Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa Karya M. Fauzi Rachman

cover Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa

Ketenangan Dalam Keberkahan

Judul                            : Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa

Penulis                          : M. Fauzi Rachman

Editor                           : Yadi Saeful Hidayat

Penerbit                       : Mizania

Tahun Terbit                : Pertama, November 2016

Jumlah Halaman          : 152 halaman

ISBN                           :  978-602-418-132-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Ada satu kata yang selalu dicari oleh manusia, yaitu bahagia. Meski bisa didefinisikan dengan berbagai macam makna, namun ada satu hal yang jelas dan cukup mencerminkan kata bahagia, yaitu ketenangan. Orang-orang kaya tidak akan bahagia jika tidak memiliki ketenangan, begitupun orang-orang miskin yang papa, bisa saja hidupnya tenang sehingga merasakan bahagia.

Satu hal yang membuat hati tenang adalah karena keberkahan. Karena hidup berkah, kemudian turun ke hati ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Ketenangan sebagai turunan dari keberkahan itu bisa didapatkan melalui berdzikir. Perhatikan Surat Ibrahim ayat 24-26. “Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat thayyibah (yang baik) seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap musim dengan izin Tuhannya. Allah membuat perumpaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perempuan kalimat khabitsah (yang buruk) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dari akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.”

Para ulama menafsirkan kalimat thayyibah (yang baik) adalah kalimat tauhid, tasbih, istighfar, segala ucapan yang menyeru pada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran, dan lain-lain. Sementara itu, kalimat khabitsah (yang buruk) ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar, dan perbuatan yang tidak baik (halaman 14).

Buku yang berjudul Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa karya  M. Fauzi Rachman, menguraikan apa yang dimaksud zikir-zikir utama. Zikir-Zikir utama itu terdiri dari 8 kalimat thayyibah, seperti basmalah, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, alhauqalah, istighfar, dan shalawat. Tidak hanya itu, Fauzi dalam buku ini juga menjelaskan bagaimana memaknai 8 zikir utama tersebut dan bagimana pula cara meneladani atau mengaplikasikan dalam sehari-hari.

Dalam tulisan ini saya akan membahas salah satu dari 8 zikir utama tersebut. Basmalah, ini yang sering kita ucapkan, tetapi mungkin banyak tidak mengetahui maknanya juga bagaimana meneladaninya. Basmalah adalah bismillahirrahmanirrahim. Menurut ‘Allamah Thabathaba’i, kata depan “bi” dalam bismillah mempunyai hubungan dengan kata kerja “aku memulai” yang maknanya memulai pembicaraan dengan-Nya.

Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa para Ulama menjelaskan bahwa kata basmalah adalah sumpah dari Tuhan kita yang diturunkan pada setiap awal surat. Hal ini untuk menunjukkan pada setiap hamba-Nya bahwa setiap surat yang turun adalah kebenaran dan Allah menjamin akan memberikan segala janji, kasih sayang, dan kebaikan yang Allah paparkan dalam surat tersebut.

Senada itu, Ibnu Jabir Al-Thabari menerangkan bahwa jika seorang muslim mengucap basmalah kemudian membaca Al-Qur’an, hal itu memiliki pengertian bahwa seoalah-olah mengatakan, “Dengan Nama Allah, Al-Rahman dan Al-Rahim, aku membaca. Sedangkan Imam Asy-Syaukani mengatakan bahwa huruf Ba’ dalam bismillah memiliki arti isti’anah. Yang berarti mengambil berkah dari kata tersebut. Contohnya, “Dengan nama Allah, aku melakukan ini.” Dengan maksud agar diberi kemudahan melakukan perbuatan tersebut (halaman 18).

Basmalah memiliki fungsi sebagai penjagaan dari godaan setan. Banyak doa-doa yang diawali dengan basmalah, seperti doa ketika keluar dari rumah dan doa ketika akan melakukan hubungan suami-istri (jima’). Doa keluar rumah ada dalam sunan Al-Tirmidzi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan, ‘Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah semata.’ Akan dikatakan kepadanya, ‘Engkau telah dicukupkan, diberi petunjuk, dijaga, dan dipalingkan dari godaan setan.’ Kemudian setan berkata kepada sesamanya, ‘Bagaimana  engkau bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dipenuhi kebutuhannya, dan dilindungi oleh Allah?” (HR Abu Dawud, An-Nasai dan Al-Tirmidzi) (halaman 26)

Bagaimana meneladani basmalah? Yaitu dengan cara berusaha memantapkan pada diri sifat rahmat dan kasih sayang sehingga menjadi ciri kepribadian. Setelah itu, tidak segan mencurahkan rahmat dan kasih sayang itu kepada seluruh manusia, tanpa membedakan apapun (halaman 33).

Begitulah, seperti juga dengan beristighfar, Allah akan memberi  kenikmatan yang baik. Dengan berzikir maka insya Allah akan mendapat keberkahan dan turunlah ketenangan. Sehingga membaca buku ini sangat direkomendasikan bagi setiap Muslim. Agar memiliki kehidupan semakin berkah, diliputi ketenangan, ketentraman dan kedamaian, semoga! Selamat membaca!

*review dimuat di Jateng Pos 16 April 2017

Iklan

3 thoughts on “Zikir-Zikir Utama Penenang Jiwa Karya M. Fauzi Rachman

  1. nurulyaqin 23 April 2017 / 16:50

    Salam mas Ridho,, apakah setiap pemuatan resensi diinformasikan ke penulis?

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s