Menemukan Soulmate Pilihan Allah Karya Faizal Ainul Adha

cover menemukan soulmate pilihan Allah

Lika-Liku Pencarian Jodoh

Judul                            : Menemukan Soulmate Pilihan Allah

Penulis                          : Faizal Ainul Adha

Editor                           : Mursyidatul Amamah

Penerbit                       : Noura Books

Tahun Terbit                : Pertama, Februari 2017

Jumlah Halaman          : 170 halaman

ISBN                           :  978-602-418-144-4

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Jodoh adalah misteri, seperti halnya kelahiran, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, tidak bisa ditebak, juga tidak bisa dipaksakan. Semua sudah tertulis di Lauh Mahfuzh. Manusia hanya bisa mengusahakan dengan usaha yang baik dan cara yang baik.

Hal ini berarti tidak hanya berusaha, tetapi juga dengan cara yang baik. Ada yang berusaha sejak SMA untuk mendapatkan jodoh tetapi malah kekecewaan dan sakit hati yang diterima hanya karena salah cara. Ada yang dengan cara yang baik, dengan persiapan yang baik, akhirnya bertemu jodoh yang Allah siapkan dan rumah tangganya berkah. Setiap orang akan berbeda jalan ceritanya dalam mendapatkan jodoh, dalam buku Menemukan Soulmate Pilihan Allah, Faizal menulis kisah lika-liku pencarian jodoh yang layak disimak.

Adalah Bushra, santriwati sebuah pondok pesantren. Suatu ketika saat dia liburan di rumah, ada tetangga baru di dekat rumahnya. Kemudian dia pun diajak Aba dan Umma-nya untuk silaturahim kepada tetangga baru tersebut. Sambutan dari tuan rumah cukup mesra, keluarganya pun semakin akrab dengan tetangga baru tersebut.

Ternyata, tetangga baru tersebut pun mempunyai anak dan laki-laki, yang bernama Rafa. Tanpa ada kesepakatan mereka seakan ingin menjodohkan Bushra dan Rafa. Rafa sedang menyelesaikan kuliahnya. Rafa ketika libur kuliah menyempatkan pulang untuk bertemu Bushra. Ya, Rafa menyukai Bushra.

Bahkan, Rafa pun kadang datang ke pondok Bushra membawa makanan kesukaan Bushra. Namun, Bushra sampai saat itu belum merasakan cinta dalam hatinya kepada Rafa. Dia hanya terpikirkan untuk menjadi santri yang lulus dengan predikat yang baik. Dan benar, usahanya tidak sia-sia dia mendapatkan nilai yang sangat baik malah. Setelah lulus, dia pun ingin mengikuti les di Pare.

Namun, kabar buruk yang dia dapatkan ketika dia baru beberapa hari di Pare. Hadi, kakak Bushra melihat Rafa sedang berjalan mesra dengan seorang perempuan. Meskipun, belum ada percakapan bahwa Rafa dan Bushra akan menikah. Bushra tetap kecewa dan merasa dikhianati oleh Rafa.

Sejak saat itu Bushra sudah tidak memikirkan Rafa lagi. Setelah dua bulan di Pare dan dia pulang, baru Bushra membuka kepada keluarga Rafa bahwa Rafa telah membuatnya kecewa. Bushra pun tidak mau jika akan dinikahkan dengan Rafa. Semua kaget, orangtua Rafa dan orangtua Bushra kaget.

Orangtua Bushra pun meminta maaf, dan meminta kesempatan kedua bagi Rafa. Bahkan sampai menangis. Namun Bushra berkata begini, “Maaf, Ibu. Bushra tidak bisa. Dan, bukankah jodoh tidak akan pernah tertukar? Jika nanti kami berjodoh, sejauh apapun kami berpisah, takdirlah yang akan menjadi penghubungnya (halaman 15).”

Kemudian Bushra kuliah di Malaysia dan dekat dengan Arham, kakak kelasnya. Meski awalnya Bushra menganggap bahwa Arham pengganggu. Namun akhirnya Bushra pun tertarik kepada Arham dan berdoa semoga Arham adalah jodohnya. Arham pun sudah akan menemui orangtua Bushra. Namun, kemudian dia menghilang sebelum menemui orangtua Bushra (halaman 20).

Bushra pun menyerahkan semua kepada Allah, dia fokus kuliah. Kemudian dia kenal dengan Burhan yang pernah satu pondok dengannya. Burhan tengah menyelesaikan kuliah S-2  di Madinah. Burhan ingin segera menikahi Bushra, tetapi orangtuanya hanya membolehkan setelah Burhan menyelesaikan S-2.

Selain itu Rafa, dikabarkan lulus dengan predikat cumlaude, dan melanjutkan S-2 dengan beasiswa dari sebuah lembaga. Rafa menjadi pemuda yang sangat membanggakan, menjadi penceramah di mana-mana. Dan ternyata keluarganya dan keluarga Rafa masih mengharapkan mereka berdua akan menikah.

Begitu juga Rafa, dia masih ingin menikahi Bushra, dan inginnya di bulan Juni 2015, begitu yang dia ucapkan kepada ibunya. Dan benar Allah menjawab doanya. Burhan tidak mampu melobi orangtuanya, dan akhirnya Bushra membuka hati untuk Rafa (halaman 26). Ada banyak kisah menarik dan pantas direnungi dalam buku ini. Seperti kisah yang sudah berpacaran lama tetapi tidak jadi menikah, ada kisah anak Rohis yang mencintai dalam diam, kemudian pada saat yang baik dan tepat mereka pun menikah.

Sepakat seperti kata penulis, bahwa buku ini bisa menjadi penawar galau bagi jomblowan dan jomblowati. Dan ada pesan, bahwa ikhtiar harus dalam kerangka dan cara yang baik. Selamat membaca!

*dimuat di harian singgalang 23 April 2017

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s