BAPER: Bawa Perubahan karya Renald Kasali

Cover Baper

Membentuk Pemimpin Bermental Driver

Judul                             : BAPER; Bawa Perubahan

Penulis               : Renald Kasali

Editor                            : Novikasari Eka

Penerbit                        : Noura Books

Tahun Terbit                 : Pertama, November 2016

Jumlah Halaman            : 184 halaman

ISBN                           :  978-602-385-175-1

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMPN 2 Tamanan Bondowoso

“Pemuda hari adalah pemimpin hari esok,” begitulah adagium dari Arab yang terkenal. Pemuda adalah harapan, karena yang pemimpin yang telah tua akan ada waktunya istirahat, kemudian akan digantikan para pemuda. Maka, mendidik generasi muda adalah sebuah kewajiban, dengan harapan kelak lahir generasi yang baik atau lebih baik dari yang ada sekarang.

Sebenarnya dalam Islam, hanya dikenal dua masa yaitu masa anak-anak dan dewasa. Ada istilah aqil baligh, yang memisahkan keduanya. Kemudian dikenal luas istilah remaja, yang dalam Islam sebenarnya terjadi pada masa awal baligh. Dua masa ini berbeda, masa anak-anak adalah masa ketika orang harus siap dipimpin, dan kemudian ketika dewasa maka harus siap memimpin.

Pada masa anak-anak, orangtua memimpin mereka dengan menanamkan pemahaman baik. Mulai dari akidah dan aturan beribadah kepada Allah Swt. juga akhlak untuk bermuamalah yang baik kepada sesama manusia. Ketika beranjak dewasa maka, waktunya untuk memimpin. Memimpin yang dimaksud tidak sekadar memimpin sebagai pemimpin sebuah perusahaan organisasi, instansi, atau bahkan negara. Tetapi, juga bermaksud memimpin diri sendiri dan memimpin keluarga kelak.

Maka, memang diperlukan sebuah ilmu parenting dalam mendidik anak-anak. Mendidik anak tidak boleh sembarangan, karena hal itu akan terus membekas sampai dia dewasa. Lebih dari itu, mendidik anak juga berarti mendidik calon pemimpin masa depan, karenanya semua harus dengan ilmu, dengan adanya ilmu akan memudahkan dan memberikan kebaikan.

Renald Kasali, seorang profesor manajemen UI mengemukakan teori driver dan passenger. Driver, adalah di mana seseorang mengemudikan sendiri kehidupannya, terbiasa keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi tantangan-tantangan baru, mengambil risiko yang terukur, mendapatkan kesulitan sekaligus memecahkan masalah (bersama), menginspirasi penumpangnya (orang lain), dan rendah hati. Sedangkan, Passenger itu kebalikannya, kurang gigih, kurang tekun, suka mencari pembenaran, tidak belajar dari kesalahan, tidak disiplin, bersifat fatalistik, dan tidak percaya diri (halaman 10).

Seorang yang bermental driver biasanya menjadi seorang pemenang dalam kehidupan. Maka begitu sebaliknya, orang bermental passenger mereka tidak sulit menjadi pemenang, dikarenakan mereka tidak mengekspos diri pada risiko (halaman 10). Teori Renald harapkan juga diterapkan dalam mendidik atau pola asuh anak.

“Kita ingin anak-anak kita sukses. Menjadi pemimpin, punya perusahaan, berkarier mantap,” begitu perkataan Renald Kasali dalam buku BAPER; Bawa Perubahan. “Akan tetapi tindakan kita, justru sebaliknya. Terlalu mengontrol segala hal dari mereka (halaman 15),” sang profesor menambahkan.

Seperti kata Profesor Renald di atas, orangtua harus membiasakan anaknya tidak manja, bertanggung jawab. Anak diharapkan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Seperti kisah Profesor Aliyah Rasyid dalam buku Anies; Anak Muda, Impian dan Indonesia, yang mengajarkan Anies kecil untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah sendiri. Anies kecil suka berkelahi, suatu ketika dia dikeroyok banyak anak. Nah, kejadian tersebut tidak sengaja dilihat Profesor Aliyah ketika pulang dari mengajar, namun bukannya menolong dan membela anaknya, Ibunda Anies Baswedan ini malah pura-pura tidak melihat anaknya dikeroyok. Ketika ditanya mengapa tidak membela Anies kecil ketika dikeroyok, Profesor Aliyah menjawab, “Sebab kondisimu tampak tidak membahayakan. Kamu harus latihan bertanggungjawab dan mampu menyelesaikan masalah sendiri.” Begitulah salah satu pendidikan orangtua Anies Baswedan, sehingga Anies bisa menjadi seperti sekarang.

Selain pendidikan dari orangtua, setiap orang punya kewajiban untuk mendidik diri sendiri pula. Setiap orang harus melatih diri sendiri menjadi seorang driver, ketika ada masalah mencari solusinya, mencoba bertanya kepada yang lebih tua dan berpengalaman, tetapi tidak selalu bertanya (halaman 159).

Buku ini berukuran kecil sehingga bisa dengan santai di bawa ke mana-mana dan didesain dengan gaya anak muda, maka selain memang inspiratif, juga menarik hati dengan ilustrasinya. Maka, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca anak muda generasi bangsa Indonesia dan juga para orangtua. Dengan harapan kelak, mampu menjadi pemimpin dan mendidik calon pemimpin bermental driver. Semoga!

Resensi Baper di Jateng Pos 26 Februari 2017

*resensi buku di Jateng Pos 26 Februari 2017

Iklan