Seribu Tahun Cahaya Karya Lia Heliana

cover seribu tahun cahaya.jpg

Kisah Islami Dengan Latar Dystopia

Judul                            : Seribu Tahun Cahaya

Penulis                          : Lia Heliana

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                : Pertama, 2016

Jumlah Halaman          : 194 halaman

ISBN                           :  978-602-03-1825-7

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso

Bagi saya novel Islami ini cukup cerdas dan menarik. Dengan latar, cerita, dan ide yang tak biasa. Mungkin terinspirasi dari buku atau bahkan film sejenis, namun tentu saja menulis novel seperti ini tidak mudah adanya. Perlu riset yang lumayan berdarah-darah sepertinya. Ya, judul novel ini adalah Seribu Tahun Cahaya yang ditulis oleh Lia Heliana.

Prolog novel ini dimulai tentang keberangkatan enam orang astronaut untuk melakukan misi sesuai keahlian masing-masing ke luar angkasa pada akhir tahun 2014. Mereka adalah Zee atau Zenadine, Mike, Argen, Yosha, Chaled dan Kapten Chou. Pemberangkatan mereka terbilang sukses. Namun, ternyata takdir berkata lain, 52 menit setelah keberangkatan, pihak bumi sulit melakukan kontak dengan pesawat.

Bahkan, sampai 2-3 bulan masih dicoba melakukan kontak dan pencarian. Hingga pihak bumi putus asa dan menginformasikan bahwa pesawat luar angkasa yang terbang di akhir tahun 2014, telah hilang. Kemudian, dimulailah kisah di dalam pesawat oleh tokoh-tokoh di atas.

Di dalam kapal mereka saling menyalahkan, termasuk semua menyalahkan Kapten Chou yang ternyata melakukan konspirasi jahat dengan pihak bumi yang memberangkatkan mereka untuk melakukan misi ke luar angkasa. Zee sebagai Muslim yang taat, berusaha tenang dan tawakkal kepada Allah. Tidak seperti Mike yang tidak percaya Tuhan dan sangat labil. Argen, Yosha dan Chaled merasa putus asa, dan gamang akan kekuasaan Tuhan.

Ditambah lagi, nyaris mereka terseret ke black hole dan hilang untuk selamanya. Mereka bisa menghindar, selamat tetapi yang mereka sesalkan semakin jauh dari bumi. Setelah beberapa lama, ternyata terbongkar rahasia, ada satu kapsul penyelamat yang akan membawa salah satu dari mereka untuk kembali ke bumi, jika terjadi suatu hal, termasuk yang saat ini terjadi kepada mereka.

Maka, dibuatlah voting. Ternyata terpilih Zee untuk pulang ke bumi lebih dulu menggunakan kapsul penyelamat. Mike yang sejak awal tidak suka kepada Zee, tidak percaya hasil voting dan menurut dia ada konspirasi antara mereka sehingga sepakat memilih Zee. Menurut Mike, seharusnya dia yang terpilih pulang ke bumi memakai kapsul. Maka, terjadilah keonaran di dalam pesawat, Mike sampai mengacungkan pistol.

Nah, ini salah satu letak unik novel ini bagi saya. Di akhir bab IV, pembaca diberi pilihan oleh Lia. “Jika kamu Zee dan memilih pergi, teruskan ke Bab V. Jika kamu Zee dan memilih bertahan, melompatlah ke Bab XII (halaman 32).”  Nah, memilih apapun itu cerita tetap tersambung dan bisa dipahami. Menariklah intinya novel ini.

Akhirnya, semua yang di pesawat pun kembali ke bumi, kecuali dua orang. Mereka tidak lengkap itu menyedihkan. Mereka turun di daerah gurun pasir. Mereka menyangka berada di Timur Tengah. Ternyata bukan, mereka berada di Jakarta. Ya, tempat tinggal Zee. Mereka menjelajahi angkasa di akhir tahun 2014, dan tidak menyangka mereka akan kembali ke bumi 130 tahun kemudian, 2144 (halaman 135). Hal ini membuat Zee dan kawan-kawannya putus asa, karena sudah tidak mungkin untuk bertemu dengan orang dicinta yang pada saat 2014 ditinggal keluar angkasa.

Zee dan kawan-kawannya merasa bahwa mereka hanya beberapa tahun meninggalkan bumi. Namun, ternyata lebih seratus tahun mereka berada di pesawat luar angkasa. Setiba di bumi, bumi pun sudah berubah. Jakarta menjadi lautan pasir. Gedung-gedung pencakar langit sudah tidak terlihat, Monas terkubur dan hanya terlihat emas berbentuk apinya saja.

Sistem pemerintahan juga sudah berubah. Daerah yang dulu bernama Jakarta dipimpin oleh Putri Kirana (halaman 133). Mereka hidup di bawah tanah, dengan tujuan mencari keamanan agar terhindar dari kejaran para cyborg. Para cyborg ingin menguasai manusia dan menangkapi mereka yang belum tunduk kepada cyborg.

Inilah konflik yang harus dihadapi oleh Zee dan kawan-kawan setelah selamat dan kembali dari luar angkasa. Ada banyak misteri yang harus mereka pecahkan, termasuk Zee misteri bahwa Zee telah ditunggu kedatangannya oleh kerajaan Putri Kirana untuk mengajarkan Al-Qur’an. Bagi Anda yang suka membaca novel fiksi ilmiah fantasi, buku Seribu Tahun Cahaya ini cocok menjadi teman weekend Anda. Meski ditulis oleh penulis dalam negeri, namun tidak kalah menarik dengan fiksi ilmiah fantasi terjemahan. Tidak sekadar menghibur, tetapi penuh makna, selamat membaca!

*dimuat di Harian Singgalang 17 September 2017
**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085933138891 gabung juga di grup di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp dan http://bit.ly/TokoBukuHamdalahTelegram
***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

 

Iklan