Bad Games Karya M. Rafid Nadhif

cover bad game.jpg

Penyesalan Akibat Memanggil Setan

Judul                            : Bad Games

Penulis                          : M. Rafid Nadhif

Editor                           : Diha dan Masysarah

Penerbit                       : Dar! Mizan

Tahun Terbit                : Pertama, Desember 2018

Jumlah Halaman          : 144 halaman

ISBN                           :  978-602-420-712-0

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso

Namanya Archygfdzx Orcveuyrx. Nama tokoh perempuan ini memang aneh, juga sulit untuk dibaca. Akhirnya dia biasa dipanggil dua huruf depan namanya saja, Ar. Ar adalah anak introver. Dia membenci keramaian dan mencintai pada kesepian. Dia menutup diri dari dunia luar, sedikit beraktvitas tapi setiap detiknya diisi dengan berpikir. Bermain dengan pikiran (halaman 23).

Dia adalah pembaca buku, termasuk buku-buku tebal yang membuat dia memakai kacamata tebal. Lensa berkekuatan minus 6 dioptri untuk mata sebelah kanan dan minus 5 dioptri untuk mata sebelah kiri, ditambah sedikit silindris.

Karena sikap Ar tersebut, dia sering dibully oleh teman-temannya. Tetapi, Ar sudah kebal dengan bullyan. Dia sangat menikmati kesendiriannya. Dia hanya sering bergaul dengan kedua orangtuanya. Dia adalah anak yang pintar. Saat ini dia masuk kelas 10 di SMA favorit. NEM dia nyaris sempurna 39,45.

Masa-masa  masuk SMA banyak ditunggu karena akan banyak dikenang, tetapi bagi Ar biasa saja. Bahkan, ketika pengumuman NEM dia banyak didatangi wartawan dan diundang untuk berbicara di stasiun televisi (halaman 14). Dia sangat benci akan hal ini, tetapi dia tetap tidak bisa menghindar.

 

Hingga, ada siswi baru yang entah mengapa selalu ingin bermain dan mendekati Ar. Tyas namanya. Bukannya senang, Ar sungguh  benci didekati oleh seseorang. Dia hanya ingin sendiri. Bahkan keinginannya ini dia jadikan doa, agar siswi baru yang sok kenal dan dekat dengannya itu mau menjauhinya.

Untung saja kedua orangtuanya yang dokter, bukanlah hardworker. Jadi, dia masih mendapatkan banyak kasih sayang dari orangtuanya. Karenanya, dia sangat merasa nyaman kalau bersama orangtuanya. Hingga kemudian orangtuanya akan ke Jepang, dia pun merasa sedih. Dia tidak berdoa agar orangtuanya tinggal jauh darinya, dia khawatir ini adalah jawaban atas doanya (halaman 48).

Untuk mengatasi sepinya, dia pun membuka buku yang berjudul ritual. Dalam buku tersebut ada game semacam ritual pemanggilan hantu yang wajahnya mirip dengan pemain game ritual tersebut. Karena hanya ingin hiburan, tanpa mempercayai hal tersebut, Ar pun memainkan game tersebut sendiri (58).

Singkat cerita, setelah bangun tidur ternyata dia melihat seseorang yang mirip dengan dia, termasuk bagaimana cara dia berjalan. Melihat ada yang kembar dengannya, tentu saja membuat Ar kaget, sekaligus takut. Ternyata, adanya ‘kembarannya’ tidak membuatnya nyaman, bahkan beberapa kali malah membuat onar yang merugikan Ar.

Seperti ketika Ar sakit dan tidak masuk sekolah, ternyata setan yang mewujud wajah Ar masuk sekolah dan seakan-akan dia adalah Ar asli. Masalahnya dia menjadi Ar yang suka mengganggu teman-teman Ar. Hingga ketika Ar sembuh dan mulai masuk sekolah, mereka semua marah pada Ar dan Ar dipanggil guru BK.

Ar pun marah pada setan yang menyerupainya tersebut, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga kemudian, Ustad Faqih mengatakan bahwa yang menyerupai Ar adalah jin. Jin bisa merubah bentuk menjadi hewan termasuk seperti manusia. Dia berbuat begitu, agar mengusik keyakinanmu bahwa permain yang dia mainkan adalah ritual setan sungguhan.

Ustadz Faqih juga mengatakan bahwa ini bisa jadi murka Allah karena Ar telah memainkan dan percaya kepada game tersebut. Karena seorang Muslim seharusnya hanya yakin kepada Allah Swt. saja (halaman 131). Inilah salah satu hikmah dari novel remaja ini, jangan main-main dan percaya dengan ritual setan, karena bisa membahayakan diri sendiri. Meminta pertolongan hanya kepada Allah Swt. saja.

Selain itu, buku ini juga tentang agar menjadi manusia sosial, bagaimana suka menyendiri, tetapi tetap saja membutuhkan orang lain. Karenanya harus bergaul dan saling membantu antar satu dan lainnya. Karenanya, novel karya penulis remaja produktif ini layak dibaca. Selamat membaca!

*dimuat di Jateng Pos 3 Februari  2019

**Ingin memesan buku? Ke Toko Buku Hamdalah wa http://bit.ly/085335436775
gabung juga di grup
 di http://bit.ly/TokoBukuHamdalahWhatsApp

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia 

 

 

Iklan