Pelajar Sekolah Anti Narkoba Karya Dr. H. Abdul Wahib, M. Ag

Cover Pelajar Indonesia Anti Narkoba.jpg

Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Dari Sekolah

Judul                            : Pelajar Sekolah Anti Narkoba

Penulis                          : Dr. H. Abdul Wahib, M. Ag

Editor                           : Izmir Azlan

Penerbit                       : Emir, imprint Penerbit Erlangga

Tahun Terbit                : Pertama, Agustus 2016

Jumlah Halaman          : 164 halaman

ISBN                           :  978-602-0935-41-6

Peresensi                     : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis di SMPN 2 Tamanan Bondowoso

Pemuda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa adalah generasi masa depan sebuah bangsa dan negara. Di pundak mereka ada amanah besar, yakni meneruskan perjuangan pahlawan dan pendahulu di negeri mereka lahir. Lalu bagaimana jika pelajar dan mahasiswa kehilangan arah hidup?

Mari kita simak data tentang penyalahgunaan narkoba. Data dari Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso di awal tahun 2016, penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus meningkat hingga 5,9 juta orang. Nah, 22 persen dari pengguna narkoba tersebut adalah dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Pertanyaan lagi, akan dibawa ke mana negeri ini jika generasinya sudah rusak karena narkoba?

Maka, hadirnya buku yang berjudul Pelajar Indonesia Anti Narkoba menjadi angin segar yang patut disyukuri. Buku ini ditulis oleh Dr. H. Abdul Wahib, M.Ag yang terdorong oleh kajian yang telah beliau geluti sejak tahun 1986 di Pesantren Surlaya. Buku ini tentang bagaimana peran sekolah, khususnya guru pendidikan agama Islam dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anak didiknya. Karena, fakta yang ada, tidak hanya siswa SMP dan SMA saja korbannya, tetapi saat ini anak SD saja sudah ada menjadi pengguna narkoba.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semisintesis, yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (halaman 1). Narkotika berasal dari bahasa Yunani narke yang berarti mati rasa atau kaku. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah narcose atau narkosis yang berarti pembiusan. Bahan narkotika memang lazim dipakai untuk pembiusan dalam dunia medis, misalnya pada saat akan dilakukan tindakan operasi. Selain itu juga digunakan untuk obat batuk, sakit kepala, insomnia.

Di sisi lain ada efek lain yang disalahgunakan dari narkotika, khususnya oleh kalangan remaja di luar kepentingan medis maupun penelitian ilmiah. Permasalahan penyalahgunaan narkoba mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, baik dari sudut pandang medis, psikiatris (kedokteran jiwa), kesehatan jiwa, pendidikan maupun psikososial (ekonomi, politik, sosial budaya, kriminalitas dan lain sebagainya-halaman 3).

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba. Pertama, kesempatan, yakni adanya ketersediaan narkoba itu sendiri. Kedua, internal individu atau faktor kepribadian, dan ketiga adalah lingkungan yang spesifik mempengaruhi untuk menggunakan narkoba, seperti dari keluarga dan teman (halaman 5). Dalam penelitian Turner dan Willis kepada mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di New Jersey, Amerika Serikat, faktor lainnya adalah rendahnya kepercayaan terhadap agama (halaman 7).

Selama ini sudah dilakukan tindakan penanggulangan seperti pengurangan bahkan peniadaan zat seperti yang dilakukan polisi dan BNN terhadap produksi narkoba, pengurangan permintaan dengan melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba dan pengurangan dampak buruk dengan melakukan terapi kepada pengguna narkoba (halaman 9). Namun, sayangnya ketiga hal tindakan ini belum maksimal hasilnya.

Karenanya, pencegahan dari sekolah itu perlu, utamanya melalui tindakan perindividu melalui peningkatan pemahaman agama. Peredaran narkoba di sekolah biasanya cukup unik, dengan memberikan sampel satu sampai tiga kali. Jika sudah cocok dan ketagihan, maka diharuskan untuk membeli. Pengedarnya pun bermacam-macam, mulai dari alumni yang sering nongkrong di sekolah, hingga penjaja makanan dan minuman di sekitar sekolah (halaman 39).

Pendidikan Islam di sini akan menjadi solusi problem kemanusiaan sepanjang zaman, karena Islam berarti tunduk, patuh dan menyerahkan diri. Selain itu, juga berarti selamat dari bahaya dan damai. Karena dunia telah mengalami banyak perubahan, modernisasi dan industrialisasi yang tidak dapat dielakkan semakin canggihnya tekhnologi. Hal ini berdampak pada kehidupan manusia yang semakin banyak kehilangan identitas diri, termasuk keyakinan terhadap agama. Maka universalitas Islam yang mencakup semua kehidupan manusia akan menjadi solusi (halaman 113).

Maka, tak pelak buku ini sangat wajib dibaca oleh para guru, tidak hanya guru agama Islam, tetapi semua guru dan juga para orangtua. Karena sebagaimana uraian di atas, penulis buku ini telah lama meneliti tentang penyalahgunaan narkoba dan isi buku ini sungguh sangat bermanfaat. Ada tentang bagaimana agama Islam menimbang narkoba, bagaimana menasehati remaja, bagaimana komunikasi dengan remaja dan lainnya. Semoga dengan membaca buku ini akan banyak guru dan orangtua yang terbantukan atas segala masalahnya, utamanya penyalahgunaan narkoba. Selamat membaca!

 

***Ohya, kalau mau mencari info tentang buku baru, resensi buku, quotes dan info kuis atau giveaway berhadiah buku, bisa gabung ke channel telegram yang saya kelola yang bernama Buka buku Buka Dunia : t.me/bukabukubukadunia

 

 

Iklan