Pulang Karya Tere Liye

Cover Pulang

Pergulatan Batin Menuju Pulang

Judul                             : Pulang

Penulis               : Tere Liye

Editor                            : Triana Rahmawati

Penerbit                        : Republika Penerbit

Tahun Terbit                 : Agustus 2016

Jumlah Halaman            : 400 halaman

ISBN                           :  978-602-0822-16-52

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Setiap orangtua selalu menginginkan kebaikan ada pada anaknya, tidak ada orangtua yang ingin anaknya gagal, sedih atau bahkan sakit. Karenanya, mereka mendidik anaknya dengan berbagai macam cara, baik dengan cara keras ataupun dengan nasihat lemah lembut dengan satu harapan anaknya akan menjadi baik dan membanggakan orangtua.  Adalah Bujang, seorang anak berusia lima belas tahun berpisah dengan kedua orangtuanya. Dia akan ikut bersama Tauke Muda-nantinya akan menjadi Tauke Besar- ke kota.

Awalnya, Midah ibunya tidak mau Bujang untuk ikut Tauke Muda, namun ayahnya Samad memberi pengertian ke ibunya agar mengikhlaskan Bujang pergi ke kota. Akhirnya ibunya membolehkan Bujang ke kota dengan pesan, “Mamak tahu kau akan jadi apa di kota sana, Mamak tahu. Tapi apapun yang akan kau lakukan di sana, berjanjilah Bujang, kau tidak akan makan daging babi atau daging anjing. Kau akan menjaga perutmu dari makanan haram dan kotor. Kau juga tidak akan menyentuh tuak dan segala minuman haram. Berjanjilah kau akan menjaga perutmu dari semua itu Bujang. Agar, agar besok lusa, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap  punya satu titik putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang (halaman 24).”

Perpisahan dengan orangtuanya memang menyakitkan, namun ikut Tauke Besar juga menjadi harapan Bujang. Tauke Besar adalah seorang bos mafia, yang dalam novel ini Tere Liye menyebut shadow economy. Bujang sangat suka hidup di markas Tauke Besar, di sana banyak tukang pukul, dan orang-orang yang ramah kepada Bujang. Bujang pun berkenalan dengan Basyir, Kopong, Frans dan lain-lain. Kelak tiga nama ini akan berkelindan bagi hidup Bujang di masa depan.

Basyir usianya enam belas tahun, dia adalah jagal keturunan Arab. Dia sangat terobsesi menjadi hebat seperti leluhurnya suku Bedouin (halaman 42). Di usia segitu dia memang sudah kuat dan hebat, Bujang selalu kalah dalam amok. Dulunya dia hidup di jalanan, akhirnya dia dibawa ke markas dan hidup bersama tukang pukul dan menjadi salah satu ketua. Basyir dekat dengan Bujang karena dialah pertama yang menyambut Bujang ketika tiba di markas Tauke Besar.

Setelah menyelamatkan Tauke Besar dari raja babi ketika di hutan talang, Tauke Besar menjuluki Bujang dengan sebutan Si Babi Hutan. Karenanya, dia pun ingin lebih mendalami ilmu bela diri, dan menjadi tukang pukul seperti Basyir dan yang lain yang tinggal di markas Tauke Besar.

Tetapi, ternyata Tauke Besar memiliki rencana lain, dia ingin Bujang berbeda dengan yang lain yang tinggal di rumahnya, bahkan Tauke Besar tidak ingin Bujang seperti ayah Bujang yang dulu menjadi tukang pukul setia bapak Tauke Besar. Tauke Besar sudah menganggap Bujang seperti anak sendiri, jadi dia ingin Bujang bisa membaca dan menulis yang akan diajari oleh Frans si Amerika dan nantinya akan sekolah. Agar kelak siap menjadi penerus Tauke Besar (halaman 48).

Namun Bujang tidak mau jika hanya belajar, dia ingin belajar bela diri dan pengin merasakan sensasi menjadi tukang pukul. Akhirnya, Tauke Besar membolehkan Bujang dilatih oleh Kopong. Pagi belajar kepada Frans, dan malamnya belajar kepada Kopong. Keduanya sama-sama dekat dengan Bujang. Suatu ketika Kopong bercerita bahwa dia dulunya anak jalanan yang kemudian diselamatkan oleh ayah Bujang, dan dibawa ke markas Tauke Besar dan menjadi Kopong yang hebat.

Waktu terus berjalan, shadow economy tidak pernah ada kata libur. Ada penguasaan, ada pertikaian dengan sesama penguasa berbeda negara, bahkan ada pengkhianatan. Kelak akan ada pengkhianatan dari dalam kelompok Tauke Besar, hingga Bujang harus keluar dari markas untuk bersembunyi dan menyusun strategi untuk mengambil kembali markas Tauke Besar.

Di titik ini nanti Tere Liye akan membuka sekaligus menutup, membuka bahwa Bujang. memiliki nama asli, membuka bahwa Bujang adalah keturunan pahlawan sekaligus penjahat yang taubat, juga menutup bahwa bujang akhirnya bisa mengalahkan pergolakan batinnya dan menuju pulang. Sebuah buku yang tidak hanya menghibur namun penuh makna.

Mengakhiri ini, saya kutip lagi kutipan menarik, “Ketahuilah nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian dalam hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran. Agam kembalilah. Pulanglah kepada Tuhanmu.”

*bisa dipesan di Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085933138891
* info buku-buku bisa bergabung di channel telegram: t.me/bukabukubukadunia

Iklan

4 thoughts on “Pulang Karya Tere Liye

  1. adindilla 19 Maret 2017 / 08:10

    Buku action yang memikat dengan ceritanya yang begitu mencerahkan.

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s