Kisah-Kisah Romantis Rasulullah Karya Ahmad Rofi’ Usmani

cover kisah-kisah romantis Rasulullah.jpg

Belajar Rumah Tangga Kepada Rasulullah

Judul                            : Kisah-Kisah Romantis Rasulullah

Penulis                          : Ahmad Rofi’ Usmani

Editor                           : Abu Mumtaza

Penerbit                       : Mizania

Tahun Terbit                : Pertama, Mei 2017

Jumlah Halaman          : 188 halaman

ISBN                           :  978-602-1337-34-9

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SMKN 1 Tapen Bondowoso
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan akulah yang terbaik terhadap keluargaku.” (HR al-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Begitulah Rasulullah, dia adalah manusia terbaik. Manusia terbaik akhlaknya di alam semesta. Tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada makhluk lainnya. Itulah mengapa dia bernama Muhammad, orang yang terpuji. Karenanya hidupnya adalah teladan bagi setiap Muslim. Termasuk, bagaimana kehidupan rumah tangga Rasulullah yang menurut hadits di atas beliau adalah orang yang terbaik terhadap keluarganya.

Ahmad Rofi’ Usmani adalah penulis yang banyak menulis tentang sirah Rasulullah dan sejarah Islam. Buku terbarunya berjudul Kisah-Kisah Romantis Rasulullah, mengantarkan kita untuk mengetahui seluk-beluk rumah tangga Nabi dan segala hal dari sahabat yang beririsan dengan pembahasan pernikahan dan rumah tangga.

Buku ini terdiri dari empat bab. Bab pertama tentang Kisah-Kisah Seputar Upaya Membangun Keluarga. Bab ini di awali dengan dua kisah Nabi dengan istri tercintanya, ‘Aisyah ra. Pertama tentang kisah Nabi yang meminang  ‘Aisyah, yang waktu itu Muth’im bin ‘Adiy telah meminang ‘Aisyah untuk anaknya, Jubair.

Kemudian Abu Bakar, mendatangi Muth’im yang bukan Muslim dan menanyakan kelanjutan pinangan kepada ‘Aisyah. Karena tidak Muth’im tidak ingin anaknya masuk Islam, maka pinangan dibatalkan. Abu Bakar pun senang, dan akhirnya menerima pinangan Nabi. Sehingga, Rasulullah Saw dan ‘Aisyah pun menikah (halaman 18).

Kisah kedua tentang mengapa Rasulullah memilih ‘Aisyah, yang ternyata itu hasil dari mimpi Nabi. Kemudian, Rasulullah berkata, “Jika mimpi ini dari Allah, maka Allah akan mengabulkannya.” Dan benar saja, Rasulullah Saw menikah dengan ‘Aisyah ra. Setelah itu pembahasan tentang fondasi pernikahan. Pesan Rasulullah, “Siapa yang mengawini seorang perempuan karena kemuliaannya, Allah tidak menambah baginya kecuali kehinaan. Siapa yang mengawininya karena hartanya, Allah tidak akan menambah untuknya kecuali kemiskinan. Siapa yang mengawininya karena kebangsawannya, Allah tidak akan menambah kepadanya kecuali kerendahan. Dan, siapa yang mengawini seorang perempuan dan dia tidak menghendaki perkawinan itu kecuali agar terpelihara pandangannya dan terbentengi kemaluannya, serta menghubungkan silaturrahminya. Allah akan memberkatinya melalui perempuan itu dan memberkati perempuan itu melalui dia.” (halaman 20)

Pembahasan kemudian tentang mengadakan jamuan makan ketika pernikahan, tentang sunnah menikah, tentang amanah menjadi suami-istri, tentang maskawin berupa pengajaran Al-Qur’an dan kisah-kisah menarik lainnya. Selanjutnya, bab kedua buku ini membahas tentang Kisah-Kisah Seputar Hubungan dan Etika Seksual.

Sampai tentang hal ini ternyata Islam pun mengatur dan Rasulullah memberikan teladan. Jadi, berbicara tentang hubungan seksual bukanlah hal tabu jika memang sudah waktunya. Bab ini terdapat kisah Rasulullah melarang untuk menceritakan pengalaman bersenggama kepada orang lain. Karena hal itu mirip dua setan lain jenis sedang bersenggama di depan banyak orang (halaman 87).

Dalam bab ini terdapat kisah mengapa sang anak bisa mirip dengan wajah ayahnya, Rasulullah memberikan rahasianya kepada seorang nonmuslim yang bertanya (halaman 65). Selain itu ada kisah sahabat yang bertanya apa bekas sperma di baju itu najis atau tidak, juga tentang kisah cara mandi Rasulullah selepas bersenggama dan cara mandi perempuan selepas bersenggama. Bab ketiga membahas tentang kisah-kisah seputar upaya merawat cinta kasih.

Dalam hal ini Rasulullah banyak memberikan contoh, seperti Rasulullah tidak mau menghadiri undangan makan dari tetangga Persia-nya yang pandai memasak hanya karena tetangga tersebut tidak mengundang istri Rasulullah juga. Sampai tiga kali Rasulullah selalu menolak karena ‘Aisyah tidak turut diundang, hingga tetangga Persia itu pun paham dan juga mengundang ‘Aisyah untuk makan. Hal ini Rasulullah lakukan semata-mata karena ingin menjaga cinta kasih dengan istri tercintanya (halaman 101).

Bab terakhir, membahas tentang Kisah-Kisah Seputar Konflik Antar Suami-Istri dan Berakhirnya Ikatan Pernikahan. Kisah-kisah dalam bab ini ditulis agar pembaca memahami dan menghindari hal-hal yang membuat konflik hingga perceraian. Dalam bab ini ada kisah masyhur yang membuat gejolak di Madinah yaitu desas-desas tentang selingkuhnya ‘Aisyah dengan seorang sahabat. Bila terjadi seperti ini dalam rumah tangga atau kehidupan secara umum, maka harus berhati-hati mengambil tindakan. Rasulullah saja melakukan tabayyun, bertanya kepada orang-orang yang dapat dipercaya (halaman 143).

Maka, tak pelak buku ini layak dibaca oleh banyak kaum Muslim guna mempelajari kehidupan Rasulullah dan sahabat dalam berumah tangga. Selamat membaca!

*dimuat di harian singgalang 10 Desember 2017

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085335436775
gabung juga di grup
 di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia