Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El-Shirazy

cover ayat-ayat cinta 2 film.jpg

Narasi Islam Cinta Perdamaian

Judul                             : Ayat-Ayat Cinta 2

Penulis               : Habiburrahman El-Shirazy

Editor                            : Syahruddin El-Fikri

Penerbit                        : Republika

Tahun Terbit                 : Cetakan Terbaru Cover Film, Desember 2017

Jumlah Halaman            : 698 halaman

ISBN                           :  978-602-0822-15-0

Peresensi                      : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso

Beberapa pekan ini Palestina menjadi isu yang banyak dibicarakan di banyak negara, hanya karena pengakuan Amerika bahwa Yerussalem adalah ibukota negara zionis Israel. Sehingga menjadi yang kontra, meski sedikit ada pula yang mengamininya. Demo ketidaksetujuan dan dukungan untuk Palestina dilakukan di banyak negara tak peduli apa ras dan agamanya.

Persoalan Palestina memang bukan hanya persoalan agama tetapi juga kemanusiaan. Persoalan Palestina bagi Muslim sedunia masih belum satu suara, masih ada yang menganggap bahwa banyak persoalan negara sendiri yang harus diselesaikan jadi persoalan Palestina tidak usah dipikirkan atau alasan lainnya.

Persoalan ini dibahas dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El-Shirazy atau biasa dipanggil Kang Abik. Tokoh utama dalam novel ini, Fahri menyayangkan pihak Palestina yang tidak kunjung bersatu dan berpecah belah. Begitu juga negara-negara Arab lainnya yang saling serang dan juga secara umum kaum Muslim yang masih terfokus pada perbedaan dan tidak mau bersatu. Harusnya dalam persoalan Palestina yang di sana ada kiblat pertama Umat Islam, harus diperjuangkan kebebasannya.

Ya, mereka tidak merdeka dan dijajah oleh negara Zionis Israel. Kalau kata Syaikh yang pernah ditemui Fahri, umat Islam akan bisa membebaskan Palestina kalau bisa bersatu, yang sangat disayangkan mengapa momentum bersatu seperti hari raya malah berbeda? (halaman 143). Fahri sendiri tidak hanya memiliki pemikiran dan wacana, malah dia menginisiasi sebuah konser biola untuk penggalangan dana bagi rakyat Palestina. Jadi seluruh uang yang didapatkan saat konser akan disumbangkan kepada rakyat Palestina. (halaman 300).

Selain membahas Palestina novel ini juga membahas tentang isu keislaman dalam kehidupan global. Jadi, di awal-awal novel diceritakan bahwa istri Fahri Aisha menjadi relawan di Palestina. Fahri yang harus menyelasaikan studinya tidak bisa menemani. Ternyata, akhirnya Aisha dikabarkan hilang sedangkan teman wartawannya ditemukan tubuhnya dalam keadaan meninggal karena serangan tentara Zionis Israel.

Meski begitu, hilangnya atau bahkan kematian istrinya yang disebabkan oleh bangsa Yahudi yang membangun negara Zionis tidak membuat Fahri menjadi pendendam dan tidak berbuat baik kepada tetangganya. Bahkan, meski tetangganya itu Yahudi. Padahal, bagi Fahri Aisha adalah istri yang sangat dicintai dan bahkan dia tidak ingin menikah lagi.

Tetapi, Fahri mampu menjadi Muslim yang baik yang berbuat baik kepada sesama, utamanya kepada tetangga yang membutuhkan pertolannya. Kepada Brenda yang kristen saat mabuk dan tidur di luar rumahnya, dia dan Paman Hulusi angkat untuk dekat dengan pintu rumah. Begitu pula kepada nenek Yahudi yang tinggal seorang diri di rumahnya, Fahri yang sering membantu, memberi makan, dan bahkan ketika nenek Catarina sakit Fahri membawanya ke rumah sakit. Semuanya diniati menolong ikhlas karena Allah, dan berharap dinilai sebagai ibadah (halaman 410).

Ketimbang Ayat-Ayat Cinta 1, Ayat-Ayat Cinta 2 lebih tebal dua kali lipat lebih yaitu 698 halaman. Pun demikian, isinya dari segi keilmuan dan wawasan novel ini lebih dalam. Bahkan ada seorang yang mengatakan bahwa novel AAC2 semacam buku diktat yang asyik dibaca. Memang begitu, selain Palestina ada persoalan hukum ekonomi Islam klasik dan kontemporer, persoalan sesama Muslim yang ada di UK, pembahasan kitab-kitab klasik dan sejarah serta makna istilah Amalek dalam agama Yahudi.

Kisah cinta? Tentu saja ada. Jadi, narasi dalam novel ini adalah narasi Islam yang cinta perdamaian. Pun begitu, narasi Islam yang bisa hidup baik berdampingan dengan agama lain. Narasi Cinta yang didalamnya ada kehidupan cinta anak manusia. Juga narasi perdamaian melalui kisah-kisah di dalamnya.

Sejak 21 Desember lalu novel ini sudah difilmkan. Alangkah baiknya sebelum nonton baca dulu novelnya. Meski, jangan terlalu berharap akan sama novel dan filmnya. Dari soal durasi saja novel setebal ini akan memakan banyak waktu jika menjadi film yang utuh seperti novel. Jadi, selamat membaca novel bergizi ini.

*dimuat di harian singgalang 7 Januari 2018

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085335436775
gabung juga di grup
 di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia