Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap cinta Karya Tere Liye

cover-dikatakan-atau-tidak-dikatakan-itu-tetap-cinta

Memaknai Cinta Ala Tere Liye

Judul                             : Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap cinta

Penulis               : Tere Liye

Penerbit                        : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                 : Pertama, Desember 2016

Jumlah Halaman            : 104 halaman (hardcover)

ISBN                           :  978-602-03-3283-3

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SMPN 2 Tamanan Bondowoso

Semua orang akan merasakan cinta. Sejak bayi dia mendapatkan cinta dari ayah, ibu, kakak, dan keluarga terdekat, sehingga dia pun mencintai mereka. Beranjak dewasa, dalam hatinya mulai tumbuh perasaan cinta kepada lawan jenis. Namun, cinta jenis kedua ini seringkali salah arah, bahkan salah jalan, sehingga tidak sedikit yang tersesat.

Tere Liye menghadirkan karya terbarunya dalam bentuk puisi, meski memang seringkali sederhana, namun kekuatan dan idealisme Tere Liye masih terpancar. Judul kumpulan puisi ini adalah, Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta. Ya, Tere Liye memang tetap memanjakan fans remajanya dengan karya baru, namun tetap dengan harapan membawa mereka ke jalan yang benar tanpa menggurui.

Soal perasaan itu memang misteri, siapa yang bisa menebak isi hati seseorang. Bahkan, meski dada dibelah, isi hati seseorang pun tidak akan bisa diungkap. Soal perasaan, terkadang kita menangkap gerak-gerik seseorang adalah bagian isi hati. Ketika ada seseorang yang sepertinya menunjukkan bahwa dia mencintai kita, tetapi ternyata hanya simpati kepada kita. Kita pun berharap padanya.

“Bukankah, banyak yang menunggu, menunggu dan terus menunggu seseorang yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali tidak punya janji. “Kau menungguku? Sejak kapan?”” (halaman 86) Tere Liye hendak menyatakan bahwa menerka isi hati orang adalah perbuatan sia-sia, kalau bahasa anak sekarang, “Jangan BAPER-bawa perasaan!”

Begitupun ketika  mulai tumbuh rasa cinta, suka, sayang dan sebagainya, Tere Liye mengajak para remaja untuk menjaga perasaannya. Tidak perlu perasaannya itu diumbar. Karena, sesuai judul kumpulan puisi ini, Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta. Dengan menjaga perasaan maka kelak akan membawa pemahaman yang baik, selain itu juga akan menjadikan pemilik perasaan tidak tersakiti, tidak menyesal dan sebagainya. Hal ini tercantum dalam puisi yang berjudul, Sajak Menjagamu.

“Akan kurawat kau dalam diam. Agar tumbuh besar penuh pemahaman. Akan kurawat kau dalam hening. Agar tumbuh tinggi penuh kesabaran, Akan kurawat kau dalam senyap. Agar tumbuh kokoh penuh keikhlasan. Sungguh akan kurawat kau. Agar tidak ada yang menyakiti. Pun kalau memang harus disakiti. Kau dan aku tahu. Apa yang terbaik dilakukan. Apa yang terbaik dilakukan. Pun kalau memang harus gugur daun. Kau dan aku tahu besok lusa akan kembali rindang.” (halaman 37)

Dengan menjaga perasaan pula, maka itu akan menjaga diri kita agar tidak salah arah, agar kita tidak tersesat di jalan yang salah. Berapa banyak anak muda yang salah jalan, melakukan perbuatan asusila, sehingga merusak mereka sendiri. Setelah hamil, benih anak di perut pacarnya dibunuh hidup-hidup. Setelah hamil, perempuan yang hamil ditinggal tanpa pertanggung jawaban. Akhirnya, perempuan yang hamil, stres dan tidak sedikit yang bunuh diri.

“Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya. Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya. Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya. Maka, itu tetap cinta tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut. Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu tiba-tiba bermetamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja. Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh, akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik,” puisi berjudul Sajak “Kalaupun Tidak”. (halaman 29)

Namun, jika saja memang sudah terlanjur melakukan kesalahan di masa lalu. Jangan putus asa. Jangan jadikan masa lalu yang suram, menjadi penghambat kehidupan di masa depan. Jadikan kesalahan di masa lalu sebagai pengingat dan motivasi, agar di masa depan tidak boleh terulang kembali dan masa depan harus menjadi baik, baik dan lebih baik lagi.

“Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita. Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita. Hidup ini kadang memang ganjil sekali. Ada miliaran orang, tapi kita menambatkan satu hati. Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja. Hidup ini memang kadang rumit sekali. Ada banyak hari esok, tapi kita tak beranjak. Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam,” ini ada dalam puisi Tere Liye yang berjudul Sajak Jangan Habiskan (halaman 25).

Begitulah, cinta masa remaja memang sebaiknya dikontrol. Cinta kepada orangtualah yang harus diprioritaskan, karena merekalah yang mencintai kita, menyayangi kita, dan menangisi kita. Jadi, dalam buku ini memang tercantum 24 puisi untuk memaknai cinta ala Tere Liye yang positif dan bercahaya. Selamat membaca!

resensi-kau-katakan-atau-tidak-tetap-cinta-di-harian-singgalang-26-februari-2017

*dimuat di harian singgalang 26 Februari 2017