Make Your Mark: Panduan Kreatif Membangun Bisnis Yang Berpengaruh Karya JOCELYN K. GLEI

cover-make-your-mark-panduan-membangun-bisnis

Rahasia Membangun Bisnis Yang Berpengaruh

Judul                            : Make Your Mark

Penulis                          : Team 99U

Penerjemah                   : Mursid Wijanarko

Editor                           : Ida Wajdi

Penerbit                       : Noura Books

Tahun Terbit                : Pertama, November 2016

Jumlah Halaman          : 263 halaman

ISBN                           :  978-602-385-077-8

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

“Dahulukan pelanggan, menciptalah dan bersabarlah,” begitu kata Jeff Bezos (halaman 133). Ini adalah nasihat dari CEO Amazon.com kepada para pelaku bisnis atau biasa disebut enterpreuner. Sejatinya, manusia tidak akan jauh dari persoalan jual-beli, maka kata Rendy Saputra merugilah orang yang tidak berbisnis.

Saat ini, sungguh tidak sedikit orang Indonesia yang mulai berwirusaha atau menjadi enterpreuner. Buku Make Your Mark yang dikumpulkan oleh Team U99 ini bisa dijadikan pegangan. Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama, menentukan tujuan. Bab kedua, membangun produk. Bab ketiga, melayani pelanggan. Bab keempat, membangun tim. Dan bab kelima, seruan aksi.

Perkataan Jeff Bezos, tidak sekadar kata-kata tetapi memang berdasarkan fakta. Apakah maksudnya? Pertama, seorang enterpreuner harus mendahulukan pelanggan. Yang dimaksud, mendahulukan pelanggan adalah memikirkan suatu bisnis yang tidak sekadar berbeda, namun juga memikirkan bisnis yang jasanya diinginkan oleh pelanggan.

Karenanya, para enterpreuner harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pendiri dan CEO O’Reilly Media, Inc, Tim O’Reilly. “Kemampuan melihat dunia dengan cara yang segar adalah inti enterpreuner. Anda punya gagasan tentang bagaimana seharusnya dunia bekerja. Anda punya sebuah teori tentang mengapa dan bagaimana Anda akan menghubungkan titik-titiknya.” (halaman 32)

O’Reilly memberi saran kepada para enterpreuner untuk mencari segmen pasar dan menentukan apa yang ingin dicapai. Setidaknya ada dua pertanyaan yang perlu dijawab. Pertama, siapa yang peduli dengan hal ini atau yang akan aku buat atau jual? Dan kedua, apa yang sesungguhnya sedang ingin aku capai?

Maka benarlah, jika dikatakan bisnis yang terbaik bukanlah bisnis yang didorong oleh keinginan profit atau bahkan produk, tetapi oleh tujuan. Para enterpreuner yang baik adalah yang berusaha keras mengatasi masalah nyata, memenuhi kebutuhan yang mendesak, dan mengubah dunia baik dalam skala besar maupun kecil. Mereka berkomitmen terus belajar dan beriterasi serta berkembang lebih baik dalam menjalankan misinya. Mereka fokus dalam menciptakan nilai, dan membiarkan semuanya mengikuti (halaman 3).

Kemudian kata Jeff Bezos berikutnya adalah menciptalah. Menciptakan atau berkarya, atau membuat inovasi adalah hal yang harus dilakukan. Tidak terburu juga jangan terlalu lama, diendap atau dipikirkan. Karena sesungguhnya pasar itu mau tak mau akan menemukan apa yang kita ciptakan. Selain itu mau tak mau mereka pun, kapan pun mereka akan memakainya.

Awalnya, mungkin coba-coba. Nah, dari coba-coba inilah akan ada interaksi dengan pelanggan atau pengguna. Pengguna kemudian akan memberi kritik dan saran, agar pencipta melakukan perbaikan. Di sinilah pelajarannya. Jika saja, apa yang hendak diciptakan masih dipikirkan, dan belum dikeluarkan kepada pasar. Maka, yang terjadi adalah keterlambatan, begitu kata penulis belasan buku tentang gagasan dan kepemimpinan, Seth Godin (halaman 235).

Maka, kemudian hal ini berkaitan dengan lanjutan perkatan Jeff Bozaz yaitu, bersabarlah. Seorang enterpreuner memang harus bersabar. Betapa tidak? Fakta Dropbox, Nest, Uber, dan Airbnb mereka dimulai dengan kerjasama dua-tiga orang. Mereka harus bersabar paling tidak tujuh tahun akhirnya gagasan kecil mereka menjadi bisnis serius yang kini seharga miliaran dolar (halaman vi). Itulah mengapa kesabaran itu tiada batas, dan kesabaran akan berbuah manis.

Meski buku ini kecil dan tidak terlalu tebal, namun gagasan di dalamnya sungguh berharga. Bagaimana tidak? Buku ini adalah tulisan dari 21 pakar dan enterpreuner terkemuka yang telah melakukan banyak hal baru dalam mengembangkan bisnis di era yang baru seperti saat ini. Buku yang sangat cocok dibaca oleh anak muda Indonesia.

Terakhir, saya kutip lagi yang menggugah dari buku ini. “Yang pertama harus dipahami dalam membangun bisnis yang luar biasa bukanlah tentang diri anda. Tepatnya, bukan hanya mengenai diri anda. Sesungguhnya, yang harus dipahami adalah cara menemukan kesesuaian yang sempurna antara bakat dan keahlian khusus anda dengan kebutuhan dunia (halaman 3).”

*dimuat di Jateng Pos 15 Januari 2017