Kisah 25 Nabi dan Rasul Karya Yudho Purwoko

cover kisah 25 nabi dan rasul.jpg

Jejak Teladan Nabi Ibrahim dan Isma’i

Judul                            : Kisah 25 Nabi dan Rasul

Penulis                          : Yudho Purwoko

Editor                           : Dadan Ramadhan dan Huda Wahid
Ilustrator                     : Ferry Barryadi

Penerbit                       : Dar! Mizan

Tahun Terbit                : Pertama, Maret 2017

Jumlah Halaman          : 164 halaman

ISBN                           :  978-602-242-892-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso

Kehidupan para Nabi adalah jejak-jejak teladan tiada bandingnya. Salah satunya kisah inspiratif yang layak diteladani oleh Umat Muslim adalah Nabi dan Rasul yang dijuluki Kekasih Allah, Ibrahim as. Dari keturunan Nabi Ibrahim inilah kemudian banyak lahir para Nabi dan Rasul Allah.

Ada beberapa hal yang bisa diteladani dari Nabi Ibrahim as. Pertama, Nabi Ibrahim adalah seorang pemberani beramar ma’ruf nahi munkar. Nabi Ibrahim lahir di Babilonia yang terletak di antara Sungai Eufrat dan Sungai Dajlah (Tigris), yang sekarang disebut negara Irak. Di sana ada seorang raja yang kejam dan zalim. Semua rakyatnya harus patuh dan tunduk atas perintahnya, sehingga semua takut kepadanya.

Bahkan, lebih dari itu raja ini mengaku sebagai Tuhan. Nama raja ini adalah, Namruz. Pernyataan dirinya sebagai tuhan diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 258. “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kekuasaan. Ketika Ibrahim berkata, ‘Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan. Orang itu berkata, Saya bisa menghidupkan dan mematikan…”’

Namruz pun ingin membuktikan bahwa dia bisa menghidupkan dan mematikan dengan memanggil dua orang rakyatnya yang memiliki kesalahan kepadanya. Kemudian salah satu di antaranya dihukum mati dan satunya diberi ampunan dan bebas. Menurutnya, ini yang menunjukkan bahwa dia mampu menghidupkan dan mematikan. Inilah bentuk kezalimannya yang luar biasa.

Meski begitu Nabi Ibrahim tidak takut kepadanya, Nabi Ibrahim malah menantang dengan menghancurkan berhala yang rakyat Babilonia sembah dan hanya disisakan satu berhala paling besar. Raja Namruz dan rakyat Babilonia marah kepada Nabi Ibrahim. Sehingga, Raja Namruz memberi Nabi Ibrahim hukuman dibakar hidup-hidup. Namun, bukannya terbakar, Nabi Ibrahim malah merasakan dingin dan tidak terbakar sedikit pun karena mukjizat dari Allah (halaman 43)

Kedua Nabi Ibrahim dan anaknya yang bernama Ismail adalah orang yang sabar dan ikhlas. Atas saran istrinya, Siti Sarah, Nabi Ibrahim menikahi perempuan yang bernama Siti Hajar. Namun, akhirnya Siti Sarah tidak menyukai Siti Hajar yang hamil dan kemudian melahirkan Ismail.

Atas perintah Allah, maka Nabi Ibrahim pun membawa Siti Hajar dan Ismail kecil ke tanah tandus nan gersang yang tidak ada penghuninya, Makkah. Sebelum meninggalkan mereka berdua di sana, Nabi Ibrahim pun berdoa yang menunjukkan bahwa beliau ini ikhlas dan tawakkal kepada Allah yang diabadikan dalam surat Ibrahim ayat 37.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah  Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu, agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka). Beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Kondisi gersang, kering, tandus, dan panas menyengat memang memprihatinkan, namun Siti Hajar yakin Allah tidak akan meninggalkan dia dan anaknya. Sehingga, dia pun berusaha untuk mencari air. Dia berlari dari bukit shafa dan marwa, berkali-kali dia berlari berputar di sekitarnya, namun dia tidak menemukan air. Perjuangan Siti Hajar ini kemudian menjadi salah satu ritual dalam haji.

Hingga mata air keluar di dekat Ismail kecil yang terus menangis kehausan. Air itu terus mengalir deras, dan Siti Hajar berkata “Zam-Zim” yang artinya berkumpullah, dan hingga sekarang air itu terus keluar dan dinamakan air zam-zam. Sejak itu kemudian ada rombongan dari bangsa Jurhum yang datang dan menetap di sana, dan terus sampai sekarang Makkah menjadi ramai manusia (halaman 51).

Teladan dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail yaitu ketika keduanya diperintahkan menyembelih. Yang menyembelih adalah Ibrahim dan yang disembelih adalah anak semata wayang yang sangat dicintainya, yaitu Ismail. Setelah merenungkan dan kemudian bertanya kepada Ismail tentang bagaimana pendapatnya, ternyata Ismail dengan tegas taat kepada Allah dan ikhlas, siap dan sabar untuk disembelih oleh ayahnya. Namun, ketika pedang sudah dekat dengan leher Ismail, malaikat secepat kilat menarik Ismail dan menggantinya dengan  domba. Jejak Ibrahim ini hingga sampai ini menjadi ibadah yang dianjurkan dalam Islam, yaitu berkurban pada hari Idul Adha (halaman 53).

Maka, tak pelak jika narasi dalam buku Kisah 25 Nabi dan Rasul ini menjadi salah satu buku wajib sebagai hadiah kepada anak atau adik. Selain kisah nyata penuh hikmah, juga dilengkapi denga ilustrasi yang menarik hati anak-anak. Yang tidak hanya menarik ketika dibaca langsung oleh anak, namun juga menarik jika dibaca dengan didongengkan. Selamat membaca!

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085933138891 gabung juga di grup di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp dan http://bit.ly/TokoBukuHamdalahTelegram

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

 

Iklan

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s