The Real Warriors: How They Beat Their Pain Karya Tika Musfita

cover the real warriors

Cara Survive Ketika Sakit

Judul                            : The Real Warriors: How They Beat Their Pain

Penulis                          : Tika Musfita

Editor                           : Budhyastuti R.H.

Penerbit                       : Qanita

Tahun Terbit                : Pertama, Oktober  2017

Jumlah Halaman          : 208 halaman

ISBN                           :  978-602-402-094-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso

“Yakinlah. Ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran yang kau jalani. Sehingga membuatmu terpana, sampai lupa pedihnya rasa sakit – Ali Bin Abi Thalib.” (halaman 74)

Hidup adalah rangkaian ujian. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak mendapatkan ujian, bahkan Nabi sekalipun. Ya, Nabi saja yang semua dosanya diampuni oleh Allah (Ma’shum) dan paling disayang oleh Allah saja mendapat ujian, apalagi manusia biasa. Ujian adalah hidup itu sendiri.

Dalam Islam, ujian Allah berikan agar Allah mengetahui mana di antara manusia yang benar-benar baik dan taat kepada-Nya. Ujian bukan berarti, manusia tersebut sedang dibenci Tuhan. Karenanya, manusia harus memupuk sikap positif dan pandangan yang baik kepada Allah.

Kisah dalam buku yang berjudul  The Real Warriors: How They Beat Their Pain ini sangat menarik. Kisah ini adalah kisah nyata penulis yang bernama Tika Musfita. Dalam beberapa hari perut Tika terasa sakit. Hingga kemudian dia dibawa ke rumah sakit. Ketika diperiksa oleh dokter dengan sedikit cubitan, dia divonis sakit TORCH.

TORCH adalah penyakit yang virusnya akan membuat dia mandul (halaman 10). Karena tidak tahu apa yang sedang dialami tubuhnya, akhirnya Tika mencari info di Google tentang penyakit yang dikatakan dokter. Ternyata penyakit ini tidak saja membuat penderitanya mandul, tetapi bisa mati dalam keadaan mendadak.

Untung saja, setelah pemeriksaan lanjutan, vonis itu negatif. Tika hanya mengalami masalah pencernaan. Namun, dokter mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan waspada. Meski begitu, Tika tidak mau memikirkan bahwa dia sakit. Dia mencoba untuk positif thingking dan melanjutkan hidup seperti biasa dan bahagia.

Dia tidak mau merisaukan, hingga malah membuat dia stres dan menambah penyakit. Dia kuliah dengan cukup cepat, bersosialisasi dengan ikut banyak kegiatan seperti tari. Akhirnya, pada tahun 2014 saat dia berumur 22 tahun dia harus ke rumah sakit karena meras mual, muntah dan sakit kepala yang sangat. Hingga dia dinyatakan gagal ginjal dan harus cuci darah.

Kabar ini sungguh membuat Tika shock. Hingga diadakan diskusi keluarga, Tika harus dicuci darah. Dia pun melewati proses pengobatan dan perawatan yang tidak sedikit waktunya dan sakitnya sungguh sangat. Sampai dia pernah meminta Allah untuk menghentikan sakitnya saat itu juga.

Hingga kemudian dia bertemu dengan orang-orang yang berjuang seperti dirinya, seperti Inung yang menyelesaikan studi keperawatan di UGM dan Agfri yang semangat menjalankan usahanya. Akhirnya dia sadar, “Sejak saat itu aku sampai pada satu kesimpulan. Hal pertama yang harus kumiliki bukanlah memaksakan aku harus sembuh, melainkan meminta Allah memberiku kekuatan melebihi setiap rasa sakit ini. Meminta Allah memberikan kesabaran melebihi setiap perubahan fisikku yang mungkin akan semakin memburuk.” (halaman 33)

Akhirnya, Tika pun menulis buku ini. Sebuah buku yang dia niatkan untuk memberi semangat kepada orang yang diuji dan sakit, utamanya yang sakit seperti dia. Ada beberapa saran, tips, dan motivasi dari Tika di sini. Pertama, terus berjalan dengan mengambil tindakan yang terbaik  dan merespon dengan bijak. Dengan menjadian sakit sebagai pembangkit untuk berbuat baik kepada untuk orangtua, dan menambah ibadah dan amal shalih. Menerima sakit yang dialami, dengan tidak putus asa dan menyadari kekuatan yang dipunyai, serta menumbuhkan rasa syukur, usaha dan semangat (halaman 57).

Kedua, mencukupkan Allah sebagai penolong hidup dan tidak putus berdoa (halaman 71). Menuliskan semua impian, dan bergabunglah dengan komunitas yang cocok dengan impianmu. Ketiga adalah selalu berbaik sangka kepada Allah atas segala musibah dan penyakit yang Dia ujikan.

Secara keseluruhan buku setebal 208 halaman ini tidak hanya menarasikan kisah nyata yang memotivasi survivor saja, tetapi semua orang yang sehat tetapi memiliki ujian selain sakit yang parah, seperti bisnis bangkrut, cerai dan lainnya. Buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca banyak orang, selain itu dengan membeli buku ini berarti turut menyumbang kepada Indonesian Kidney Donor karena 100% royalty akan disumbangkan kepada mereka yang sakit. Selamat membaca!

*dimuat di Harian Singgalang 21 Januari 2018
**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085933138891 gabung juga di grup di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp dan http://bit.ly/TokoBukuHamdalahTelegram
***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s