Blogtour & Giveaway Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini karya 23 Penulis KOBIMO

Judul                            : Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini   12107952_10205041916595299_5174429638527136664_n

Penulis                          : 23 Penulis Kobimo

Editor                           : Eva Sri Rahayu

Penerbit                       : Rumah Fiksi

Tahun Terbit                : Pertama, Oktober 2015

Jumlah Halaman          : 318 halaman

ISBN                           :  978-602-1168-59-2

Putra adalah anak desa, di pelosok Tegal tepatnya. Pedesaan yang wilayahnya banyak ditanami kubis oleh petani. Putra hidup dan dibesarkan oleh neneknya. Ibunya meninggal ketika dia lahir. Sedangkan ayahnya, pergi menjadi TKI di luar negeri untuk membiayai hidupnya dan nenek.

Meski begitu, Putra merasa benci kepada ayahnya karena seperti menelantarkan, dia, alhamarhumah ibunya, dan neneknya. Karena yang dia rasakan hidupnya kesulitan, harus berjualan di warung sederhana, dan masih terasa serba kesusahan. Sama halnya dengan kekurangan kasih sayang, dia merasa kurang merasakan kasih sayang utamanya dari ayahnya, tidak seperti teman-temannya yang memiliki keluarga yang lengkap.

Putra memiliki kekasih yang bernama Marini. Mereka saling menyayangi meski orangtua Marini tidak suka anaknya memiliki hubungan khusus dengan Putra yang tidak memiliki pekerjaan apa-apa selain menjaga warung. Setelah kematian neneknya, Putra merasa kesepian dan sangat sedih. Rasa marah dan dendam pada ayahnya pun semakin menjadi, bahkan ada keinginan untuk membunuh ayahnya jika bertemu nanti.

Pasca kematian neneknya, datang seorang lelaki yang mengaku saudara lelaki ayah Putra. Paman Hendro namanya. Dia mengajak Putra untuk ikut dengannya ke Jakarta untuk kuliah dan mengembangkan minatnya dalam dunia kepenulisan. Meski awalnya dia tidak mau, namun akhirnya dia pun berangkat ke Jakarta karena ingin membuktikan kepada orangtua Marini bahwa dia bisa sukses dan cocok dengan anak mereka.

Paman Hendro menikah dengan Tante Santi dan memiliki dua anak, Dion yang seumuran dengan Putra, dan Nasya yang masih sekolah TK. Kedatangan Putra tidak disenangi oleh Tante Santi juga oleh Dion. Lain halnya dengan Nasya, Nasya suka bermain dengan Putra. Dion yang selama ini merasa kurang diperhatikan oleh Papanya, merasa cemburu dengan anak desa seperti Putra yang rela dijemput oleh Papanya tanpa supir.

Ditambah lagi sikap Papanya kepada Putra memang beda dengan sikapnya kepada Dion. Dion cemburu dan semakin cemburu ketika Putra ternyata mampu menghasilkan karya tulis dengan bagus. Sedangkan tulisannya tidak bagus-bagus, sehingga Papanya tidak sayang-sayang kepadanya. Keinginan Papanya agar dia bisa menulis dengan bagus, belum bisa dia lakukan. Selain itu Rasi, pacar Dion mulai tidak sabar dengan sikap cuek Dion dan menunjukkan tanda-tanda kalau dia menyukai Putra, sehingga Dion semakin terganggu dengan kedatangan Putra di rumahnya.

Bagaimana kelanjutan kisah yang berkonflik antara sepupu yang pintar menulis dan tidak dalam novel Sebanyak Tetes Hujan Kali Ini ini? Bagaimana kisah kasih antara Putra dan Marini juga Dion dan Rasi? Apakah Putra akan bertemu ayahnya? Apakah Dion akan menjadi penulis terkenal sesuai keinginan Papanya? Penasaran? Baca bukunya langsung aja!
Saya ingin memberikan komentar atas buku ini. Baik akan dimulai dengan pujian dan kelebihan ya. Sebagai buku yang ditulis oleh 23 penulis, buku ini wow! Saya pertama kali baca novel yang ditulis banyak orang, jadi Wow! Benar, tidak mudah menulis buku bersama yang antar satu penulis dan penulis lainnya saling menyambung kisah, tentu berbeda dengan antologi yang setiap penulis menulis kisah berbeda. Butuh persamaan visi dan misi, ketelitian, kesabaran juga saling rendah hati. Karena sungguh, tiap kepala pasti berbeda pendapat tentang bagaimana kisah ini mau dilanjutkan, bagaimana diksinya, bagaimana konflik, klimaks hingga anti klimaksnya.

Inilah kelebihan buku ini yang membuatnya Wow! Jarang-jarang kan ada buku yang seperti ini. Bisa jadi dan diterbitkan itu sebuah hal yang luar biasa. Selain itu kisahnya menarik, bikin saya penasaran untuk menyelesaikannya. Selain itu, kurang pas juga bila saya buku ini hanya mendapat pujian dan tanpa melihat kekurangannya.

