Fattabiuni #2: Agar Ibadahmu Seperti Nabi Karya Muhammad bin Abdurrahman

cover agar ibadahmu seperti nabi

Mengundang Kasih Sayang Allah Dengan Mengikuti Sunnah Nabi

Judul                            : Fattabiuni #2: Agar Ibadahmu Seperti Nabi

Penulis                          : Muhammad bin Abdurrahman

Penerjemah                   : Fedrian Hasmand

Editor                           : Ahmad

Penerbit                       : Noura Books

Tahun Terbit                : Pertama, Oktober 2016

Jumlah Halaman          : 222 halaman

ISBN                           :  978-602-385-197-3

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMPN 2 Tamanan Bondowoso

Akhlak Rasulullah Saw. adalah Al-Qur’an, begitu kata Aisyah. Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia.” Allah pun memuji Nabi Muhammad Saw dalam sura al-Qalam ayat 4, “Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Dalam surat al-Ahzab ayat 21 Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Maka, ini menunjukkan bahwa Rasulullah ada sebaik-baik teladan yang ada di muka bumi setiap Muslim, dan karenanya pula setiap Muslim harus mengikuti peri kehidupan beliau.

Namun, ternyata banyak kehidupan beliau yang tidak berkaitan langsung dengan ibadah. Namun, kerap Rasulullah lakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Misal berolahraga, hidup bersih dan wangi, dan lainnya. Namun, semua itu bisa bernilai ibadah, jika dilakukan disandarkan dengan kesadaran ingin meniru Nabi Muhammad Saw (halaman VIII).

Demikian sejarah mencatat, para sahabat dengan sadar niat melakukan segala yang dilakukan Rasulullah Saw. meski terkadang perbuatan Rasul itu tidak diketahui maksudnya. Semua itu semata-mata karena mereka sangat mencintai Rasulullah. Misal, Anas bin Malik  labu kuning. Begitupun, ketika Abu Ayyub al-Anshari melihat Nabi tidak menyukai bawang merah dan bawang putih, dia pun menjadi tidak mau memakan keduanya, meski padahal Rasulullah membolehkan Muslim memakan bawang merah dan putih.

Dalam buku Fattabiuni #2: Agar Ibadahmu Seperti Nabi karya Muhammad bin Abdurrahman terangkum sunnah-sunnah Nabi. Muhammad menulis sembilan sunnah Nabi dalam buku ini. Di antaranya, bersiwak. Rasulullah sangat menjaga kebersihan, termasuk kebersihan gigi. Cara beliau menjaga gigi yaitu dengan bersiwak, tujuan bersiwak adalah untuk membersihkan mulut dan gigi serta mengharumkan aroma mulut.

Dengan tujuan tersebut, bisa memakai sarana apa saja. Namun, sarana paling baik dan paling afdal adalah yang diajarkan Rasulullah yaitu dengan dahan al-arak yang merupakan mukjizat Rasulullah. Dahan al-arak mengandung aneka macam pembersih dan penguat yang bermanfaat bagi seluruh bagian mulut, seperti gigi, gusi dan sebagainya. Seperti, alkoid savadorine, flourine, silicone, sulfur, vitamin c (halaman 30).

Manfaat siwak lainnya adalah bermanfaat bagi lambung dan bermanfaat bagi akal. Selain itu, para ulama juga menyebutkan manfaat siwak antara lain, mengusir setan, salah satu penyebab husnul khatimah, membuat Allah ridha seperti sabda Nabi, “Siwak membuat tuhan Ridha, membuat mulut bersih,” dan terakhir membuat setan marah, sabda Nabi, “Dan membuat setan marah.”

Selain itu Rasulullah juga menyunnahkan untuk berobat, karena setiap sakit pasti ada obatnya. Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi. “Berobatlah, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak meletakkan penyakit kecuali juga meletakkan obat baginya (halaman 16).”

Macam-macam pengobatan yang disunnahkan oleh Nabi adalah, pengobatan indriawi. Yaitu pengobatan dalam bentuk obat. Selain itu juga, pengobatan ruhani yaitu pengobatan doa, zikir, dan Al-Qur’an.  Macam-macam obat di antaranya madu. Madu adalah obat terpenting, firman Allah SWT. dalam surat an-Nahl ayat 69, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia.”

Selain itu ada habbatussauda’, yaitu jinten hitam yang mengandung obat bagi segala penyakit. Ada juga yang bernama at-Talbinah yaitu semacam godokan gandum atau kulit gandum, dengan cara tertentu. Dinamakan at-Talbinah karena ia berupa minuman berwarna putih seperti susu. Sabda Nabi, “Karena ia (at-Talbinah) membuat nyaman hati orang yang sakit dan melenyapkan kesedihannya (halaman 21).”

Tak pelak, buku setebal 222 halaman ini sangat bermanfaat bagi setiap muslim, sehingga direkomendasikan untuk dibaca. Karena dengan melakukan sunnah, Allah akan mendatangkan kasih sayang Allah. Firman Allah dalam surat al-Imran ayat 31, “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu.” Selamat membaca!