Food Combining; Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah Karya Widyanti Yuliandari

cover food combining.jpg

Hidup Sehat Dengan Food Combining

Judul                            : Food Combining; Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah

Penulis                          : Widyanti Yuliandari

Editor                           : Lidya Irawati

Penerbit                       : Kawan Pustaka

Tahun Terbit                : Pertama, 2015

Jumlah Halaman          : 176 halaman

ISBN                           :  979-757-586-1

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMPN 2 Tamanan Bondowoso

Namanya Suyati Harno, seorang guru SMA berusia 60 tahun. Sekitar tahun 2002 dia melakukan food combining karena ingin langsing. Karena tidak mengalami perubahan, maka dia berhenti melakukan food combining. Nah, kemudian saat ini dia bercerita kembali melakukan food combining lagi, karena ada keluhan ketika mengikuti program diet yang ngetren.

Namun begitu, malah ada keluhan ketika telah melakukan 2 hari food combining, dia pun ingin berhenti melakukan food combining. Anaknya yang sudah lama food combining, pun tetap menyarankan padanya untuk terus melakukan food combining. Suyati pun mengikuti saran anaknya, dia terus melakukan food combining dan dia pun mengubah orientasinya, bukan agar langsing tetapi agar lebih sehat.

Ternyata, dia tidak pusing lagi dan banyak hal positif yang dia rasakan, iseng menimbang berat badan ternyata turun, lingkar pinggang berkurang cukup mengejutkan kurang lebih 10 cm (dilihat dari ikat pinggang yang sekarang longgar).

Ada hal lain yang membuat Suyati merasa senang, karena teman-temannya melihat dia kok jadi kurus. Awalnya dikira karena banyak berpikir karena akan pensiun. Tentu saja, dia bilang bahwa itu salah. Dia menjadi kurus karena melakukan food combining. Teman-temanya pun penasaran, dan meminta dia bercerita seperti apa food combining itu.

Akhirnya, sekitar tiga dari mereka pun mengikuti jejak saya melakukan food combining. Sampai sekarang setiap saya cek tensi di UKS selalu normal dan dia tidak meminum obat penurun tensi lagi. Selain itu dia sudah tidak meminum suplemen kalsium. Dia merasa lebih sehat dengan melakukan food combining (halaman 116).

Kisah tentang pelaku food combining ada dalam buku Food Combining: Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah karya Widyanti Wuliandari. Pola makan ini sedang ngetren beberapa tahun terakhir, di Indonesia banyak peminatnya, bahkan ada grup facebook Food Combining Indonesia yang dibuat taun 2014, sekarang sudah beranggotakan kurang lebih  26 ribu orang (halaman 10).

Adalah William Howard Hay dokter ahli bedah di New York yang mengalami obesitas dan berbagai keluhan di usia 41 tahun. Obesitasnya karena di sangat menyukai makan-makanan yang lezat. Dia pun memiliki penyakit Crohn, yaitu sejenis ginjal akut, pembesaran jantung, dan tekanan darah tinggi yang serius.

Karena dokter angkat tangan, kemudian dia pun mencoba pengobatan alternatif, yaitu ahli pengobatan alamiah yang disebut natural hygienist. Dia dianjurkan perbaikan pada pola makan dan puasa. Hanya dalam waktu tiga bulan sejak melakukan perbaikan pola makan, Hay berhasil memangkas kelebihan berat badannya sebanyak 24 kilogram. Berbagai penyakit yang dideritanya pun perlahan sembuh.

Pengalamannya ini dia sebut food separation, kemudian berkembang menjadi food combining. Kemudian Herbert M. Shelton yang membuat riset dan yang mengembangkan food combining. Dia adala naturopath Amerika, penganjur pengobatan alternatif, pasifis, vegetarian, dan pendukung rawism (pola makan yang mengutamakan makanan segar atau mentah) serta puasa.

Hal ini terus berlanjut ketika Kathryn Marsden seorang nutrisionist Inggris menulis tentang food combining. Kemudian sampai ke Indonesia yang dipelopori oleh Andang Gunawan. Selain Andang ada Wied Harry dan penulis yang juga aktif di media sosial dan banyak followernya adalah Erikar Lebang (halaman 14).

Pada intinya, agar tidak salah dalam memahami food combining, Widyanti memberi rumus mudahnya adalah sarapan buah eksklusif, dan karbo tidak dicampur protein (halaman 48). Secara keseluruhan buku ini sama dengan buku-buku Erikar Lebang dan lainnya. Namun, tentu saja buku ini memiliki kelebihan yaitu bahasa dan penjelasan yang memudahkan pembaca untuk memahami food combining. Selain itu banyak bonus-bonus dalam buku ini seperti bagaimana memilih buah dan sayur yang baik dan benar, juga ada resep beserta fotonya membuat makanan yang sesuai dengan food combining. Buku yang sangat menarik, selamat membaca!

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

Iklan