Anies; Tentang Anak Muda, Impian dan Indonesia Karya Syafiq Basri

cover Anies.jpg

Mendulang Inspirasi Dari Kehidupan Anies

Judul                            : Anies; Tentang Anak Muda, Impian dan Indonesia

Penulis                          : Syafiq Basri

Editor                           : Teguh Afandi

Penerbit                       : Noura Books

Tahun Terbit                : Pertama, Desember 2016

Jumlah Halaman          : 200 halaman

ISBN                           :  978-602-385-032-7

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMPN 2 Tamanan Bondowoso

Seseorang berpengaruh saat ini, adalah orang yang disiapkan sejak dulu. Perkataan ini benar adanya, paling tidak bagi sebagian orang yang kini menjadi pembesar di Indonesia. Meskipun, kata disiapkan bisa bermakna dua, disiapkan secara kebetulan atau memang sengaja disiapkan.

Anies Baswedan, namanya sampai saat ini menjadi banyak pembicaraan. Pernah menjadi rektor muda di Universitas Paramadina (halaman 113). Selain itu dia juga terkenal sebagai penggagas Gerakan Indonesia Mengajar dan Gerakan  Turun Tangan yang kiprahnya sangat diakui dan tersebar di pelosok negeri (halaman 191). Sampai selama dua puluh bulan Anies sempat diamanahi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang kinerjanya diacungi jempol oleh banyak orangtua dan guru(halaman 72). Hingga terjun ke dunia politik, pernah dimasukkan sebagai calon presiden di konvensi Partai Demokrat, dan sekarang mendapat lamaran dari Partai Gerindra dan PKS untuk menjadi calon gubernur Jakarta membersamai Sandiaga Uno yang menjadi calon wakil gubernur.

Anies sejak kecil mendapat pendidikan yang mungkin berbeda dengan orangtua zaman dulu yang kaku dan ingin anaknya harus sesuai keinginan orangtua. Anies tidak pernah dipaksa untuk membaca atau belajar, tetapi dibiarkan menikmati masa kecilnya. Namun, orangtuanya tetap mengarahkan hal tersebut namun dengan cara yang berbeda.

Suatu ketika Anies yang masih sekolah SD sedang sangat menyukai bermain sepeda. Orangtuanya membolehkan Anies bermain sepeda dengan jarak jauh jika Anies mendatangi perpustakaan KR (Kedaulatan Rakyat). Ini adalah cara yang unik orangtua Anies dalam menumbuhkan minat baca. Tanpa dipaksa, Anies pun mau berkunjung ke perpustakaan, mengenal buku, dan akhirnya dia menjadi suka membaca buku (halaman 22).

Di lain kesempatan Anies, pernah mendapat masalah. Muhammad Ali adalah petinju yang Anies idolakan. Akhirnya, Anies tumbuh menjadi seorang yang pemberani dan cenderung bandel. Dia terbiasa berkelahi dengan teman-temannya. Dia pernah memukul seorang anak sampai berdarah, dan akhirnya anak tersebut membalas Anies dengan membawa teman-temannya. Anies babak belur dikeroyok.

Anies pun pulang ke rumah, berharap ada pembelaan dari ibunya yang menurut Anies sempat melihat dia saat dikeroyok. Namun ternyata, ibunya pura-pura tidak melihat dan langsung pulang. Anies pun bertanya kepada Ibunya, mengapa Anies tidak dibela ketika dikeroyok. Ibu Anies menjawab, “Ibu sengaja berpura-pura tidak melihat dan membiarkan pengeroyokan itu terjadi. Sebab kondisimu tampak tidak membahayakan. Kamu harus latihan bertanggungjawab dan mampu menyelesaikan masalah sendiri (halaman 25).”

Salah seorang yang menginspirasi Anies bisa menjadi seperti sekarang selain kedua orangtuanya adalah kakeknya, A.R. Baswedan. Kakeknya adalah seorang pejuang kemerdekaan. Mendapatkan Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2013.

Anies sangat dekat dengan kakeknya, kakeknya juga seorang muballigh yang belajar dari KH. Mas Mansur dari Muhammadiyah. Pada saat kakeknya berpidato atau berceramah, Anies kecil biasanya ikut serta dan duduk bersama kakeknya. Di sinilah Anies belajar, sehingga tidak heran Anies piawai saat berbicara di depan khalayak dengan diksi runtut dan memukau.

Berkat kedekatan dengan kakeknya ini Anies jadi mengenal banyak orang-orang penting kala itu dan orang yang kini menjadi berpengaruh. Dari Adam Malik, Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Romo Mangunwijaya, Lukman Hakiem dan lainnya, yang Anies jadikan guru secara tidak langsung (halaman 16). Perkataan kakeknya yang tidak pernah Anies lupakan adalah, “Di mana seorang dilahirkan, di situlah tanah airnya.”

Karena perkataan kakeknya inilah, Anies ingin menjadi orang yang memiliki andil dalam membangun negeri. Dia membangun gagasan yang bermanfaat dan juga ikut urun tangan. Kehidupan Anies ini dirangkum Syafiq Basri dalam buku Anies; Tentang Anak Muda, Impian dan Indonesia. Beberapa tentang parenting, berkaitan atau lebih tepatnya nyambung dengan beberapa kutipan inspiratif Renald Kasali dalam buku BAPER: Bawa Perubahan yang juga diterbitkan oleh Noura Books. Buku yang sangat menarik, direkomendasikan dibaca oleh banyak anak muda generasi bangsa. Selamat membaca!

Resensi versi 2 Anies Tentang Anak Muda, Impian dan Indonesia di Jateng Pos 30 April 2017
*dimuat di Jateng Pos 30 April 2017
*dapatkan review buku, info buku dan quotes dari buku dengan bergabung di channel telegram t.me/bukabukubukadunia

Iklan