My First Qur’an Story Karya Tasaro GK

cover-my-first-quran-story

Kisah Menakjubkan Para Nabi

Judul                            : My First Qur’an Story

Penulis                          : Tasaro GK

Editor                           : Yadi Saeful Hidayat

Penerbit                       : Mizania For Kids

Tahun Terbit                : Pertama, Mei 2016

Jumlah Halaman          : 312 halaman

ISBN                           :  978-602-418-025-6

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Suatu ketika di sebuah desa Bani Israil terjadi musim kemarau yang sangat lama, ada seorang lelaki bernama Uzair yang hafal dan patuh kepada kitab Taurat Nabi Musa. Karena hal tersebut, penduduk desanya sangat menghormati Uzair. Dia keluar dari desa mengendarai keledai, dia ingin melihat keadaan kebunnya yang jauh dari desa yang dia tempati.

Uzair berhenti di sebuah desa yang sudah tidak orang tinggal di sana. Karena perjalanan jauh, dia beristirahat dan mengikat keledainya di pohon besar. Dia pun duduk di bawah pohon besar itu mengeluarkan roti gandum. Roti gandum yang dia bawa sangat keras, lalu dia memeras buah anggur untuk membasahi roti gandumnya.

Roti gandum yang akan dia makan pun menjadi lunak. Namun Nabi Uzair urung memakan rotinya, karena merasa sedih melihat pemandangan di depannya. Desa yang dia lihat hanya tersisa puing-puing dan kuburan. Dia pun bergumam, “Bagaimanakah Allah menghidupkan negeri yang sudah hancur ini?” (halaman 216)

Allah yang Maha Mendengar pun, ingin memberi sebuah pelajaran kepada Nabi Uzair. Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mencabut ruh Nabi Uzair. Hingga akhirnya tubuhnya tergeletak di tanah. Keledai yang dia kendarai pun menjadi sedih. Keledai itu tidak pergi meninggalkan Nabi Uzair dan tetap sabar menemaninya.

Karena saking lamanya Uzair tidur, keledai yang menemaninya pun mati kelaparan. Penduduk desanya pun kebingungan mencari Nabi Uzair, karena mereka lama tidak mendapat kabar tentang Nabi Uzair. Tak terkecuali anak Nabi Uzair yang lucu pun sedih dan menangis karena bapaknya tidak pulang ke rumah. Untungnya ada pengasuh anak Nabi Uzair, meskipun masih gadis belia pengasuhnya sangat penyayang. Dengan kelembutan dan kasih sayang, akhirnya anak Nabi Uzair pun tenang dan reda dari tangisnya.

Tidak terhitung berapa tahun, Nabi Uzair sudah tidak dicari-cari lagi atau bahkan terlupakan. Terjadi banyak kekacauan dan perang di mana-mana. Sehingga banyak orang yang menderita dan juga banyak penghafal Taurat yang meningga dunia. Yang paling mengkhawatirkan, adalah ajaran suci Nabi Musa pun bisa hilang dari dunia.

Hingga seratus tahun kemudian, Allah menginginkan kehendak-Nya terjadi, maka terjadilah keajaiban. Uzair yang sudah meninggal, kembali hidup. Bahkan yang dirasakan Nabi Uzair adalah seakan dia bangun dari tidur sekitar sehari atau setengah hari. Namun, yang membuat dia heran adalah keledai yang dia ikat di pohon hanya tinggal tulang belulang.

Malaikat pun mengatakan kepadanya bahwa dia berada di bawah pohon selama seratus tahun. Allah mematikan Nabi Uzair, dan kemudian menghidupkan kembali. Allah ingin memberikan jawaban atas keheranan Nabi Uzair dulu. Yaitu ketika Nabi Uzair bertanya-tanya, bagaimanakah Allah menghidupkan sebuah desa yang sudah mati.

Uzair lalu melihat roti gandumnya yang masih utuh, begitupun keledai yang telah menjadi tulang belulang dihidupkan kembali oleh malaikat. Keledai yang sabar itu, siap menemani majikannya lagi. Nabi Uzair pun mengatakan bahwa dia yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Uzair pun pulang ke rumahnya, sudah banyak yang berubah dari desa yang dia tinggali dulu. Ada seorang nenek yang dia tanya tentang rumah Uzair, nenek yang tidak bisa melihat itupun mengatakan bahwa orang-orang sudah tidak mengingat Uzair, sejak Uzair pergi meninggalkan desa seratus tahun yang lalu.

Kemudian Uzair mengatakan bahwa dia adalah Nabi Uzair, nenek yang sangat tua tersebut tidak percaya. Nabi Uzair pun berkata, “Allah mematikanku selama seratus tahun dan menghidupkanku kembali.” Nenek itu pun meminta kepada Uzair, kalau dia benar-benar Uzair yang saleh, maka doanya akan dikabulkan oleh Allah. Dia pun meminta Nabi Uzair untuk berdoa kepada Allah agar nenek tua disembuhkan dari butanya. Nabi Uzair pun berdoa, dan doanya Allah kabulkan sehingga nenek tua itupun bisa melihat kembali.

Kisah Nabi Uzair ini terdapat dalam buku My First Qur’an Story karya Tasaro GK. Sebuah kisah yang jarang diketahui, juga karena Nabi Uzair bukan termasuk Nabi yang dua puluh lima. Kelebihan lain buku ini adalah pengemasan yang sangat spesial, tidak hanya karena hard cover dan ilustrasi yang membuat pembaca khususnya anak akan berimajinasi, juga karena cara penyampaiannya yang anti mainstream. Pengisah setiap kisah Nabi dalam buku ini adalah hewan-hewan, misal kisah Nabi Uzair adalah keledai yang bercerita, kalau Nabi Adam hewan gagak begitu seterusnya di lima belas kisah dalam buku ini. Sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh ibu, bapak, kakak, kemudian didongengkan kepada anak atau adiknya. Selamat membaca!

*dimuat di Harian Singgalang

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s