Tukang Singkong Naik Haji karya Satria Nova

cover Tukang Singkong Naik Haji.jpg

Kisah Nyata Keajaiban Bersedekah

Judul                            : Tukang Singkong Naik Haji

Penulis                          : Satria Nova

Editor                           : Abu Mumtaza

Penerbit                       : Mizania

Tahun Terbit                : Pertama, Februari 2017

Jumlah Halaman          : 196 halaman

ISBN                           :  978-602-418-083-6

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Mengawali tulisan ini, ada sebuah kisah yang menarik untuk kita simak. Suatu ketika ada seorang lelaki yang mendatangi Abdullah ibn al-Mubarak, dia bertanya tentang penyakit di lututnya yang tidak kunjung sembuh selama tujuh tahun. Berbagai obat dia telah mencobanya, pun dia bertanya kepada para tabib, tetap sampai saat itu belum menghasilkan kesembuhan.

Ibnu al-Mubarak pun berkata kepadanya, “Pergi dan galilah sumur karena manusia sedang membutuhkan air. Saya berharap akan ada mata air dalam sumur yang engkau gali da dapat menyembuhkan sakit di lututmu.” Lalu, lelaki tersebut pun melakukan apa yang dikatakan oleh Ibn al-Mubarak. Kemudian, dia pun mendapatkan kesembuhan (halaman 124). Masya Allah. Kisah ini bisa didapatkan dalam kitab Shahib al-Targhib.

Ada kisah lain yang mengagumkan, kali ini kisah nyata di zaman  modern. Ada seorang wanita yang telah menikah pada tahun 2012. Dia dan suami menginginkan dan tidak menunda untuk memiliki keturunan. Namun, setelah setahun berjalan pernikahan, dia belum hamil. Dia sampai khawatir, mungkin ada yang salah dengan dirinya sehingga belum hamil.

Hingga, menjelang Idhul Adha, dia dan suami sepakat untuk berkurban. Mereka nekat meskipun saat itu kondisi keuangan sedang kekurangan. Allahu akbar. Sebulan setelah mereka berkurban, akhirnya Allah menurunkan rahmat, dia hamil. Dia adalah teman penulis buku Tukang Singkong Naik Haji, Satria Nova yang waktu itu sama-sama bekerja di Dompet Dhuafa (halaman 88).

Kisah lain yang mengharukan, adalah Dwi telah menikah dan dikaruniai seorang anak yang dinamakan Raihan. Dia dan istrinya, tentu saja bahagia atas karunia anak. Namun, sang anak mengalami sakit yang sebenarnya tidak parah, sang anak kembung. Namun, masalahnya bukan hal itu. Sang anak tidak bisa kentut, sehingga mengganggu proses metabolisme tubuh. Sehingga kotoran yang harus keluar, tidak bisa keluar dan kering di dalam tubuh.

Dwi frustasi, karena pengobatan tidak kunjung membuat Dwi sembuh. Pada dasarnya, dia adalah orang yang bisa dibilang tidak agamais. Dia pun merenung, dan kemudian sadar untuk kembali kepada Allah. Dia menjadi rajin shalat, meski masih sulit istiqamah. Dan akhirnya, takdir mempertemukan dia dengan ceramah Ustadz Sedekah, yaitu Ustadz Yusuf Mansur.

Dia pun melakukan apa yang diceramahkan oleh Ustadz YM, dengan mencoba untuk yakin kepada Allah. Sekali lagi, ini karena dia masih belum bisa istiqamah. Dia pun melakukan cara sedekah yang bisa dibilang unik, dia membagi setengah gajinya untuk sedekah di masjid. Lalu, uang itu dia bungkus dengan tulisan, “Para jamaah mohon doanya agar anak saya yang bernama Raihan lekas sembuh.”

Namun, apa yang terjadi? Esok hari dia mendapat kabar gembira dari istrinya, anaknya sudah bisa kentut. Masya Allah. Allah langsung memberi pertolongan kepada dia. Kejadian ini menjadi titik balik hidupnya, dia kemudian terus istiqamah bersedekah. Tidak hanya itu, keluarganya semakin harmonis dan beberapa bulan setelah itu dia mampu membeli rumah (halaman 112).

Inilah sebagian isi buku karya terbaru Satria. Dalam buku ini, juga diuraikan, keutamaan sedekah. Pertama mendapatkan pahala yang besar. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 274, “Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka bersedih hati.”

Kedua, rezeki semakin bertambah. Orang-orang banyak yang keliru dengan berpikir sedekah malah membuat miskin, padahal malah sebaliknya. Seperti kisah di atas dan kisah lainnya dalam buku ini. Rasulullah Saw bersabda yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, “Barang siapa bersedekah senilai satu biji kurma yang berasal dari mata pencarian yang naik, sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara untuk pemiliknya sebagaimana seseorang di antara kalian terhadap anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi besar seperti gunung.” (halaman 33)

Tak pelak, buku ini sangat direkomendasikan dibaca oleh para Muslim. Semoga dengannya, kehidupan kita semakin berkah karena terbiasa untuk bersedekah dan berbagi kepada sesama. Insya Allah. Selamat membaca!

*dimuat di Jateng Pos 2 April 2017

Iklan

2 thoughts on “Tukang Singkong Naik Haji karya Satria Nova

  1. mysukmana 11 April 2017 / 22:43

    Semua memang bs dilakukan asal ada niat 😉

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s