Kekurangan buku ini, ada beberapa typo, baik kurang huruf, ataupun salah penulisan, hingga salah tanda baca. Seperti yang saya temukan di halaman 31, ada tulisan setelah titik, Banyak sekali. melebihi bayaknya…. Nah, jika setelah kata sekali adalah titik maka kata melebihi seharusnya diawali huruf besar, namun saya melihat cocoknya setelah kata sekali seharusnya koma, dan kata bayak seharusnya banyak. Semoga kelak penerbit dan editor lebih teliti lagi, agar membantu kenyamanan membaca.

Sebenarnya saya nggak merasa novel ini ditulis oleh banyak orang, namun adanya  inkonsistensi penulisan nama tokoh, pada halaman ketika perkenalanan disebut Tante Santi (halaman 52), namun di halaman Tante Shanti (halaman 137). Ada juga perbedaan panggilan, di surat-surat antara Putra dan Marini. Dalam sebuah surat Marini memanggal Putra saja, namun di surat lainnya ditambahi kak, jadi Kak Putra. Dalam salah satu surat, Putra banyak memakai kata sayang, namun di surat lain, nggak ada kata sayang sama sekali. Ini kurang pas menurut saya. Nah kesalahan ini, terjadi karena memang penulisnya banyak, ketelitiannya kurang.

Ada kejadian pencurian sehingga salah satu tokoh meninggal, yang saya heran dan pikirkan ketika membaca kok rasanya tokoh yang lain kok pada pasrah kok nggak ada investigasi berlanjut. Ya maklum, selain membaca novel ini saya juga lagi nonton serial action, seperti Arrow, The Flash dan The Walking Dead. Akhirnya, saya berpikir kenapa tidak ada kejelasan tentang pencurian pembunuhan karena novel ini bukan novel misteri dan detektif. Tapi menurut saya hal itu bikin novel ini kurang, ya kurang seru gitu. Entah bagi yang lainnya.hehe

Ohya, setelah rampung baca novel ini, sayangnya saya nggak nemukan biodata 23 penulis novel ini, coba ada, makin keren novel ini! Kan bisa kenalan sama penulisnya hehe Ada sih beberapa nama penulis yang saya tahu meski belum pernah baca karya mereka, seperti Hengki Kumayandi, Eva Sri Rahayu, Ari Keling, Koko Ferdie dan beberapa nama lagi. Baiklah sudah soal komentar tentang novel ini. Semoga Kobimo jika akan menulis novel bersama lagi, akan jadi lebih baik lagi dan lagi. Saya akan menuliskan beberapa kalimat-kalimat menarik yang ada di novel ini.

  1. Menulis dan membaca bagai sepasang kekasih. (halaman 44)
  2. Rindu menciptakan sejuta tanya yang tiada berjeda (halaman 54).
  3. Tidak ada yang mudah di dunia ini, semua butuh proses dan kerja keras (halaman 59).
  4. Anggap saja kamu lagi mendapat didikan versi militer, supaya kamu makin tangguh nantinya (halaman 81).
  5. Di setiap kata, berdiri suatu dunia. Seseorang yang sedang menggunakan seharusnya ia menyadari bahwa ia sedang menggoyang dunia (halaman 116).
  6. Guru itu ada di mana-mana, bahkan alam raya ini pun bisa jadi guru bagimu (halaman 128).
  7. Plagiator dan ghost writer sangatlah berbeda. Plagiator adalah orang yang benar-benar menjiplak dan mengakui bahwa tulisan atau karya orang lain adalah hasil buah pemikirannya sendiri. Sedangkan, ghost writer hanyalah seorang yang menjual ide dan kepiawaiannya dalam tulis menulis, sama halnya menjual jasa (halaman 260).

Satu hikmah dari sekian hikmah dari novel ini adalah, ayah atau orangtua tidak memaksa anak menjadi apapun, karena anak memiliki kemampuan lain yang bisa membanggakan orangtua jika ditekuni. Nah, gimana, penasaran dengan novel ini? Mau dapat novel ini secara gratis? Ikutan giveawaynya yuk! Yang ingin memiliki kesempatan untuk dapatkan buku keren ini secara gratis, simak-simak persyaratannya baik-baik ya!

  1. Memiliki alamat (rumah) di Indonesia. Nah, WNI yang domisili lagi di luar negeri boleh ikut kok, asal ada alamat di Indonesia.
  2.  Follow twitter @muhrasyidridho, boleh juga (alias nggak wajib) follow instagram saya @mrridho01
  3. Follow blog ini, bisa via email, wordpress atau bloglovin.
  4. Sebarkan link Giveaway ini di semua media sosialmu. Khusus di twitter, mention @muhrasyidridho hashtag #sebanyaktetesanhujankaliini
  5. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan nama, twitter dan kota tinggal, cukup sekali saja. Pertanyaannya adalaah: Kalau mendengar kata hujan, apa yang terlintas di pikiranmu?
  6. Setelah selesai menjawab, segera tweet, “Saya sudah ikutan giveaway #sebanyaktetesanhujankaliini yang lain ikutan!” dengan mention @muhrasyidridho

Giveaway ini diadakan mulai tanggal 4 April-8 April jam 12 Malam. Cukup lama kan? pemenang akan dipilih dari jawabannya ya, jadi jawablah sesuai prosedur, sebaik mungkin (unik, lain daripada yang lain), jangan asal dan jangan lupa berdoa :)

novel Flyer

  • cover buku diambil dari sini
Iklan