Petualangan di Waterboom Karya Dimas Pramudya

cover kkpkpetualangan-di-waterboom

Bahagianya Memiliki Saudara

Judul                            : Petualangan di Waterboom

Penulis                          : Dimas Pramudya

Editor                           : Vicky Larasita dan Saptorini

Penerbit                       : Dar! Mizan

Tahun Terbit                : Pertama, Januari 2019

Jumlah Halaman          : 96 halaman

ISBN                           :  978-602-420-734-2

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak, akan merindukan hadirnya buah hati. Begitu pula, seorang anak yang belum memiliki saudara, melihat teman-temannya yang memiliki saudara terlihat bahagia, dia pun menginginkan adanya adik  lahir dari rahim ibunya.

Seperti yang dialami oleh Bunga. Bunga saat ini sudah berumur tujuh tahun, hingga saat itu mamanya belum melahirkan anak lagi. Rumah Bunga jauh dari rumah teman-temannya, sehingga dia seringkali merasa kesepian. Karenanya, dia selalu ingin ada teman bermain atau lebih tepatnya, dia ingin ada adik yang bisa diajak bermain.

Suatu ketika, Bunga melihat mama berlari ke kamar mandi. Bunga mendengar mama muntah-muntah. Bunga khawatir sakit. Saat malam hari, papanya bisa mengantarkan mama ke dokter. Ternyata, pada saat pulang Bunga mendapatkan kabar baik dan menggembirakan (halaman 64).

Setelah diperiksa dokter ternyata mama Bunga hamil. Bunga sangat bahagia. Namun, belum lama Bunga bahagia, dia harus sedih kembali. Suatu ketika papa mengantarkan mama sampai larut malam untuk periksa ke dokter. Meski terlihat lelah, namun kedua orangtua Bunga tidak mengatakan apa-apa kepada Bunga, seolah semua baik-baik saja.

Ketika mereka bertiga mendaki gunung, papa lalu berbisik kepada Bunga bahwa mama ketika diperiksa oleh dokter, dinyatakan keguguran dan sudah dikoret. Bunga pun kaget dan berlanjut sedih. Dia sudah kadung membayangkan, bagaimana bahagianya dia saat menyuapi, memandikan dan menggendong adiknya. Tetapi, dia tidak mau larut dalam kesedihan, dia memeluk mama dengan erat.

Hingga suatu ketika dia mendengar mama muntah-muntah lagi. Dia berharap itu adalah tanda mamanya hamil lagi. Dia pun meminta papa segera mengantarkan mama ke dokter. Ternyata benar, mamanya hamil lagi, Bunga pun meloncat berlonjak-lonjak, saking bahagia.

Dia pun menceritakan kepada teman-temannya kalau dia akan memiliki adik. Semua temannya mengucapkan selamat dan senang. Ada satu teman yang malah mengatakan bahwa memiliki adik tidak enak, karena orangtua nantinya hanya fokus pada adik, orangtua hanya memerhatikan sang adik dan lupa pada sang kakak.

Mendengar itu, Bunga pun kepikiran. Dia pun terlihat lemas dan lesu, wajahnya murung. Apakah benar nanti adiknya akan mengambil perhatian mama dan papa darinya? Lalu Om Gio pun menyadarkan Bunga bahwa apa yang dikatakan temannya itu tidak benar. Karena orangtua akan selalu menyayangi semua anaknya (halaman 70).

Bunga pun tidak memikirkan apa yang dikatakan temannya. Mamanya pun melahirkan anak perempuan yang bernama Cindy. Adik Bunga ini berpipi gembul merah, bulu matanya lentik, rambutnya hitam dan tebal. Itu karena selama hamil mama sangat suka makan bubur kacang ijo dan susu kedelai.

Ketika mama dan Cindy telah dibolehkan pulang dari rumah sakit, semua terlihat sibuk. Mama menyusui Cindy, papa menyiapkan kamar Cindy, Om Gio dan Bi Sinar pun menyiapkan segala kebuthan Cindy. Melihat hal itu, Bunga teringat dengan apa yang temannya katakan.

Malam harinya Bunga pun menangis, karena semua hanya mencintai Cindy. Namun, mama Bunga pun meminta maaf dan mengatakan bahwa mama mencintai dan menyayangi semua anaknya. Sedangkan, sementara ini memang harus ekstra perhatian kepada Cindy, karena Cindy masih sangat kecil dan belum bisa apa-apa. Jadi harus dibantu segalanya.

Mendengar hal tersebut Bunga pun tersadar, bahwa apa yang dikatakan oleh mamanya adalah benar. Bahkan dia harusnya bersyukur, karena dia masih diberi karunia oleh Allah untuk menjadi seorang kakak. Karena tidak sedikit orang yang hanya menjadi anak satu-satunya. Maka,  jelaslah buku karya Dimas Pramudya ini adalah buku yang bagus untuk dibaca oleh anak-anak. Tidak hanya menghibur, tetapi juga penuh makna dan inspirasi. Selamat membaca!

*dimuat di Harian Singgalang 17 Maret  2019

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085335436775
gabung juga di grup
 di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia 

Silakan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s