Be a Passionpreneur! Karya Edvan M. Kautsar

 

Be A Passionpreneur.jpg

Meraih Sukses Sesuai Passion

Judul                            : Be a Passionpreneur!

Penulis                          : Edvan M. Kautsar

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : Pertama, Januari 2017

Jumlah Halaman          : 200 halaman

ISBN                           :  978-602-03-3725-8

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Kesuksesan bukanlah kunci dari kebahagiaan. Sebaliknya kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika kau menyukai apa yang kau lakukan dan merasa bahagia melakukannya, kau pasti sukses (Hermain Cain, halaman 74).

Perkataan Hermain Cain di atas menunjukkan bahwa kesuksesan itu bisa diraih karena kita bahagia. Bahagia di sini adalah, senang dan tidak ada rasa terpaksa ketika melakukan pekerjaan. Hal ini bisa terjadi jika, pekerjaan yang dilakukan adalah sesuai hobi atau passion yang dimiliki.

Passion adalah gairah. Passion adalah energi yang membuat seseorang selalu bersemangat melakukan sesuatu. Passion bisa diartikan perasaan atau emosi terhadap suatu hal yang membuat seseorang sangat antusias ketika melakukannya. Passion adalah roh dan jiwa yang melingkupi kita dalam melakukan sesuatu dengan ikhlas dan sukarela (halaman 168).

Dalam buku yang berjudul Be A Passionpreneur! Karya Edvan M. Kautsar, penulis memberikan langkah menyusun strategi sukses sesuai passion. Pertama, menemukan passion yang berarti menemukan diri dengan berserah diri kepada Tuhan. Banyak yang mengawali sebuah usaha, dengan usaha dulu, berdoa baru berserah diri kepada Tuhan. Menurut Edvan ini kurang benar, seharusnya berserah diri kepada Tuhan terlebih dahulu kemudian berusaha.

Mengapa begitu? Berserah diri amatlah penting. Berserah diri di sini adalah pengakuan bahwa kita adalah manusia yang lemah, tidak punya apa-apa, hanya makhluk, meminta pertolongan kepada Khalik Sang Pencipta. Dengan upaya penyerahan diri ini, maka Tuhan akan menolong hamba-Nya.

Seperti kisah-kisah para Nabi dalam kitab-kitab Agama samawi. Nabi Ibrahim sebelumnya bertanya-bertanya siapakah Tuhannya. Melihat bulan dan bintang di malam hari, dianggap Tuhan. Kemudian melihat matahari yang lebih besar di pagi hari, pun dianggap Tuhan. Hingga dia menemukan Tuhan sejati, dan akhirnya mampu melaksanakan tugas besarnya mengajak umatnya kembali mengimani Tuhan yang sebenarnya (halaman 73).

Strategi kedua, setelah menemukan passion adalah membesarkan cita-cita. Maksud Edvan di sini adalah milikilah vision atau impian yang besar dan jelas. Visi adalah kemampuan untuk membayangkan bagaimana seseorang/perusahaan dapat berkembang pada masa mendatang dan merencanakan dengan baik cara untuk mencapai perkembangan tersebut (halaman 81).

Mengapa Edvan mengatakan harus memiliki visi? Karena, banyak orang yang jika ditanya, “Apa cita-citamu?” maka jawabannya, hanya “Saya ingin sukses.” Ya, hanya sampai di situ, tidak ada kejelasan cita-cita atau impian apa yang ingin diraih. Jadi, sekedar ingin sukses saja tidak cukup.

Mari kita simak penelitian yang dilakukan oleh Central Intelegence Agency atau CIA. CIA mengatakan, ternyata perbedaan antara negara yang maju dan negara yang berkembang adalah mengenai cita-cita. Negara maju dihuni orang-orang yang memiliki impian yang besar sejak kecil, sedangkan di negara berkembang dihuni oleh orang-orang yang memiliki cita-cita yang biasa saja, dan bahkan mayoritas tidak memiliki impian (halaman 83).

Strategi berikutnya adalah membuat langkah sukses. Maksud Edvan di sini adalah, menentukan mission atau langkah demi langkah untuk meraih impian. Misi adalah bagaimana cara meraih visi atau impian (halaman 100). Misi bisa diibaratkan dengan GPS dan visi adalah alamat yang dituju.

Edvan memaparkan bahwa kunci menemukan misi adalah dengan membaca dan bertanya. Misi manusia ada dalam kitab suci, dalam Al-Qur’an Allah berfirman bahwa manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Maka, misi yang benar adalah misi yang tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga bermanfaat bagi kehidupan di akhirat (halaman halaman 105).

Setelah menemukan passion, vision, dan mission, maka sudah saatnya untuk action. Akan menjadi percuma dan sia-sia jika telah menemukan passion, punya visi dan misi tetapi tidak ada aksi (halaman 113). Maka, mulailah dengan niat yang benar, sedikit demi sedikit. Jika ada kegagalan, bangkit kembali.

Dalam buku ini Edvan tidak hanya menarasikan teori semata, namun juga disertai dengan pengalaman nyata hidupnya. Karena itulah, buku ini mampu membius pembaca untuk beraksi dan bergerak. Sangat cocok bagi Anda yang membutuhkan, motivasi yang berisi dan masuk ke hati. Selamat membaca!

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

Iklan

2 respons untuk ‘Be a Passionpreneur! Karya Edvan M. Kautsar

  1. mysukmana 16 Maret 2018 / 21:34

    Bekerja kalau sesuaI passion itu spt orang tak bekerja..

    Suka

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s