Manage Your Day-To-Day Karya Karya Jocelyn K. Glei

cover-manage-your-day-to-day

Sukses Karier Dengan Fokus Pada Prioritas

Judul                            : Manage Your Day-To-Day

Penulis                          : Jocelyn K. Glei

Penerjemah                   : Mursid Wijanarko

Editor                           : Adji Annisa Zakiandini

Penerbit                       : Noura Books

Tahun Terbit                : Pertama, Oktober 2016

Jumlah Halaman          : 238 halaman

ISBN                           :  978-602-385-008-2

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

“Kreativitas bukanlah bakat, melainkan cara kerja,” begitu kata John Cleese. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap orang pasti bekerja. Entah itu di kantor ataupun menjadi pekerja swasta ataupun pedagang dan lainnya. Perkataan Cleese di atas sangatlah penting direnungkan oleh para pekerja. Senada dengan Cleese, Henry David Thoreau juga mengatakan, “Sibuk saja tidak cukup (semut juga sibuk), kita harus bertanya, “Sibuk apakah kita?” (halaman 62).

Ketika zaman semakin maju, dan teknologi berkembang pesat tanpa batas, hal ini sangat patut disyukuri karena akan memudahkan urusan manusia, termasuk dalam bekerja. Namun, ternyata teknologi bagaikan dua sisi pisau. Sisi satu bermanfaat bagi manusia, dan lainnya akan merugikan dan berbahaya bagi manusia.

Karenanya, di era baru ini, pekerja harus mengevaluasi cara bekerjanya, apakah semakin menguntungkan ataukah malah semakin membuat buntung? Ada  beberapa hal yang perlu dievaluasi, yaitu melakukan rutinitas yang benar. Seperti kata Aristoteles, “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali, keunggulan itu tidak tercipta dari tindakan melainkan kebiasaan.” (halaman 23).

Adalah Gretchen Rubin seorang penulis buku laris Happier at Home, dia melalui sehari-harinya tanpa absen untuk menulis. Dia menulis setiap hari, bahkan saat hari libur, akhir pekan dan saat berlibur. Bahkan meskipun hanya 15 menit, intinya setiap hari dia harus menulis (halaman 15).

Dia mendapatkan manfaat dengan konsisten dengan rutinitas, di antaranya, pertama rutinitas mempermudah dalam mengawali suatu pekerjaan. Kedua, Rutinitas itu menjaga ide agar tetap segar. Ketiga, rutinitas menjegah datangnya tekanan dan rutinitas melahirkan produktivitas (halaman 18).

“Jelas sekali informasi dapat menyita perhatian penerimanya. Itulah sebabnya, banyaknya informasi yang kita peroleh akan membuat konsentrasi kita berkurang. (halaman 52)” Perkataan di atas adalah hasil pengamatan seorang ilmuwan sosial terkenal Herbert Simon di tahun 1971 yang terbukti kebenarannya saat ini. Betapa tidak? Berkembangnya media sosial saat ini, seringkali membuat pekerja tidak produktif tersebab hilangnya konsentrasi.

Media sosial selain membantu menjalin relasi, ternyata sekaligus menjadi pengganggu pekerjaan. Surel, facebook, twitter, instagram, what’s up dan lainnya, seringkali mengalihkan seseorang dari apa-apa yang dicita-citakan yang seharusnya menjadi prioritasnya. Tersebab inilah, bisa jadi pekerjaan malah akan semakin buntung.

Jika waktu banyak habis untuk asyik dengan media sosial, maka inilah yang disebut alur kerja reaksioner. Alur kerja reaksioner ini sangatlah berbahaya bagi pekerjaan. Karenanya, maka harus ada optimalisasi waktu dengan merenungkan kembali alur kerja. Seringkali, pekerja sendiri yang salah namun menyalahkan media sosial. Padahal, manusialah yang memiliki pikiran, maka karena itu haruslah segera sadar.

Sadar di sini adalah sadar bahwa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau cita-cita yang ada adalah diri sendiri, sehingga kemudian berusaha menggunakan teknologi dan media sosial secara sadar. Sadar bermedia sosial yaitu mengetahui tujuan yang jelas mengapa bermedia sosial.

Seringkali orang menggunakan media sosial sebagai sebagai pengalihan emosi, marah, sedih dan sebagainya. Padahal, hasil dari penelitian menunjukkan, seseorang akan sedikit mendapatkan aliran endorfin ketika mendapatkan pesan baru. Endorfin akan keluar jika melakukan olahraga secara intensif.

Dengan demikian, menurut Lori Deschene agar menggunakan media secara sadar memerlukan usaha yang terpadu, yaitu dengan mengubah pola reaktif menjadi proaktif. Cara mengembangkannya dengan menetapkan batas-batas cara dan alasan kita dalam menggunakan media sosial, dan menggunakan media sosial di saat benar-benar memerlukannya. Maka, tak pelak jika buku ini menjadi buku yang direkomendasikan dibaca banyak orang. Khususnya, Anda yang bekerja sebagai pekerja kreatif. Selamat membaca!

resensi-manage-your-day-to-day-di-kabar-madura-10-februari-2017

*dimuat di kabar madura 10 februari 2017

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s