (halaman 221).

Dua kisah di atas adalah kisah-kisah pengalaman nyata para mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Indonesia. Dalam mata kuliah yang diampu oleh Profesor Renald Kasali, mereka mendapat tugas untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Pada pertemuan mereka mendapatkan tugas untuk membuat paspor, kemudian tugas berlanjut yaitu mereka bebas memilih negara mana yang akan mereka kunjungi. Namun, ketentuannya harus negara yang bahasa, adat dan budaya berbeda dengan Indonesia.

Dari filsafat Columbus yang berbunyi, “Kalau saya tak pernah mau kesasar, kalian tak akan pernah menemukan jalan baru.” Prof. Renald mengaplikasikan dalam mata kuliah yang dia ampu. Dia tidak ingin mahasiswanya hanya mendapatkan ilmu dari buku, tetapi ingin mereka langsung turun aksi sampai ke negara-negara maju.

Jika Columbus karena kesalahannya malah mendapat penghargaan dari Raja Ferdinand dan Ratu Isabel, bahkan dia juga dicatat sebagai penemu benua Amerika. Dengan cara ini Renald berharap mahasiswanya bisa mengambil banyak pelajaran. Mereka akan mengerti arti keberanian, mereka akan mengerti arti perjuangan, mereka akan mengerti bagaimana memahami orang lain beserta ragam adat dan budayanya. Termasuk juga, mereka akan bisa memahami diri sendiri.

Hal ini sesuai dengan teori driver dan passenger Renald. Jika mahasiswa hanya belajar dari buku, mereka hanya akan menjadi passenger dan hanya menjadi burung dara. Jika mereka mampu melalui perjalanan ke negara-negara asing, dan berkomunikasi dengan orang asing serta budayanya. Mereka akan menjadi driver dan menjadi rajawali yang siap menjadi pemimpin masa depan negeri ini.

Buku ini tidak sekadar buku perjalanan biasa, namun juga banyak pelajaran di sana dari para pelancong yang awalnya hanya melancong untuk menyelesaikan tugas dari dosennya. Sebuah buku yang membuka wawasan dan keberanian anak muda Indonesia. Selamat membaca!

*dimuat di Kabar Madura 8 Desember 2016

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s